kegiatan Gerakan Dolanan Olahraga Rakyat (GEDOR) bekerjasama dengan Rumah Qur'an Mas'ud Silalahi
Kegiatan Gerakan Dolanan Olahraga Rakyat (GEDOR) bekerjasama dengan Rumah Qur'an Mas'ud Silalahi.

MEDAN, kaldera.id – Anak-anak membutuhkan ruang kreativitas dan permainan. Terutama permainan yang memiliki nilai, edukasi, filosofis serta budaya demi menjauhkan anak dari pengaruh buruk gadget (gawai).

Demikian disampaikan Ketua Umum Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara Agustin Sastrawan Harahap MPd.

Hal itu dikatakannya dalam kegiatan Gerakan Dolanan Olahraga Rakyat (GEDOR) bekerjasama dengan Rumah Qur’an Mas’ud Silalahi, Jumat (20/11/2020) di Jalan Gaharu Medan Timur.

Bertepatan dengan peringatan hari anak, KPOTI Sumut berupaya memfasilitasi ruang bermain pada anak di sejumlah titik di kabupaten kota yang ada di Sumut.

“Menjadi tanggungjawab KPOTI, kita semua para orangtua untuk menyediakan permainan bagi anak. Ya dalam hal ini permainan yang memiliki nilai kesenian, edukasi dan makna filosofis dalam rangka penguatan nilai kebudayaan serta upaya kita menjauhkan pengaruh buruk gadget,” tegas Agustin.

Agustin juga menjelaskan, serangkaian acara yang digelar tersebut merupakan kegiatan jelang pelantikan pengurus KPOTI Sumut.

“Insyaallah pelantikan pada tanggal 28 November 2020 sekaligus peresmian galeri permainan rakyat oleh Ketum KPOTI Pusat. Pelantikan dilaksanakan di Sekretariat KPOTI Sumut Jalan Sering Nomor 27 Medan,” tegas Mantan Presma Unimed tersebut.

Anak-Anak Butuh Ruang Kreativitas dan Permainan

Saat dolanan olahraga rakyat tersebut, KPOTI Sumut dan Rumah Quran Mas’ud Silalahi mengedukasi kembali pada santri tentang permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Mereka diperkenalkan dengan permainan seperti enggrang, terompah, pecah piring dan engklek. Dan anak-anak tersebut sangat antusias serta bersemangat memainkan permainan dan olahraga rakyat tersebut.

Sejatinya KPOTI hadir tidak untuk berbicara kepentingan politik melainkan dibangun untuk memfasilitasi masyarakat khususnya anak pada ruang kreativitas seni, minat dan bakat. Di samping itu semua, ada nilai-nilai kebersamaan, kebangsaan agar mereka cinta tanah air yang taat pada agama, nusa dan bangsa,” tandas Agustin.

Di sisi lain, KPOTI Sumut juga berharap ke depannya Rumah Qur’an Mas’ud Silalahi akan memfasilitasi anak Remaja dan Pemuda untuk Balai Pelatihan.

“Dengan harapan di sini nanti akan banyak kegiatan-kegiatan yang dapat bermanfaat bagi umat, bangsa dan agama. Bismillah. Salam KPOTI, Lestari Budayaku Bugar Bangsaku,” tukas Agustin.(rel/rani)