Dampak Banjir Medan, 85.591 Warga Mengungsi, Pemko Fokus Evakuasi dan Distribusi Logistik

redaksi
30 Nov 2025 13:13
Medan News 0 2
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera id – Pemko Medan terus memperkuat penanganan darurat banjir besar yang melanda hampir seluruh kecamatan sejak 27 November 2025.

Hingga Sabtu (29/11/2025) pagi, tercatat 85.591 jiwa mengungsi dari 514 titik banjir ke 305 lokasi pengungsian, meliputi rumah ibadah, kantor kecamatan, dan kantor kelurahan.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menjelaskan banjir terjadi akibat cuaca ekstrem yang berlangsung sejak 26 November malam.

“Mulai tanggal 26 malam hingga 27 dan 28, kita mengalami kondisi cuaca yang cukup buruk yang menyebabkan banjir menyeluruh dan berdampak cukup banyak kepada masyarakat,” ujar Rico Waas usai melakukan pertemuan dengan PLN dan Pertamina.

Pada 27 November, Pemko Medan mengerahkan seluruh camat, lurah, BPBD, relawan, TNI, dan Polri untuk melakukan evakuasi awal.

Evakuasi besar-besaran berlangsung pada malam hari hingga dini hari 28 November, terutama di Kecamatan Medan Helvetia, termasuk kawasan Gaperta Ujung.

“Warga yang terdampak di Helvetia cukup besar, sekitar 20-an ribu jiwa,” kata Rico.

Ketika genangan di Helvetia mulai surut, banjir justru meningkat di wilayah Medan Utara, meliputi Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Belawan.

Tingginya debit air dan putusnya jaringan komunikasi menjadi kendala utama dalam proses penanganan.

“Sinyal komunikasi di Marelan dan Labuhan putus, sehingga proses evakuasi maupun pemberian bantuan agak terkendala,” jelas Wali Kota.

Pemko Medan menegaskan fokus utama saat ini adalah evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Posko siaga banjir telah diaktifkan di seluruh kantor kecamatan, sementara call center 112 beroperasi 24 jam untuk menerima laporan masyarakat.

Sebanyak 157 dapur umum juga didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi. Kecamatan Medan Deli menjadi wilayah dengan dapur umum terbanyak, yakni 45 titik.

Di tengah penanganan banjir, Pemko Medan juga menangani gangguan listrik dan kelangkaan BBM. PLN melaporkan lima gardu induk terendam sehingga menyebabkan pemadaman di sejumlah kawasan.

“Namun perlahan-lahan sudah mulai membaik,” ujar Rico.

Sementara itu, Pertamina menjelaskan distribusi BBM terhambat akibat angin kencang di Belawan dan Labuhan yang menunda kapal pengangkut BBM untuk berlabuh.

“Stok BBM sejatinya cukup, hanya saja penyampaiannya yang terkendala. Jadi mohon tidak panik buying agar pembagiannya bisa merata,” imbau Wali Kota.

Pemko Medan memastikan seluruh jajaran tetap siaga hingga kondisi benar-benar pulih. Koordinasi dengan TNI, Polri, PLN, dan Pertamina terus dilakukan untuk mempercepat penanganan. Warga juga diimbau tetap tenang dan mengutamakan keselamatan.

Untuk laporan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center Siaga Banjir 112. (Reza)