Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 20 Feb 2026
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Rico–Zaki, Investasi Medan Melejit Rp14,5 Triliun
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Rico–Zaki, Investasi Medan Melejit Rp14,5 Triliun
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi, Kemiskinan Dan Pertumbuhan Tinggi

redaksi
28 Agu 2023 07:40
Medan Opini 0 553
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SEPANJANG bulan ini saya mengikuti focus grup discussion (FGD) yang topiknya sama. Sudah dilakukan lima kali dengan tema mengendalikan inflasi melalui islamic social finance. Ini topik menarik tentu saja. Kenapa? Seperti yang kita fahami bersama seluruh aktivitas dijalankan secara konvensional sehingga inflasi menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perekonomian.

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution ketika mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan, Jumat (20/3/2020).
Baca Juga
Jumlah ODP di Medan Capai 134 Orang dan PDP Sebanyak 19 Orang
20 Mar 2020

Inflasi diterjermahkan sebagai kenaikan harga barang secara terus menerus pada kurun waktu tertentu. Inflasi itu akan terjadi dengan dorongan dua faktor. Pertama cost push inflation (inflasi karena dorongan biaya produksi) dan demand full inflation (inflasi karena permintaan terhadap suatu barang).

Sehingga teori permintaan dan penawaran yang muncul dalam konteks ekonomi mikro pun adalah teori konvensional. Ketika harga barang naik maka jumlah barang yang dibeli akan berkurang dan dari sisi penawaran ketika harga barang naik, produsen akan menambah jumlah barangnya di pasar. Keduanya disebut berslope negatif dan positif.

Arah teori pun mengatakan jika inflasi terus tinggi maka akan menambah jumlah orang miskin. Nah ukuran kemiskinan dan inflasi ini, sangat baik dipaparkan oleh Ustad Hidayatullah, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS yang menjadi keynote speech dalam setiap FGD. Saya tertarik mengikuti alur fikir ustad ini karena dia bisa mengaitkan hubungan ekonomi konvensional dan bahaya yang muncul dari praktik itu lewat sisi religi.

Gibran Rakabuming Raka saat bermain bola
Baca Juga
Ditangan Gibran, “Samsul” Dari Olokan Jadi Slogan Positif
11 Jan 2024

Apa katanya? Dia sampaikan sebenarnya ekonomi yang kita jalankan saat ini penuh ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi terus naik namun harga barang pun tak terbendung. Dulu di tahun 1970 an harga beras misanya masih di kisaran Rp50 per kg. Sekarang sudah menjadi RP12.500. Begitu juga dengan harga emas. Tahun 70-an tiap satu dolar AS itu masih Rp250 sekarang sudah jadi Rp15 ribu. Belum lagi harga bahan bakar serta komoditas lainnya.

Yang paling merasakan inflasi pasti orang miskin. Coba kita lihat, ketika inflasi tinggi maka 26 juta rakyat miskin akan terimbas. Ingat juga bahwa ukuran kemiskinan kita adalah yang berpenghasilan Rp520 ribu sebulan. Artinya yang punya penghasilan di atas Rp17 ribu sehari dianggap tak miskin lagi. Padahal beli sarapan pagi saja sudah habis Rp10 ribu.

Angka kemiskinan kita bisa di angka 26 juta karena batas kriteria penduduk miskin hanya Rp17 ribu per hari. Coba kalau dinaikkan dengan standar bank dunia yang menyatakan penduduk miskin adalah yang penghasilannya di bawah dua dolar AS per hari, maka setengah dari jumlah penduduk kita adalah miskin. Ini menyiratkan semakin rendah angka penghasilan penduduk miskin semakin rendah pula jumlah penduduk miskin. Jadi tinggal utak-atik kriteria penghasilan saja apakah penduduk miskin kita mau dinaikkan atau diturunkan.

Siapa yang paling terimbas dengan inflasi? Yang pasti rakyat menengah ke bawah dan penduduk miskin. Sebab 70 persen ekonomi Indonesia ini dikuasai 2 persen penduduk. Artinya yang punya simpanan miliaran di bank atau skala ekonominya di atas, tak perduli dengan inflasi.

Mereka yang paling terimbas adalah petani, nelayan, serta warga yang selalu menghadapi kesulitan hidup. Menurut Hidayatullah, harus diakui ekonomi negara ini memang terus tumbuh. Tapi yang menjadi catatan penting pertumbuhan yang luar biasa justru meninggalkan kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Bisa dilihat misalnya di Sumut dengan PDRB yang mencapai Rp995 triliun kalau dibagi dengan jumlah penduduk maka PDRB per kapita itu sekira Rp63 juta per tahun. Sedangkan di Medan, dengan PDRB Rp280 triliun maka setiap penduduk harusnya punya pendapatan per kapita Rp112 juta. Tapi di sini ada ketimpangan. Sumut misalnya masih ada 1,2 juta orang miskin.

Yang cacat logika dari angka-angka itu adalah pertumbuhan PDRB yang tinggi ternyata menyisakan orang miskin yang penghasilannya dihitung Rp520 ribu tadi. Secara nalar, saya sebenarnya bisa mencerna semua paparan yang disampaikan Ustad Hidayatullah yang menggambarkan fenomena inflasi, kemiskinan dan pertumbuhan tinggi sebagai sesuatu yang absurd.

Dia bisa memaparkan fakta tersebut dengan sangat umum dan mudah difahami. Artinya perlu ada terobosan untuk mengatasi inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bernarkah inflasi mengkhawatirkan kita? Tahun lalu inflasi Sumut itu di angka 6,12 persen atau di atas angka nasional. Maka wajar dalam berbagai forum Gubernur Sumut meminta semua pihak mengambil peran untuk mengatasinya. Lalu dari fokus grup diskusi itu apa solusi yang bisa dilakukan?

Mengakumulasi potensi Islamic social finance (ISF) adalah bagian penting untuk menguatkan ekonomi umat. Walau seluruh aktivitas ekonomi dijalankan secara konvensional tapi ada celah di potensi dana keumatan yang bisa diharapkan menjadi stimulus agar dampak inflasi terhadap penduduk miskin bisa dikendalikan. Dan itu akan saya ulas dilanjutan tulisan berikutnya.

Armin nasutionfocus grup discussion (FGD)Inflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gus Irawan Sambut Kunjungan Golkar Sumut di Gerindra
Pencuri Sepeda Motor Petugas Kebersihan di Dor Tim Siluman
PDAM Tirtanadi Perbaiki Sumur Bor Ex Belanda di Langkat, 18 Tahun Tak Dipakai
RS Prof CPL USU Tangani Pasien Anak Korban Banjir Tamiang
Tahun Depan Ada Sekolah Digital di Medan
Pusat Industri Kecil Sepi, Bobby Pertanyakan Program Pemko Medan kepada UMKM

Pos Terkait

Walikota Medan, Bobby Nasution
2 tahun  lalu
Bobby Harapkan Muktamar XXIII IPM Hasilkan Keputusan Untuk Kebaikan Bagi Bangsa
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Togap Simangunsong menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lari lintas alam Trail of The Kings Lake Toba by UTMB di panggung utama Waterfront Pangururan Kabupaten Samosir, Minggu (19/10/2025). Foto : Diskominfo Sumut
4 bulan  lalu
Lari Lintas Alam Trail of The Kings Danau Toba Berakhir, Tuan Rumah Domaninasi Tiga Besar
Pemain PSMS Medan berusaha menahan laju pemain Persekat Tegal dalam lanjutan Liga 2 Grup A putaran kedua di Stadion Trisanja, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025). Kedua tim bermain imbang 1-1. Foto: IST
3 bulan  lalu
Bermain 10 Orang, PSMS Medan Tahan Imbang Persekat Tegal 1-1
Hasil Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Sumatera Utara (Sumut) tetapkan Musa Rajekshah sebagai Ketua DPD Golkar Sumut.
5 tahun  lalu
Jumat Pelantikan, Ijeck Janji Beri Porsi Pengurus Lama
Bobby Nasution dan Ustadz Nasir Bahas Persoalan Keumatan
5 tahun  lalu
Bobby Nasution dan Ustadz Nasir Bahas Persoalan Keumatan
Kapten Kesebelasan Arsenal, Odegaard melakukan selebrasi usai menceka gol dari titik pinalti ke gawang Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris di Selhurst Park Stadium, Selasa (22/8/2023). Arsenal menang 1-0 dalam laga tersebut. Foto:Reuters
2 tahun  lalu
Crystal Palace Dikalahkan Gol Pinalti Odegaard

Trending

01.
4 hari  lalu
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
02.
6 hari  lalu
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
03.
6 hari  lalu
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
04.
2 hari  lalu
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
05.
5 hari  lalu
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Home Trending Cari Bagikan Lainnya