Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Senin, 06 Jul 2026
Al Washliyah Medan Dukung Perpres No 111/2025, Dorong Lahirnya Perda Larangan Aktivitas LGBTQ di Kota Medan
Mata Deli Diluncurkan, Keamanan Dipantau Sampai dalam Gang
Gol Penalti Mbappe Singkirkan Paraguay di Babak 16 Besar
Rekor Buruk Lawan Norwegia Bayangi Brasil di Babak 16 Besar
Ketajaman Harry Kane Diuji Runtuhkan Tembok Pertahanan Meksiko
Harga Tiket Masuk PRSU ke-50 Kemahalan, Masyarakat Harap Gubsu Turun Tangan
Pecahkan Rekor Dunia Kulcapi, Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan
Dua Gol Ounahi Menangkan Maroko 3-0 atas Kanada
Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti, Mesir Tantang Argentina di 16 Besar
Deli Serdang-Bandung Teken MoU, Fokus Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Strategis
Al Washliyah Medan Dukung Perpres No 111/2025, Dorong Lahirnya Perda Larangan Aktivitas LGBTQ di Kota Medan
Mata Deli Diluncurkan, Keamanan Dipantau Sampai dalam Gang
Gol Penalti Mbappe Singkirkan Paraguay di Babak 16 Besar
Rekor Buruk Lawan Norwegia Bayangi Brasil di Babak 16 Besar
Ketajaman Harry Kane Diuji Runtuhkan Tembok Pertahanan Meksiko
Harga Tiket Masuk PRSU ke-50 Kemahalan, Masyarakat Harap Gubsu Turun Tangan
Pecahkan Rekor Dunia Kulcapi, Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan
Dua Gol Ounahi Menangkan Maroko 3-0 atas Kanada
Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti, Mesir Tantang Argentina di 16 Besar
Deli Serdang-Bandung Teken MoU, Fokus Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Strategis
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Inflasi, Kemiskinan Dan Pertumbuhan Tinggi

redaksi
28 Agu 2023 07:40
Medan Opini 0 679
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SEPANJANG bulan ini saya mengikuti focus grup discussion (FGD) yang topiknya sama. Sudah dilakukan lima kali dengan tema mengendalikan inflasi melalui islamic social finance. Ini topik menarik tentu saja. Kenapa? Seperti yang kita fahami bersama seluruh aktivitas dijalankan secara konvensional sehingga inflasi menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perekonomian.

Para pemain Napoli merayakan gol Kvaratskhelia ke gawang Atalanta di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu (12/3/2023). Dalam laga itu Napoli menang 2-0.Foto: Reuters
Baca Juga
Taklukkan Atalanta 2 Gol, Napoli Semakin Menjauh Dari Para Pesaing
12 Mar 2023

Inflasi diterjermahkan sebagai kenaikan harga barang secara terus menerus pada kurun waktu tertentu. Inflasi itu akan terjadi dengan dorongan dua faktor. Pertama cost push inflation (inflasi karena dorongan biaya produksi) dan demand full inflation (inflasi karena permintaan terhadap suatu barang).

Sehingga teori permintaan dan penawaran yang muncul dalam konteks ekonomi mikro pun adalah teori konvensional. Ketika harga barang naik maka jumlah barang yang dibeli akan berkurang dan dari sisi penawaran ketika harga barang naik, produsen akan menambah jumlah barangnya di pasar. Keduanya disebut berslope negatif dan positif.

Arah teori pun mengatakan jika inflasi terus tinggi maka akan menambah jumlah orang miskin. Nah ukuran kemiskinan dan inflasi ini, sangat baik dipaparkan oleh Ustad Hidayatullah, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS yang menjadi keynote speech dalam setiap FGD. Saya tertarik mengikuti alur fikir ustad ini karena dia bisa mengaitkan hubungan ekonomi konvensional dan bahaya yang muncul dari praktik itu lewat sisi religi.

Plt Walikota Medan Aulia Rachman menginginkan ada langkah konkret dilakukan untuk mengatasi permasalahan stunting di Kota Medan.
Baca Juga
Plt Walikota Medan Ingin Langkah Konkret Atasi Stunting
13 Nov 2024

Apa katanya? Dia sampaikan sebenarnya ekonomi yang kita jalankan saat ini penuh ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi terus naik namun harga barang pun tak terbendung. Dulu di tahun 1970 an harga beras misanya masih di kisaran Rp50 per kg. Sekarang sudah menjadi RP12.500. Begitu juga dengan harga emas. Tahun 70-an tiap satu dolar AS itu masih Rp250 sekarang sudah jadi Rp15 ribu. Belum lagi harga bahan bakar serta komoditas lainnya.

Yang paling merasakan inflasi pasti orang miskin. Coba kita lihat, ketika inflasi tinggi maka 26 juta rakyat miskin akan terimbas. Ingat juga bahwa ukuran kemiskinan kita adalah yang berpenghasilan Rp520 ribu sebulan. Artinya yang punya penghasilan di atas Rp17 ribu sehari dianggap tak miskin lagi. Padahal beli sarapan pagi saja sudah habis Rp10 ribu.

Angka kemiskinan kita bisa di angka 26 juta karena batas kriteria penduduk miskin hanya Rp17 ribu per hari. Coba kalau dinaikkan dengan standar bank dunia yang menyatakan penduduk miskin adalah yang penghasilannya di bawah dua dolar AS per hari, maka setengah dari jumlah penduduk kita adalah miskin. Ini menyiratkan semakin rendah angka penghasilan penduduk miskin semakin rendah pula jumlah penduduk miskin. Jadi tinggal utak-atik kriteria penghasilan saja apakah penduduk miskin kita mau dinaikkan atau diturunkan.

Siapa yang paling terimbas dengan inflasi? Yang pasti rakyat menengah ke bawah dan penduduk miskin. Sebab 70 persen ekonomi Indonesia ini dikuasai 2 persen penduduk. Artinya yang punya simpanan miliaran di bank atau skala ekonominya di atas, tak perduli dengan inflasi.

Mereka yang paling terimbas adalah petani, nelayan, serta warga yang selalu menghadapi kesulitan hidup. Menurut Hidayatullah, harus diakui ekonomi negara ini memang terus tumbuh. Tapi yang menjadi catatan penting pertumbuhan yang luar biasa justru meninggalkan kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Bisa dilihat misalnya di Sumut dengan PDRB yang mencapai Rp995 triliun kalau dibagi dengan jumlah penduduk maka PDRB per kapita itu sekira Rp63 juta per tahun. Sedangkan di Medan, dengan PDRB Rp280 triliun maka setiap penduduk harusnya punya pendapatan per kapita Rp112 juta. Tapi di sini ada ketimpangan. Sumut misalnya masih ada 1,2 juta orang miskin.

Yang cacat logika dari angka-angka itu adalah pertumbuhan PDRB yang tinggi ternyata menyisakan orang miskin yang penghasilannya dihitung Rp520 ribu tadi. Secara nalar, saya sebenarnya bisa mencerna semua paparan yang disampaikan Ustad Hidayatullah yang menggambarkan fenomena inflasi, kemiskinan dan pertumbuhan tinggi sebagai sesuatu yang absurd.

Dia bisa memaparkan fakta tersebut dengan sangat umum dan mudah difahami. Artinya perlu ada terobosan untuk mengatasi inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bernarkah inflasi mengkhawatirkan kita? Tahun lalu inflasi Sumut itu di angka 6,12 persen atau di atas angka nasional. Maka wajar dalam berbagai forum Gubernur Sumut meminta semua pihak mengambil peran untuk mengatasinya. Lalu dari fokus grup diskusi itu apa solusi yang bisa dilakukan?

Mengakumulasi potensi Islamic social finance (ISF) adalah bagian penting untuk menguatkan ekonomi umat. Walau seluruh aktivitas ekonomi dijalankan secara konvensional tapi ada celah di potensi dana keumatan yang bisa diharapkan menjadi stimulus agar dampak inflasi terhadap penduduk miskin bisa dikendalikan. Dan itu akan saya ulas dilanjutan tulisan berikutnya.

Armin nasutionfocus grup discussion (FGD)Inflasiislamic social finance
Pos Terkait
Ditangkap Polisi, Anggota DPRD Labura hanya Satu yang Punya Inisial PG
Pertambangan Eksis, Bagaimana Perlindungan Orangutan dan Flora Langka di Batang Toru?
Mahendra Siregar: GTF Leaders Summit Asia Jadi Konferensi Internasional Pertama di Asia
Gus Irawan Ingatkan Bea Cukai Perketat Pintu Masuk Barang Pasca Pandemi
HMJ Kessos FISIP UMSU Gagas "Kencleng BaPer" untuk Warga Terdampak Covid-19
Kejari Medan Tahan Eks Pejabat PD Pasar Soal Korupsi Sewa Pasar Lau Cih

Pos Terkait

Pelari Indonesia berhasil mendominasi dari nomor Lari Gawang Putra Kejuaraan Atletik U18-U20 se Asia Tenggara di Stadion Madya Atletik Sumut KomplekSport Centre,Sabtu (15/11/2025). Foto: dokumen Dinas Kominfo Sumut
7 bulan  lalu
Brian dan Anugerah Persembahkan Emas untuk Kontingen Indonesia dari Lari Gawang
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution berdialog dengan pedagang sembako di Pasar Sukaramai, Medan, Kamis (18/12/2025). Foto: (Reza Sahab/kaldera.id)
6 bulan  lalu
Cek Harga Komoditi di Pasar Tradisional, Gubernur Sumut Temukan Kenaikan Harga Ayam dan Cabai Rawit
Pinjaman online (pinjol) ilegal
2 tahun  lalu
Terkait Pinjol Ilegal, OJK Minta Perbankan Blokir Lebih Dari 85 Rekening
Sebuah potongan video anggota Pramuka joget diiringin musik dunia gemerlap (dugem) menyebar di media sosial.
3 tahun  lalu
Potongan Video Beredar, Tokoh Pemuda Sumut Kecam Arena Jamdasu Ada Musik ala Dugem
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
5 tahun  lalu
Kemenhub Tidak Larang Untuk Mudik Tahun Ini
Ribuan warga Medan yang mengikuti program mudik gratis bareng Pemko kembali diberangkatkan di hari kedua. Pelepasan hari kedua dilakukan langsung Walikota Medan, Bobby Nasution di Jalan SM Raja, tepatnya samping Masjid Raya Al Mashun, Medan, Minggu (7/4/2024).
2 tahun  lalu
Bobby Nasution Berangkatkan 6.060 Pemudik Gratis Pemko Medan

Trending

01.
4 hari  lalu
Jadi Tuan Rumah HUT APKASI, Deli Serdang Promosikan Investasi dan UMKM
02.
4 hari  lalu
Wakil Wali Kota Ajak Pakar Perencana Susun Cetak Biru Kota Tangguh Masa Depan
03.
4 hari  lalu
Rakernas APEKSI 2026 Diproyeksikan Putar Ekonomi Medan hingga Rp72,3 Miliar
04.
6 hari  lalu
Singa Atlas Mengaum, Belanda Terancam Jadi Korban Berikutnya
05.
5 hari  lalu
Gol Martinelli Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dua Gol Ounahi Menangkan Maroko 3-0 atas Kanada
Pecahkan Rekor Dunia Kulcapi, Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan
Ketajaman Harry Kane Diuji Runtuhkan Tembok Pertahanan Meksiko
Harga Tiket Masuk PRSU ke-50 Kemahalan, Masyarakat Harap Gubsu Turun Tangan
Rekor Buruk Lawan Norwegia Bayangi Brasil di Babak 16 Besar
Home Trending Cari Bagikan Lainnya