Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 07 Jan 2026
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Komisi 4 Minta Dinas SDABMBK Pastikan Semua Drainase Bebas Sampah dan Lumpur
Komisi 4 Minta Tindak Tegas Oknum ASN Rangkap Jadi Calo PBG
Komisi 4 Emosi, Pemko Medan Anggarkan Pelebaran Jalan untuk Kepentingan Warga Citraland
Dua Tahun Lagi Medan Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Komisi 4 Minta Dinas SDABMBK Pastikan Semua Drainase Bebas Sampah dan Lumpur
Komisi 4 Minta Tindak Tegas Oknum ASN Rangkap Jadi Calo PBG
Komisi 4 Emosi, Pemko Medan Anggarkan Pelebaran Jalan untuk Kepentingan Warga Citraland
Dua Tahun Lagi Medan Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi, Kemiskinan Dan Pertumbuhan Tinggi

redaksi
28 Agu 2023 07:40
Medan Opini 0 511
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SEPANJANG bulan ini saya mengikuti focus grup discussion (FGD) yang topiknya sama. Sudah dilakukan lima kali dengan tema mengendalikan inflasi melalui islamic social finance. Ini topik menarik tentu saja. Kenapa? Seperti yang kita fahami bersama seluruh aktivitas dijalankan secara konvensional sehingga inflasi menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perekonomian.

Walikota Medan, Bobby Nasution
Baca Juga
Ajak Bangkitkan UMKM, Bobby Imbau BUMN Terus Beri Pendampingan
03 Jun 2024

Inflasi diterjermahkan sebagai kenaikan harga barang secara terus menerus pada kurun waktu tertentu. Inflasi itu akan terjadi dengan dorongan dua faktor. Pertama cost push inflation (inflasi karena dorongan biaya produksi) dan demand full inflation (inflasi karena permintaan terhadap suatu barang).

Sehingga teori permintaan dan penawaran yang muncul dalam konteks ekonomi mikro pun adalah teori konvensional. Ketika harga barang naik maka jumlah barang yang dibeli akan berkurang dan dari sisi penawaran ketika harga barang naik, produsen akan menambah jumlah barangnya di pasar. Keduanya disebut berslope negatif dan positif.

Arah teori pun mengatakan jika inflasi terus tinggi maka akan menambah jumlah orang miskin. Nah ukuran kemiskinan dan inflasi ini, sangat baik dipaparkan oleh Ustad Hidayatullah, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS yang menjadi keynote speech dalam setiap FGD. Saya tertarik mengikuti alur fikir ustad ini karena dia bisa mengaitkan hubungan ekonomi konvensional dan bahaya yang muncul dari praktik itu lewat sisi religi.

Menteri Komdigi Meutya Hafid bersama Wagubsu Surya.
Baca Juga
Pemprov Sumut Sediakan Internet Gratis di Sekolah, Wagub Surya: Untuk Memperkecil Kesenjangan Digital
13 Des 2025

Apa katanya? Dia sampaikan sebenarnya ekonomi yang kita jalankan saat ini penuh ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi terus naik namun harga barang pun tak terbendung. Dulu di tahun 1970 an harga beras misanya masih di kisaran Rp50 per kg. Sekarang sudah menjadi RP12.500. Begitu juga dengan harga emas. Tahun 70-an tiap satu dolar AS itu masih Rp250 sekarang sudah jadi Rp15 ribu. Belum lagi harga bahan bakar serta komoditas lainnya.

Yang paling merasakan inflasi pasti orang miskin. Coba kita lihat, ketika inflasi tinggi maka 26 juta rakyat miskin akan terimbas. Ingat juga bahwa ukuran kemiskinan kita adalah yang berpenghasilan Rp520 ribu sebulan. Artinya yang punya penghasilan di atas Rp17 ribu sehari dianggap tak miskin lagi. Padahal beli sarapan pagi saja sudah habis Rp10 ribu.

Angka kemiskinan kita bisa di angka 26 juta karena batas kriteria penduduk miskin hanya Rp17 ribu per hari. Coba kalau dinaikkan dengan standar bank dunia yang menyatakan penduduk miskin adalah yang penghasilannya di bawah dua dolar AS per hari, maka setengah dari jumlah penduduk kita adalah miskin. Ini menyiratkan semakin rendah angka penghasilan penduduk miskin semakin rendah pula jumlah penduduk miskin. Jadi tinggal utak-atik kriteria penghasilan saja apakah penduduk miskin kita mau dinaikkan atau diturunkan.

Siapa yang paling terimbas dengan inflasi? Yang pasti rakyat menengah ke bawah dan penduduk miskin. Sebab 70 persen ekonomi Indonesia ini dikuasai 2 persen penduduk. Artinya yang punya simpanan miliaran di bank atau skala ekonominya di atas, tak perduli dengan inflasi.

Mereka yang paling terimbas adalah petani, nelayan, serta warga yang selalu menghadapi kesulitan hidup. Menurut Hidayatullah, harus diakui ekonomi negara ini memang terus tumbuh. Tapi yang menjadi catatan penting pertumbuhan yang luar biasa justru meninggalkan kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Bisa dilihat misalnya di Sumut dengan PDRB yang mencapai Rp995 triliun kalau dibagi dengan jumlah penduduk maka PDRB per kapita itu sekira Rp63 juta per tahun. Sedangkan di Medan, dengan PDRB Rp280 triliun maka setiap penduduk harusnya punya pendapatan per kapita Rp112 juta. Tapi di sini ada ketimpangan. Sumut misalnya masih ada 1,2 juta orang miskin.

Yang cacat logika dari angka-angka itu adalah pertumbuhan PDRB yang tinggi ternyata menyisakan orang miskin yang penghasilannya dihitung Rp520 ribu tadi. Secara nalar, saya sebenarnya bisa mencerna semua paparan yang disampaikan Ustad Hidayatullah yang menggambarkan fenomena inflasi, kemiskinan dan pertumbuhan tinggi sebagai sesuatu yang absurd.

Dia bisa memaparkan fakta tersebut dengan sangat umum dan mudah difahami. Artinya perlu ada terobosan untuk mengatasi inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bernarkah inflasi mengkhawatirkan kita? Tahun lalu inflasi Sumut itu di angka 6,12 persen atau di atas angka nasional. Maka wajar dalam berbagai forum Gubernur Sumut meminta semua pihak mengambil peran untuk mengatasinya. Lalu dari fokus grup diskusi itu apa solusi yang bisa dilakukan?

Mengakumulasi potensi Islamic social finance (ISF) adalah bagian penting untuk menguatkan ekonomi umat. Walau seluruh aktivitas ekonomi dijalankan secara konvensional tapi ada celah di potensi dana keumatan yang bisa diharapkan menjadi stimulus agar dampak inflasi terhadap penduduk miskin bisa dikendalikan. Dan itu akan saya ulas dilanjutan tulisan berikutnya.

Armin nasutionfocus grup discussion (FGD)Inflasiislamic social finance
Pos Terkait
Sudah 26 Kali Beraksi, 4 Jambret Ini Baru Dibui
10 Jabatan Eselon II Pemprov Sumut masih Lowong
Dukung Peningkatan Penerimaan Pajak Kota Medan, Bank Sumut Buka Loket Bersama
Kapten Van Dijk Terancam Jackson, Liverpool Optimis Menatap Chelsea
PON 2024, IMI Sumut Incar 4 Medali Emas di Nomor Grasstrack dan Standard
Pinalti Salah Selamatkan Liverpool Raih Tiga Poin, Man City Berpesta di Etihad

Pos Terkait

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto
5 tahun  lalu
Kebanyakan Pelaksana Tugas, Realisasi Program Pemprovsu Timpang
Korea Selatan sudah melansir nama 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2022 Qatar. Son Heung-min yang sempat diragukan akhirnya diangkut!
3 tahun  lalu
Skuad Korsel: Masih Cedera, Son Tetap Dibawa ke Piala Dunia 2022
Polda Sumatera Utara memaparkan hasil pengungkapan tindak pidana narkotika dari tiga polres jajaran, yakni Polresta Deliserdang, Polres Serdangbedagai, dan Polres Tebing Tinggi. Paparan digelar di Mapolres Tebing Tinggi pada Kamis (2/10/2025).
3 bulan  lalu
Polda Sumut Ungkap 862 Kasus Narkotika, Selamatkan Lebih dari Satu Juta Jiwa
Gelandang serang Tottenham Hotspur, Dele Alli.
5 tahun  lalu
Canda Dele Alli soal Virus Corona Terancam Sanksi FA
Sampaikan Keberatan, Evi Ginting dan Ketua KPU RI Datangi DKPP
5 tahun  lalu
Sampaikan Keberatan, Evi Ginting dan Ketua KPU RI Datangi DKPP
Pemain Lazio, Zacagni melepaskan tembakan ke arah gawang Juventus ketika keduanya bertemu di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (9/4/2023). Dalam laga ini Lazio menang 2-1 dan Zaccagni mencetak satu gol. Foto:Reuters
2 tahun  lalu
Menang 2-1 Atas Juventus di Olimpico, Lazio Mantap di Posisi Runner Up Klasemen Sementara

Trending

01.
1 hari  lalu
Hasil Pleno, Jadwal Musda Golkar Sumut Dibawa ke Bahlil
02.
6 hari  lalu
Status Perseroda Disetujui, Bank Sumut Perluas Peran Pembiayaan dan Layanan Publik
03.
4 hari  lalu
Duel Sengit Papan Tengah: PSMS Medan Tantang Persikad Depok di Pakansari
04.
5 hari  lalu
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
05.
4 hari  lalu
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Komisi 4 Minta Tindak Tegas Oknum ASN Rangkap Jadi Calo PBG
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Komisi 4 Minta Dinas SDABMBK Pastikan Semua Drainase Bebas Sampah dan Lumpur
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya