Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Senin, 05 Okt 2026
RS Mulai Penuh, DPRD Medan Desak Dinkes Bergerak Cepat Tekan Lonjakan Influenza A
Rico Waas Dorong Al Washliyah Perkuat Pendidikan dan Pembinaan Generasi Muda
Javi Hattrick! PSMS Medan Bantai Persikad 4-0, Rebut Puncak Klasemen Championship
Gus Irawan Sambut Hangat Kepala BGN Sudaryono Di Kualanamu
Rico Waas Siapkan Solusi Banjir Beringin, Target Pasang 10.000 CCTV di Medan
Bobby Minta Kader Gerindra Kawal Program Prabowo hingga ke Akar Rumput
Bupati Jajaki Skema KPBU untuk Penerangan Jalan, Deli Serdang Bidik Realisasi 2027
Deli Serdang-Sergai Bahas Batas Wilayah, Perbedaan Peta Kemendagri dan BIG Jadi Sorotan
Rico Waas Tantang ICMI Muda Medan Buktikan Kerja Nyata untuk Masyarakat
Sonny Irawan jadi Kapolda Sumut, Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya
RS Mulai Penuh, DPRD Medan Desak Dinkes Bergerak Cepat Tekan Lonjakan Influenza A
Rico Waas Dorong Al Washliyah Perkuat Pendidikan dan Pembinaan Generasi Muda
Javi Hattrick! PSMS Medan Bantai Persikad 4-0, Rebut Puncak Klasemen Championship
Gus Irawan Sambut Hangat Kepala BGN Sudaryono Di Kualanamu
Rico Waas Siapkan Solusi Banjir Beringin, Target Pasang 10.000 CCTV di Medan
Bobby Minta Kader Gerindra Kawal Program Prabowo hingga ke Akar Rumput
Bupati Jajaki Skema KPBU untuk Penerangan Jalan, Deli Serdang Bidik Realisasi 2027
Deli Serdang-Sergai Bahas Batas Wilayah, Perbedaan Peta Kemendagri dan BIG Jadi Sorotan
Rico Waas Tantang ICMI Muda Medan Buktikan Kerja Nyata untuk Masyarakat
Sonny Irawan jadi Kapolda Sumut, Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Inflasi, Kemiskinan Dan Pertumbuhan Tinggi

redaksi
28 Agu 2023 07:40
Medan Opini 0 781
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SEPANJANG bulan ini saya mengikuti focus grup discussion (FGD) yang topiknya sama. Sudah dilakukan lima kali dengan tema mengendalikan inflasi melalui islamic social finance. Ini topik menarik tentu saja. Kenapa? Seperti yang kita fahami bersama seluruh aktivitas dijalankan secara konvensional sehingga inflasi menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perekonomian.

Gubsu Edy Rahmayadi dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat bertemu beberapa waktu lalu. Nova mengalami kecelakaan hingga patah tulang, di mana ia seharusnya akan menerima pataka PON 2024 bersama Edy Rahmayadi di Papua beberapa hari lagi.
Baca Juga
Gubernur Aceh Patah Tulang, Harusnya ke Papua Terima Pataka PON 2024 Bersama Edy Rahmayadi
09 Okt 2021

Inflasi diterjermahkan sebagai kenaikan harga barang secara terus menerus pada kurun waktu tertentu. Inflasi itu akan terjadi dengan dorongan dua faktor. Pertama cost push inflation (inflasi karena dorongan biaya produksi) dan demand full inflation (inflasi karena permintaan terhadap suatu barang).

Sehingga teori permintaan dan penawaran yang muncul dalam konteks ekonomi mikro pun adalah teori konvensional. Ketika harga barang naik maka jumlah barang yang dibeli akan berkurang dan dari sisi penawaran ketika harga barang naik, produsen akan menambah jumlah barangnya di pasar. Keduanya disebut berslope negatif dan positif.

HUT RI TAPSEL

Arah teori pun mengatakan jika inflasi terus tinggi maka akan menambah jumlah orang miskin. Nah ukuran kemiskinan dan inflasi ini, sangat baik dipaparkan oleh Ustad Hidayatullah, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS yang menjadi keynote speech dalam setiap FGD. Saya tertarik mengikuti alur fikir ustad ini karena dia bisa mengaitkan hubungan ekonomi konvensional dan bahaya yang muncul dari praktik itu lewat sisi religi.

Ilustrasi belanja online
Baca Juga
Urgensi Etika Bisnis Bagi Online Shop: Pendekatan Konvensional
10 Des 2022

Apa katanya? Dia sampaikan sebenarnya ekonomi yang kita jalankan saat ini penuh ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi terus naik namun harga barang pun tak terbendung. Dulu di tahun 1970 an harga beras misanya masih di kisaran Rp50 per kg. Sekarang sudah menjadi RP12.500. Begitu juga dengan harga emas. Tahun 70-an tiap satu dolar AS itu masih Rp250 sekarang sudah jadi Rp15 ribu. Belum lagi harga bahan bakar serta komoditas lainnya.

Yang paling merasakan inflasi pasti orang miskin. Coba kita lihat, ketika inflasi tinggi maka 26 juta rakyat miskin akan terimbas. Ingat juga bahwa ukuran kemiskinan kita adalah yang berpenghasilan Rp520 ribu sebulan. Artinya yang punya penghasilan di atas Rp17 ribu sehari dianggap tak miskin lagi. Padahal beli sarapan pagi saja sudah habis Rp10 ribu.

Angka kemiskinan kita bisa di angka 26 juta karena batas kriteria penduduk miskin hanya Rp17 ribu per hari. Coba kalau dinaikkan dengan standar bank dunia yang menyatakan penduduk miskin adalah yang penghasilannya di bawah dua dolar AS per hari, maka setengah dari jumlah penduduk kita adalah miskin. Ini menyiratkan semakin rendah angka penghasilan penduduk miskin semakin rendah pula jumlah penduduk miskin. Jadi tinggal utak-atik kriteria penghasilan saja apakah penduduk miskin kita mau dinaikkan atau diturunkan.

Siapa yang paling terimbas dengan inflasi? Yang pasti rakyat menengah ke bawah dan penduduk miskin. Sebab 70 persen ekonomi Indonesia ini dikuasai 2 persen penduduk. Artinya yang punya simpanan miliaran di bank atau skala ekonominya di atas, tak perduli dengan inflasi.

Mereka yang paling terimbas adalah petani, nelayan, serta warga yang selalu menghadapi kesulitan hidup. Menurut Hidayatullah, harus diakui ekonomi negara ini memang terus tumbuh. Tapi yang menjadi catatan penting pertumbuhan yang luar biasa justru meninggalkan kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Bisa dilihat misalnya di Sumut dengan PDRB yang mencapai Rp995 triliun kalau dibagi dengan jumlah penduduk maka PDRB per kapita itu sekira Rp63 juta per tahun. Sedangkan di Medan, dengan PDRB Rp280 triliun maka setiap penduduk harusnya punya pendapatan per kapita Rp112 juta. Tapi di sini ada ketimpangan. Sumut misalnya masih ada 1,2 juta orang miskin.

Yang cacat logika dari angka-angka itu adalah pertumbuhan PDRB yang tinggi ternyata menyisakan orang miskin yang penghasilannya dihitung Rp520 ribu tadi. Secara nalar, saya sebenarnya bisa mencerna semua paparan yang disampaikan Ustad Hidayatullah yang menggambarkan fenomena inflasi, kemiskinan dan pertumbuhan tinggi sebagai sesuatu yang absurd.

Dia bisa memaparkan fakta tersebut dengan sangat umum dan mudah difahami. Artinya perlu ada terobosan untuk mengatasi inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bernarkah inflasi mengkhawatirkan kita? Tahun lalu inflasi Sumut itu di angka 6,12 persen atau di atas angka nasional. Maka wajar dalam berbagai forum Gubernur Sumut meminta semua pihak mengambil peran untuk mengatasinya. Lalu dari fokus grup diskusi itu apa solusi yang bisa dilakukan?

Mengakumulasi potensi Islamic social finance (ISF) adalah bagian penting untuk menguatkan ekonomi umat. Walau seluruh aktivitas ekonomi dijalankan secara konvensional tapi ada celah di potensi dana keumatan yang bisa diharapkan menjadi stimulus agar dampak inflasi terhadap penduduk miskin bisa dikendalikan. Dan itu akan saya ulas dilanjutan tulisan berikutnya.

Armin nasutionfocus grup discussion (FGD)Inflasiislamic social finance
Pos Terkait
Besok Pendaftaran SNMPTN Dibuka, Pengumuman Lulusnya 4 April 2020
Wakil Bupati Lantik 21 Pejabat Administrator dan Fungsional
Terbang Perdana KNO-Kualalumpur, Batik Air Gandeng Tourism Malaysia Medan
Bobby dan Jajaran Kepala OPD Lingkungan Pemko Medan Serahkan Zakat Harta Melalui Baznas
Gus Irawan Motivasi Atlet Paralayang Asal Tapsel yang Bertanding PON 2024
Panggung Apresiasi, Barometer Berkreasi di Masa Pandemi

Pos Terkait

Pemain PSMS Medan dan Bekasi City melakukan perebutan bola di udara ketika kedua tim bertemu dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Patriot, Minggu (9/11/2025) malam. Dalam laga tersebut PSMS Medan kalah 0-1. Foto: IST
10 bulan  lalu
Gol Tunggal Renan Silva Menangkan Bekasi City Atas PSMS Medan
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengatakan bahwa permainan dan olahraga tradisional harus terus dilestarikan.
3 tahun  lalu
Permainan dan Olahraga Tradisional Wajib Dilestarikan, Wagub Apresiasi PKD Sumut
Setiap budaya mempunyai ciri khas tertentu, mulai dari acaranya atau ritual yang terjadi pada saat proses upacara berlangsung. Salah satunya tradisi unik suku Batak yakni Mangongkal Holi.
3 tahun  lalu
Mangongkal Holi, Upacara Membongkar Kembali Tulang Belulang Orang Sudah Meninggal Tradisi Suku Batak
1 tahun  lalu
Inalum Raih Pencapaian Tertinggi, Perkuat Peran dalam Pemenuhan Aluminium untuk Indonesia
Upacara Hari Peringatan HUT ke-79 Bhayangkara di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Selasa (1/7/2025).
1 tahun  lalu
HUT ke-79 Bhayangkara, Bobby Nasution Harap Polda Sumut Terus Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat
Tim Polisi Hutan (Polhut) Dinas Kehutanan Sumatera Utara (Sumut) berhasil melakukan penangkapan truk berisi 17 Ton getah pinus ilegal.
5 tahun  lalu
Dishut Sumut Amankan Truk Berisi 17 Ton Getah Pinus Ilegal


Trending

01.
3 hari  lalu
Medan Mulai Terang, 1.000 LPJU Dibangun Tahun Ini
02.
2 hari  lalu
PSMS Bidik Puncak Klasemen, Eko Purdjianto Siap Hentikan Laju Sempurna Persikad
03.
1 hari  lalu
Sonny Irawan jadi Kapolda Sumut, Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya
04.
1 hari  lalu
Javi Hattrick! PSMS Medan Bantai Persikad 4-0, Rebut Puncak Klasemen Championship
05.
1 hari  lalu
Bobby Minta Kader Gerindra Kawal Program Prabowo hingga ke Akar Rumput

a

a

a

a

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
RS Mulai Penuh, DPRD Medan Desak Dinkes Bergerak Cepat Tekan Lonjakan Influenza A
Rico Waas Dorong Al Washliyah Perkuat Pendidikan dan Pembinaan Generasi Muda
Home Trending Cari Bagikan Lainnya