Bobby Nasution–KSAD Resmikan Jembatan Bailey di Nias Selatan, Akses Daerah Terisolir Akhirnya Terbuka

redaksi
11 Mar 2026 18:24
News Sumut 0 1
2 menit membaca

NIAS SELATAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Bailey di Desa Silfalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Selasa (10/3/2026). Jembatan sepanjang 33 meter itu membuka akses masyarakat yang selama ini terhambat.
Jembatan yang dibangun oleh TNI AD tersebut memiliki lebar 3,65 meter dengan kapasitas hingga 10 ton. Struktur rangka baja dengan balok pengapit dipasang untuk memastikan keamanan kendaraan dan warga yang melintas.
Bobby Nasution mengatakan keberadaan jembatan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan beraktivitas, terutama untuk menuju sekolah maupun mengangkut hasil pertanian.

“Ini akan membantu mobilitas dan akses masyarakat kita, termasuk anak-anak yang bersekolah, serta menghubungkan daerah yang sebelumnya terisolir,” kata Bobby Nasution usai peresmian.
Menurut Bobby, wilayah Kepulauan Nias masih membutuhkan banyak pembangunan jembatan karena kondisi geografis yang dipenuhi sungai dan kontur perbukitan. Ia berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus berlanjut.
“Kami bersama para bupati dan wali kota di Kepulauan Nias tentu berharap semakin banyak jembatan dibangun untuk memperlancar mobilitas masyarakat, karena memang sangat dibutuhkan di sini,” ujarnya.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI AD untuk membantu daerah membuka akses masyarakat. Hingga kini, TNI AD telah membangun 220 jembatan di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menilai keberadaan jembatan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian serta akses pendidikan bagi anak-anak.

“Anak-anak jadi tidak susah ke sekolah, tidak perlu basah-basahan. Hasil pertanian juga lebih mudah didistribusikan. Ada yang sebelumnya harus memutar jauh sehingga biaya lebih besar, mudah-mudahan ini bisa membantu,” kata Maruli.
Maruli menambahkan, program pembangunan jembatan tersebut akan terus berlanjut. Saat ini sebanyak 1.076 jembatan lain masih dalam tahap pengerjaan di berbagai daerah.
“Ini perintah Presiden agar kami bisa membantu tiap daerah menyelesaikan persoalan jembatan,” ujarnya. (Reza)