Site icon Kaldera.id

Syah Afandin: Pancasila Bukan Hanya Sekadar Ideologi, Tapi Falsafah Hidup

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin

 

LANGKAT, kaldera.id – Plt Bupati Langkat, Syah Afandin mengungkapkan, pancasila bukan hanya ideologi bagi rakyat Indonesia, tapi juga budaya falsafah hidup.

Pancasila juga sebagai dasar negara yang tertanam dalam jiwa masyarakat Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan berbangsa.

Dalam era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin bebas saat ini perlu ditanamkan pemahaman yang kuat kepada generasi Indonesia agar pendidikan di sekolah tidak hanya menjadikan anak didik mempunyai kepandaian kognitif dan cerdas intelektual.

Hal ini disampaikan Syah Afandin saat menghadiri sosialisasi pembinaan ideologi pancasila Bersama BPIP RI – Komisi ll DPR di Gedung PKK Stabat, Rabu (8/11/2023).

Kegiatan ini sebagai upaya dalam membumikan pancasila kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia, terkhusus bagi para tenaga pendidik di wilayah Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini.

“Yang lebih penting dari itu adalah menjadikan anak-anak cerdas secara efektif atau cerdas secara emosional. Sehingga perilaku seluruh anak didik dapat terarah didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila,” katanya.

Kegiatan ini tentunya dapat menjadi salah satu langkah yang tepat dalam menyikapi perkembangan zaman yang semakin maju dengan menyiapkan anak didik menjadi generasi yang sadar konstitusi tangguh, unggul dalam prestasi dan juga berintegritas tinggi.

“Inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk membumikan kembali pancasila sebagai satu-satunya azas aktivitas kehidupan berbangsa bernegara dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi tujuan utama dari seluruh perilaku warga negara Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi ll DPR, Ahmad Doly Kurnia Tanjung, yang di sampaikan secara virtual mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiatif dirinya dan dilaksanakan di kabupaten/kota di Sumatera Utara yakni, Kisaran, Tanjung Balai, Batu Bara kemudian Siantar dan di Langkat-Binjai.

“Saya ingin menyampaikan beberapa catatan saja bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat penting. Penting karena ini menyangkut masa depan dan keberlangsungan bangsa negara kita,” ujarnya. (reza)

Exit mobile version