Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 06 Apr 2026
Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan
PSMS Medan Tahan Imbang Persikad 2-2 di Pakansari
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Tegas Minta Solusi Cepat
Sebanyak 1.661 Calon Jemaah Ikut Manasik Haji Akbar Bank Sumut, Fasilitas Lengkap Disiapkan
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
Rico Waas Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Usai Entry Meeting LKPD 2025
Pemko Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Rico Waas Pastikan Layanan Tetap Optimal
Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan
PSMS Medan Tahan Imbang Persikad 2-2 di Pakansari
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Tegas Minta Solusi Cepat
Sebanyak 1.661 Calon Jemaah Ikut Manasik Haji Akbar Bank Sumut, Fasilitas Lengkap Disiapkan
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
Rico Waas Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Usai Entry Meeting LKPD 2025
Pemko Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Rico Waas Pastikan Layanan Tetap Optimal
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi, Kemiskinan Dan Pertumbuhan Tinggi

redaksi
28 Agu 2023 07:40
Medan Opini 0 601
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SEPANJANG bulan ini saya mengikuti focus grup discussion (FGD) yang topiknya sama. Sudah dilakukan lima kali dengan tema mengendalikan inflasi melalui islamic social finance. Ini topik menarik tentu saja. Kenapa? Seperti yang kita fahami bersama seluruh aktivitas dijalankan secara konvensional sehingga inflasi menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perekonomian.

Ilustrasi Korban
Baca Juga
Kakak Beradik Di Deli Serdang Ditemukan Tewas Kesetrum Didalam Rumah
29 Mei 2023

Inflasi diterjermahkan sebagai kenaikan harga barang secara terus menerus pada kurun waktu tertentu. Inflasi itu akan terjadi dengan dorongan dua faktor. Pertama cost push inflation (inflasi karena dorongan biaya produksi) dan demand full inflation (inflasi karena permintaan terhadap suatu barang).

Sehingga teori permintaan dan penawaran yang muncul dalam konteks ekonomi mikro pun adalah teori konvensional. Ketika harga barang naik maka jumlah barang yang dibeli akan berkurang dan dari sisi penawaran ketika harga barang naik, produsen akan menambah jumlah barangnya di pasar. Keduanya disebut berslope negatif dan positif.

Arah teori pun mengatakan jika inflasi terus tinggi maka akan menambah jumlah orang miskin. Nah ukuran kemiskinan dan inflasi ini, sangat baik dipaparkan oleh Ustad Hidayatullah, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS yang menjadi keynote speech dalam setiap FGD. Saya tertarik mengikuti alur fikir ustad ini karena dia bisa mengaitkan hubungan ekonomi konvensional dan bahaya yang muncul dari praktik itu lewat sisi religi.

Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Aktivitas Jual Beli di Pasar Melati Dihentikan Sementara
Baca Juga
Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Aktivitas Jual Beli di Pasar Melati Dihentikan Sementara
22 Sep 2020

Apa katanya? Dia sampaikan sebenarnya ekonomi yang kita jalankan saat ini penuh ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi terus naik namun harga barang pun tak terbendung. Dulu di tahun 1970 an harga beras misanya masih di kisaran Rp50 per kg. Sekarang sudah menjadi RP12.500. Begitu juga dengan harga emas. Tahun 70-an tiap satu dolar AS itu masih Rp250 sekarang sudah jadi Rp15 ribu. Belum lagi harga bahan bakar serta komoditas lainnya.

Yang paling merasakan inflasi pasti orang miskin. Coba kita lihat, ketika inflasi tinggi maka 26 juta rakyat miskin akan terimbas. Ingat juga bahwa ukuran kemiskinan kita adalah yang berpenghasilan Rp520 ribu sebulan. Artinya yang punya penghasilan di atas Rp17 ribu sehari dianggap tak miskin lagi. Padahal beli sarapan pagi saja sudah habis Rp10 ribu.

Angka kemiskinan kita bisa di angka 26 juta karena batas kriteria penduduk miskin hanya Rp17 ribu per hari. Coba kalau dinaikkan dengan standar bank dunia yang menyatakan penduduk miskin adalah yang penghasilannya di bawah dua dolar AS per hari, maka setengah dari jumlah penduduk kita adalah miskin. Ini menyiratkan semakin rendah angka penghasilan penduduk miskin semakin rendah pula jumlah penduduk miskin. Jadi tinggal utak-atik kriteria penghasilan saja apakah penduduk miskin kita mau dinaikkan atau diturunkan.

Siapa yang paling terimbas dengan inflasi? Yang pasti rakyat menengah ke bawah dan penduduk miskin. Sebab 70 persen ekonomi Indonesia ini dikuasai 2 persen penduduk. Artinya yang punya simpanan miliaran di bank atau skala ekonominya di atas, tak perduli dengan inflasi.

Mereka yang paling terimbas adalah petani, nelayan, serta warga yang selalu menghadapi kesulitan hidup. Menurut Hidayatullah, harus diakui ekonomi negara ini memang terus tumbuh. Tapi yang menjadi catatan penting pertumbuhan yang luar biasa justru meninggalkan kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Bisa dilihat misalnya di Sumut dengan PDRB yang mencapai Rp995 triliun kalau dibagi dengan jumlah penduduk maka PDRB per kapita itu sekira Rp63 juta per tahun. Sedangkan di Medan, dengan PDRB Rp280 triliun maka setiap penduduk harusnya punya pendapatan per kapita Rp112 juta. Tapi di sini ada ketimpangan. Sumut misalnya masih ada 1,2 juta orang miskin.

Yang cacat logika dari angka-angka itu adalah pertumbuhan PDRB yang tinggi ternyata menyisakan orang miskin yang penghasilannya dihitung Rp520 ribu tadi. Secara nalar, saya sebenarnya bisa mencerna semua paparan yang disampaikan Ustad Hidayatullah yang menggambarkan fenomena inflasi, kemiskinan dan pertumbuhan tinggi sebagai sesuatu yang absurd.

Dia bisa memaparkan fakta tersebut dengan sangat umum dan mudah difahami. Artinya perlu ada terobosan untuk mengatasi inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bernarkah inflasi mengkhawatirkan kita? Tahun lalu inflasi Sumut itu di angka 6,12 persen atau di atas angka nasional. Maka wajar dalam berbagai forum Gubernur Sumut meminta semua pihak mengambil peran untuk mengatasinya. Lalu dari fokus grup diskusi itu apa solusi yang bisa dilakukan?

Mengakumulasi potensi Islamic social finance (ISF) adalah bagian penting untuk menguatkan ekonomi umat. Walau seluruh aktivitas ekonomi dijalankan secara konvensional tapi ada celah di potensi dana keumatan yang bisa diharapkan menjadi stimulus agar dampak inflasi terhadap penduduk miskin bisa dikendalikan. Dan itu akan saya ulas dilanjutan tulisan berikutnya.

Armin nasutionfocus grup discussion (FGD)Inflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kasus Logo Pemko di Kampanye Akhyar, Panwas Segera Tuntaskan Investigasi
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Ini Pesan Rico Waas untuk Siswa Madrasah dan Ponpes se-Kota Medan
Dilintasi Truk Tonase Besar, Jalan Bunga Asoka Rusak Berat
Medan Klaim Laksanakan New Normal
Pembenahan Infrastruktur Terhalang Kewenangan, DSABMBK Kirim Alat Berat Bantu Kurangi Debit Air

Pos Terkait

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting
5 tahun  lalu
Timsel KPID Sangkut di DPRD, Baskami: Ada Fraksi yang Menolak
Walikota Medan, Bobby Nasution bersama Dandim 0201 Medan meninjau aksi gotong royong di Sungai Sikambing, Selasa (8/8/2023)
2 tahun  lalu
Pemko dan Kodim 0201/Medan Kolaborasi Bersihkan dan Tata Sungai Sikambing
Surianto
2 tahun  lalu
Waspadai DBD, Dinkes dan Kecamatan Diminta Kolaborasi Lakukan Fogging
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution
3 tahun  lalu
Bobby Sayangkan Tak Ada Camat Usulkan Pembangunan Sarana Olahraga di Wilayahnya
Tim Satgas Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi, melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan bahwa produk Minyakita dijual sesuai takaran yang ditetapkan.
1 tahun  lalu
Polda Sumut Pastikan Minyakita Sesuai Takaran Melalui Inspeksi Mendadak
Relawan Gerakan Istiqomah Sedekah (GIS) kembali melaksanakan kegiatan buka puasa bersama menjelang akhir Ramadan. Setelah melakukan buka puasa bersama anak yatim piatu dan janda dhuafa, kini dengan para penghafal Al Qur'an di salah satu restoran cepat saji yang ada di Medan, Minggu (7/4/2024).
1 tahun  lalu
Relawan GIS Kembali Berbagi Kasih Jelang Lebaran, Kali Ini Bersama Para Penghafal Al Qur’an

Trending

01.
5 hari  lalu
Banjir Besitang, 1.381 Keluarga Terdata, Pemkab Langkat Siapkan Verifikasi Ulang
02.
5 hari  lalu
Pemprov Sumut Bangun Dua Ruas Jalan Strategis Toba–Labura, Anggaran Rp91,8 Miliar
03.
5 hari  lalu
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
04.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
05.
4 hari  lalu
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
PSMS Medan Tahan Imbang Persikad 2-2 di Pakansari
Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya