Debat Kandidat, Cabup Tapsel Yusuf Siregar Dua Kali tak Hadir

MEDAN, kaldera.id – Calon Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) nomor urut 1, M Yusuf Siregar kembali tidak hadir dalam debat kandidat putaran kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapsel di Hotel Arya Duta, Medan, Senin (30/11/2020).

Kehadiran pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 hanya diwakili oleh Calon Wakil Bupati yakni Roby Agusman Harahap. Sementara itu paslon nomor urut 2 Dolly Putra Parlindungan Pasaribu – Rasyid Assaf Dongoran kompak mengikuti debat.

Ketidakhadiran M Yusuf pada debat ini merupakan yang kedua kalinya. Sebab, pada debat putaran pertama yang digelar 12 November 2020, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Tapsel itu juga tidak hadir.

Mengenai ketidakhadiran M Yusuf Siregar, Robi menyebut pasangannya itu sedang dalam kondisi tidak sehat. “Beliau kurang sehat, tapi kondisinya baik-baik saja,” kata Robi.

Sementara, Dolly yang diminta tanggapannya berharap M Yusuf Siregar sehat kembali. “Kita doakan Pak Yusuf dapat segera pulih dan tetap diberikan kesehatan,” timpal Dolly.

Bahas Covid-19 Pasca Pandemi

Dalam debat putaran kedua ini, kedua paslon beradu gagasan tentang penanganan covid-19 di Kabupaten Tapsel.

Calon Bupati Tapsel nomor urut 2, Dolly mengatakan pihaknya akan secara massif mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan yakni 3 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) ketengah masyarakat.

“Ketika masih covid-19 bergejolak, kami akan tetap menjalankan 3 M, dan kami akan jadi garda terdepan mempraktekkan hal tersebut. Saat kampanye dan kunjungan kami sangat hati-hati dan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan,” ujar Dolly.

Kedepan apabila terpilih, Dolly akan menggunakan anggaran penanganan covid-19 dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati nomor urut 1, Roby Agusman Harahap, mengatakan karena covid-19 telah menjadi wabah, maka masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan virus tersebut.

“Di luar Satgas kita akan perketat pengawasan dengan melibatkan Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Kalau perlu anggaran penanganan covid-19 akan ditingkatkan,” katanya.(finta rahyuni)