Site icon Kaldera.id

Sabtu Ini KPU Simulasikan Proses Pencoblosan di TPS

Kaban Kesbangpol dan Linmas Kota Medan, Sulaiman Harahap dan Ketua KPU Kota Medan, Agussyah R Damanik

Kaban Kesbangpol dan Linmas Kota Medan, Sulaiman Harahap dan Ketua KPU Kota Medan, Agussyah R Damanik

MEDAN, kaldera.id – Ketua KPU Medan, Agussyah R Damanik mengungkapkan, pihaknya akan melakukan simulasi proses pencoblosan di pilkada serentak sesuai protokol kesehatan.

Hal ini dinilai penting demi kelancaran pelaksanaan Pilkada Kota Medan di tengah pandemi Covid-19.

“Simulasi ini akan dilaksanakan Sabtu (17/10/2020) di Taman Bunga. Pada simulasi nanti kita akan benar-benar menyelenggarakan dengan se-riil mungkin. TPS nya nyata begitu juga dengan pemilihnya,” ucap Agussyah.

TPS dan pemilih yang akan disimulasikan adalah TPS 6 Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Pemilih yang terlibat sebanyak 325 orang. Nantinya akan dibagi dalam beberapa gelombang.

Pelaksanaan simulasi ini akan berlangsung dari pukul 07.00 Wib hingga 17.00 Wib. Mulai dari persiapan para petugas hingga akhir pelaksanaannya. Semua akan dilakukan sebagaimana keadaan sesungguhnya.

Selain untuk pelaksanaan pilkada, simulasi yang telah direvisi bersama ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk peraturan penyelenggaraan pemilu pada masa pandemi.

Untuk itu dirinya berharap semua pihak dapat memberikan masukan terhadap simulasi yang akan diselenggarakan. Pihaknya juga memohon dukungan dan bantuan pengamanan dari kerumunan masyarakat yang kemungkinan akan antusias melihat simulasi ini. “Kita tentu berharap simulasi ini tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Simulasi Pencoblosan Dilakukan Sesuai Protokol Kesehatan

Pjs Walikota Medan, Arief S Trinugroho diwakili Kaban Kesbangpol dan Linmas Kota Medan, Sulaiman Harahap mengatakan, simulasi ini adalah hal yang sangat penting karena sebagai bentuk uji coba sistem pemungutan dan perhitungan dengan protokol kesehatan sebelum pelaksanaan, 9 Desember 2020 mendatang. Tentunya simulasi ini harus dikondisikan sebagaimana keadaan pada pelaksanaan sesungguhnya.

Dia menjelaskan, pada 9 Desember tentunya TPS harus sudah steril dari berbagai atribut kampanye bahkan seharusnya, kedua paslon juga tidak perlu dihadirkan pada simulasi tersebut.

Hal ini untuk menghindari penumpukan massa. Sebab, akan banyak rombongan yang mendampingi. Ditakutkan malah menjadi sorotan kepada yang menyelenggarakan simulasi ini.

“Jika kita memang betul-betul ingin menjadikan simulasi ini 99,99% mirip dengan aslinya kita jalani sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Artinya hanya perwakilan dari masing-masing paslon yang dapat dipercaya sebagai agen sosialisasi yang dihadirkan,” ungkapnya.

Terakhir, Sulaiman juga mengajak agar yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan melalui streaming dapat benar-benar menyimak jalannya simulasi ini agar dapat bahan evaluasi demi kesuksesan penyelenggaraan Pilkada Medan 2020.

“Mari kita lihat titik lemah yang terjadi di simulasi ini dan segala kemungkinan yang akan terjadi dan hambatan lainnya. Karenanya besar harapan saya KPU dapat menghadirkan 325 pemilih yang akan mengikuti simulasi.

Jika ada keperluan tambahan yang belum terangkum pada simulasi nanti dapat didiskusikan lagi,” pungkasnya. (Ketua KPU Medan, Agussyah R Damanik mengungkapkan, pihaknya akan melakukan simulasi proses pencoblosan di pilkada serentak sesuai protokol kesehatan. (reza sahab)

Exit mobile version