Site icon Kaldera.id

Sudah 97%, Jembatan Paluh Merbau – Tanjung Rejo Segera Beroperasi

Situasi jembatan Paluh Merbau - Tanjung Rejo yang hampir rampung.(kaldera/ist)

Situasi jembatan Paluh Merbau - Tanjung Rejo yang hampir rampung.(kaldera/ist)

 

DELISERDANG, kaldera.id – Penyelesaian pembangunan jembatan penghubung Desa Tanjung Rejo dengan Desa Paluh Merbau di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang sudah mencapai 97%. Keberadaan jembatan ini disebut akan meningkatkan mobilitas perekonomian masyarakat.

“Kami warga yang tinggal di Paluh ini ada tiga dusun. Dulu anak-anak kami kalau ke sekolah harus menyeberangi sungai ini menggunakan getek. Tapi setelah jembatan dibangun Pemkab Deli Serdang, kami sudah bisa melintas dengan aman dan nyaman,” kata warga Dusun XI Paluh Merbau, Suryadi, Jumat (27/01/2023).

Suryadi mengatakan, melihat progress pembangunan sepertinya jembatan akan segera difungsikan dalam waktu dekat. Pembangunan jembatan berbiaya Rp13 miliar ini merupakan salah satu bentuk konkret pembangunan yang dilakukan Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan yang diterjemahkan Kadis SDA BMBK, Janso Sipahutar, ST.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan dan Kepala Dinas SDA BMBK yang telah membangun jembatan permanen dari Paluh ke Tanjung Rejo. Selain itu dalam proses pembangunan ini, warga kami di sekitar sini juga ikut sebagai pekerjanya. Kami merasa dilibatkan dalam pembangunan daerah kami,” tambah Suryadi.

Sekedar informasi, jembatan tersebut awalnya dibangun Pemkab Deli Serdang pada 2009. Di tahun 2021 jembatan itu kembali diperbaiki dan menjadi jembatan permanen. Jembatan ini nantinya akan menjadi ikon Desa Tanjung Rejo. Apalagi Desa Tanjung Rejo salah satu desa wisata mangrove di Deli Serdang.

Sementara itu pelaksana proyek jembatan, Heriyanto, ST, mengatakan, pekerjaan sudah hampir selesai mencapai 97 persen. “Pekan ini akan dilakukan pengaspalan lantai jembatan. Dan hari Minggu sudah bisa dilalui sepeda motor, mobil dan truk untuk memaksimalkan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Diakuinya, progres pembangunan jembatan ini memang mengalami keterlambatan karena faktor alam. Kondisi cuaca di akhir tahun 2022, menjadi penyebab mundurnya penuntasan pekerjaan. “Tapi kami komitmen untuk menuntaskan ini sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada. Kami juga berkepentingan, agar jembatan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Tanjung Rejo, Selamet, mengatakan, sudah seharusnya masyarakat mendukung pembangunannya. Sebab, pembangunan jembatan ini mempermudah akses masyarakat dua desa dalam beraktivitas ekonomi dan sosial dalam keseharian. “Seharusnya kita mendukung dan berterimakasih atas pembangunan jembatan yang baik ini,” ungkapnya.(ali amri/red)

Exit mobile version