Bendungan Lau Simeme harus Tuntas 2022, Gubsu: Jangan Ada yang Ganggu Lagi

0
274
Gubsu Edy saat meninjau proyek Bendungan Lau Simeme, belum lama ini.
Gubsu Edy saat meninjau proyek Bendungan Lau Simeme, belum lama ini.

DELI SERDANG, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meminta jangan ada lagi pihak yang mengganggu proyek strategis nasional bendungan Lau Simeme, Kecamatan Biru Biru, Deli Serdang. Proyek bernilai Rp1,7 triliun itu, kini sudah berprogres 60 persen.

“Hari ini kita sudah sosialisasi. Masyarakat yang hadir di sini saya kira sudah mewakili. Jangan ada lagi setelah ini yang mengganggu,” kata Edy saat sosialisasi lahan untuk pembangunan bendungan Lau Simeme, di Jambur Sada Arihta, Desa Tanjung Sena, Kecamatan Biru Biru, Selasa (2/11/2021).

Edy mengaku, tidak melihat orang yang mengaku sebagai punya lahan di proyek Bendungan Lau Simeme. “Tak ada yang hadir orang-orang yang selama ini kita ketahui mengaku-ngaku punya lahan,” katanya

Edy ingin proyek itu selesai paling lama akhir Desember 2022. Menurut dia semakin cepat pekerjaan bendungan Lau Simeme selesai, maka rakyat Sumut terkhusus Kecamatan Biru Biru, akan segera menikmati dan merasakan manfaatnya.

“Pelaksana proyek bilang 2023 baru bisa selesai, tapi saya ingin agar tahun depan selambatnya di akhir Desember, harus siap. Supaya rakyat Sumut segera menikmati hasil pembangunan bendungan ini,” tegasnya.

Hadir dalam acara, Kapolda Sumut, Irjen Pol Putra Panca Simanjuntak, Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hasanuddin, Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, Kepala BWSS II, Maman Noprayamin, Kakanwil BPN Sumut, Dadang Suhendi, Forkopimda Deli Serdang, Muspika Biru Biru, dan elemen masyarakat di enam desa yang terdampak pembangunan.

Disampaikan Gubsu, jika nanti bendungan Lau Simeme beroperasi, maka dapat menampung 17 juta kubik air. Selain untuk kebutuhan air bersih mandi, cuci, kakus (MCK), bisa sebagai energi listrik dan irigasi untuk lahan pertanian masyarakat.

“Saat ini kita kurang 4.000 liter/detik air bersih. Bendungan ini sanggup memberikan air 3.000 liter/detik, dan yang 1.000 lagi nanti kita cari dari sungai-sungai (lain) sehingga terpenuhilah kebutuhan ini untuk anak cucu kita. Selanjutnya paling terpenting untuk kesejahteraan rakyat juga, dia akan menjadikan tempat pariwisata,” katanya.(reza sahab)