Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah bersama rombongan bertemu Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim dalam rangka penguatan sinergi digitalisasi keuangan daerah, Jumat (27/3/2026). Foto: IST
TANJUNGBALAI, kaldera.id – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sumatera Utara masih terkendala sistem transaksi yang belum sepenuhnya digital. Bank Sumut kini mendorong percepatan digitalisasi sebagai solusi untuk menekan kebocoran dan meningkatkan efisiensi.
Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan transaksi non-tunai dan sistem digital menjadi kunci utama dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Seluruh transaksi, khususnya yang berkaitan dengan PAD, harus non-tunai, real-time, dan terintegrasi,” ujar Heru saat kunjungan kerja ke Pemko Tanjungbalai, Pemkab Asahan, dan Pemkab Batubara, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, sistem manual selama ini berpotensi menimbulkan inefisiensi hingga kebocoran pendapatan daerah. Karena itu, Bank Sumut mendorong percepatan elektronifikasi transaksi melalui berbagai inovasi.
Beberapa langkah yang telah diterapkan antara lain penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, hingga penerapan parkir berlangganan berbasis elektronik.
Selain itu, Bank Sumut juga menghadirkan layanan perbankan langsung di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) guna mempercepat proses transaksi.
“Bank Sumut tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi penggerak ekosistem digital daerah yang menghubungkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha,” kata Heru.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran Bank Sumut dalam mendukung program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di berbagai kabupaten/kota.
Pemerintah daerah pun menyambut dorongan tersebut. Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menilai digitalisasi menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan fiskal.
“Digitalisasi membantu meningkatkan pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan PAD,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar dan Bupati Batubara Baharuddin Siagian yang mendukung percepatan sistem keuangan berbasis digital.
Selain peningkatan PAD, pemerintah daerah juga berharap dukungan Bank Sumut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama untuk penanganan persoalan lingkungan seperti sampah dan banjir.
Digitalisasi keuangan daerah dinilai menjadi langkah krusial agar pendapatan daerah tidak hanya meningkat, tetapi juga lebih transparan dan akuntabel. (Reza)