Site icon Kaldera.id

Refleksi Kemajuan Pertanian Organik Dunia untuk Indonesia

Soekirman (empat dari kanan) saat berpose di panggung utama ALGOA Summit di Korea Selatan.(ist)

Soekirman (empat dari kanan) saat berpose di panggung utama ALGOA Summit di Korea Selatan.(ist)

Oleh: Soekirman (Algoa Ambassador)

Pendahuluan

Undangan Asian Local Government for Organics Agriculture (ALGOA) Indonesia 2022, mengalami kendala memperoleh visa. KVAC (Korean Visa Admission Center) di Lotte Plaza Kuningan Jakarta, menerapkan banyak syarat administrasi seperti paspor, rekening koran 3 bulan terakhir, tanda pelunasan pajak pribadi tahun 2021, kopian surat nikah, akte kelahiran, kartu keluarga, kopian KTP, pasfoto latar putih, serta host di Korea, dll. Ke depan, sebaiknya ada petugas khusus visa, atau menggunakan jasa pihak ketiga.

Diperlukan waktu sedikitnya 10-15 hari, jika syarat lengkap tersedia. Selanjutnya masalah Pandemi Covid 19, maka diperlukan tes antigen masa valid 24 jam sebelum masuk Korea Selatan. Harus ada Korean C Code, pada aplikasi Android, C Code sangat membantu entry di Bandara Incheon. Peserta wajib Tes PCR pada terminal 1 kedatangan (biaya gratis). Hasil PCR baru diketahui 3 jam, dan setelah dinyatakan negative covid, baru bisa mengikuti acara dengan tetap menggunakan masker.

Pembukaan acara dan keseluruhan rangkaian acara dilaksanakan di markas IFOAM Asia, yang sekaligus kantor Algoa Asia di Goesan. Acara dibuka Mayor Goesan Mr.Song In Hern, sederhana dan singkat. Pidato oleh Panitia local, Presiden International IFOAM Karen Maposua, President IFOAM Asia Mathew John, Co President GAOD Mr.Salvatore Basile, dan Shin Song Gyu, selaku President of the Goesan Local Group. Tidak ada pertunjukan kesenian daerah pada ceremony pembukaan. Jumlah peserta International 40 negara meliputi Afrika, Eropa, Asia, Australia, Amerika Latin, dan Kepulauan Pasifik (Fiji).

Pembicara Indonesia dan ALGOA Summit

Acara dimulai sesuai jadwal buku panduan. Ada 3 acara sekaligus secara berantai yaitu 8th ALGOA Summit, 3rd GAOD Summit, 2nd Policy Conference. Di ruangan terpisah diadakan side event Master Class di ruang lain yang di ikuti oleh sebahagian besar Youth Forum anggota ALGOA. Progress report of ALGOA disampaikan oleh penulis selaku Ambassador ALGOA Indonesia pada acara pembukaan.

Pembicara dari Indonesia yang mendapat applaus selama summit ada 2 orang yakni Sabastian Saragih berjudul: “Indonesian Government Policies In Support Of Organic Inputs”, dan Dr Wahyudi David yang menyampaikan paparan berjudul “Innovation In Organic Agriculture”. Pada saat acara summit telah dilakukan penandatanganan anggota baru (member of ALGOA) yakni beberapa kepala daerah dari Filipina. Pada akhir acara telah dibacakan Deklarasi Goesan 2022 oleh peserta Master Class Training secara estafet.

Beberapa pelajaran yang didapat antara lain, disadari bahawa Gerakan Organic Agriculture mengalami kemajuan pesat di dunia, dan semakin menunjukkan kebijakan (policy) yang jelas dilakukan oleh pemerintahan lokal dengan menerbitkan regulasi berupa Undang-Undang sebagai pedoman atau payung hukum. Lahirnya GAOD (Global Alliance for Organic District) dan GAOD summit ketiga menunjukkan kemajuan yang nyata di berbagai negara.

Prinsip baru yang perlu diingat adalah “LOCAL PRODUCTION, LOCAL COMSUMPTION” Artinya daerah bahkan negara tidak memikirkan orientasi ke mana arah ekspor produk pertanian organik, karena utamanya bisa dipasarkan pada tingkat distrik, pada tingkat daerah sendiri. Pandangan selama ini bahwa usaha tani yang maju (termasuk produk Organik) adalah yang berorientasi ekspor, adalah keliru. Persepsi tersebut harus diubah.

Kesadaran Organik Menjaga Kelestarian Bumi

Partisipasi berbagai pihak dalam menggerakkan isu pertanian organik di negara-negara maju dimulai dengan membangun kesadaran. Sumber daya manusia, sejak usia sekolah dasar hingga Perguruan tinggi adalah target membangun kesadaran tersebut. Kurikulum belajar di tingkat sekolah dasar telah memasukkan pertanian organik dengan detail, dan makanan sehat telah diprogram dalam procurement pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kelestarian bumi (healthier planet).

Gerakan Pertanian Organik dalam bentuk koperasi di Korea selatan sangat maju. Partisipasi konsumen dan produsen produk pertanian organik terus tumbuh. ICOOP sebuah koperasi yang menghimpun konsumen dan produsen, memiliki unit-unit usaha seperti Perhotelan, supermarket, unit pengolah hasil pertanian dan berkembang pesat. Koperasi pengolah makanan “Heuksalim”, salah satu contoh pusat usaha prosesing hasil Pertanian yang Maju. Goesan Hansalim, juga Koperasi yang mempunyai Unit usaha sayuran organik seperti; kentang, brokoli, kubis, cabai, dll. Kemudian hasil ternak berupa Telur Ayam, daging lembu dan babi, juga pabrik pengolah makanan kemasan seperti beras organik, sayuran dll. Koperasi Heuksalim Goesan sudah berdiri sejak 1980 dan semakin besar perkembangannya hingga sekarang.

Kerjasama Pemerintah Goesan dan lembaga parlemen yang setiap tahun mengalokasikan APBD untuk kegiatan pertanian adalah fakta yang perlu dipelajari mendalam. Dengan anggaran yang ada mereka lakukan berbagai festival setiap tahun seperti festival Chili, festival Jagung, dan berbagai produk pertanian organik. Ternyata dengan kegiatan itu, telah mampu mendatangkan wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara. Goesan menjadi sentral pertanian organic di Asia. Dijuluki sebagai Kota yang udaranya terbersih di wilayah Asia, dan kota yang selalu mendapatkan penghargaan International sebagai kota lestari dan konservasi terhadap planet bumi.

Patut Ditiru Pemda di Indonesia

Dengan Thema Organic for Healthy World, selama 17 hari pada 30 September 2022 – 16 October 2022, akan dilaksanakan Expo Pertanian Organik plus Industry Fair di Goesan. Perhelatan yang menggunakan dana sebesar USD 10 juta ini melibatkan partisipasi pemerintah pusat Korea USD 3 juta, Pemerintah Provinsi USD 2,7 juta, dan Pemerintah local USD 2 juta ditambah sponsorship USD 3,3 juta. Skala kegiatan meliputi luas 796,185 M2 dengan 720,000 pengunjung, 419 companies dan organisasi. Pameran di hall akan mengambil judul “Past, Present and Future of Organic Farming in Everyday life and the Implementation of Organic Farming”.

Dengan mempelajari gerak maju IFOAM, ALGOA, GAOD serta bertumbuhnya usaha Koperasi produsen Organik Bersama masyarakat dan pemerintah Lokal, maka sangat layak jika Pemerintah Indonesia baik Provinsi dan kabupaten/Kota mengunjungi dan melihat langsung Expo Organik 2022 Korea Selatan. Apalagi jika UKMK bidang Pertanian bisa berkunjung pada kegiatan Expo dan melihat side event yang dapat ditiru di Indonesia. Selama 17 Hari sejak September 30 hingga 16 Oktober dapat dibuat jadwal yang jelas dan terarah dan akan menjadi pelajaran yang dapat direplikasi untuk membangun pertanian sehat Indonesia. Bagaimanapun, pada SDGs 2030 Indonesia ikut aktip dalam penyelamatan Bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan (Healthier Planet).

Aliansi Organik Indonesia (AOI) dengan piranti kelembagaan yang ada seperti Majalah Pertanian TRUBUS, KEHATI, APKASI, APPSI dan APEKSI bisa bekerjasama untuk mengikuti Expo International Organik 2022 di Goesan Korea Selatan, dan menjadi leading agency.

Penutup

Diharapkan hasil ini menjadi agenda tindak lanjut delegasi Pertanian Organik Indonesia yang hadir pada ALGOA Summit 2022 untuk disampaikan kepada para pihak yang terkait dengan pembangunan pertanian khususnya Organic Agriculture di Indonesia. Mengingat banyaknya pemerintah daerah yang tidak dapat hadir pada ALGOA Summit 2022, maka kesempatan International Organic Expo 2022 merupakan kesempatan yang dapat diambil untuk studi tiru dari negara yang lebih maju.

Sebagai ALGOA Ambassador kami berterimakasih kepada Jennifer Chang (Executive Director, IFOAM-Organics Asia & ALGOA). Peran kami juga akan membantu untuk menjembatani dan mendorong terjadinya Kerjasama International baik G to G maupun P to P, dalam lingkup Pembangunan Gerakan Pertanian Organik. Terimakasih. Gamsahanmida.(*)

Exit mobile version