Bertemu Wamenkes, Wakil Wali Kota Medan Amankan Alat Medis Strategis untuk RSU Pirngadi

redaksi
20 Jan 2026 18:38
Medan News 0 2
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Upaya Pemerintah Kota Medan membenahi layanan kesehatan mulai menunjukkan hasil konkret.

Usai pertemuan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, RSUD dr Pirngadi Medan dipastikan akan menerima sejumlah alat medis strategis berteknologi tinggi untuk memperkuat layanan rujukan dan penanganan penyakit berat.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026), dan menjadi langkah lanjutan Pemko Medan setelah sebelumnya memperoleh dukungan revitalisasi fisik RSUD Pirngadi dari Kementerian PUPR.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Kesehatan menyetujui pemberian alat kesehatan utama seperti Cathlab, CT Scan, serta Imunohistokimia (IHK) yang digunakan untuk pemeriksaan jaringan kanker.

Alat-alat tersebut dijadwalkan mulai tiba dan dapat dioperasikan pada Februari 2026.

“Ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Kami memastikan RSUD Pirngadi mendapatkan alat kesehatan strategis agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar meningkat,” ujar Zakiyuddin Harahap.

Ia menegaskan, pengadaan alat medis ini menjadi jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Kota Medan, khususnya untuk penanganan penyakit jantung, kanker, dan kasus-kasus yang membutuhkan diagnosis presisi tinggi.

Selama ini, keterbatasan alat membuat pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain, bahkan ke luar daerah.

Zakiyuddin menyebut, dukungan alat kesehatan tersebut sejalan dengan rencana pembangunan dan pengembangan gedung RSUD Pirngadi yang akan dibiayai Kementerian PUPR.

Dengan infrastruktur yang diperbarui dan peralatan medis yang lengkap, RSUD Pirngadi ditargetkan mampu memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Utara.

Selain penguatan fasilitas, pertemuan tersebut juga menyoroti persoalan krusial yang dihadapi banyak daerah, yakni kekurangan dokter, khususnya dokter spesialis.

Zakiyuddin mengakui, tanpa ketersediaan tenaga medis yang memadai, peningkatan sarana dan prasarana tidak akan berjalan optimal.

“Isu kekurangan dokter spesialis ini kami bahas serius. Ini tantangan nasional yang harus diselesaikan bersama antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus dalam pertemuan itu menekankan pentingnya peran putra-putri daerah untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Ia juga menyoroti perlunya pembenahan tata kelola rumah sakit daerah agar pelayanan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Manajemen rumah sakit harus dirapikan. Jangan kelebihan pegawai, tapi juga jangan kekurangan tenaga medis. Aspek efisiensi dan kesehatan finansial rumah sakit harus dijaga,” tegas Benyamin.

Menurutnya, rumah sakit dengan pelayanan yang baik dan manajemen yang sehat akan memiliki pendapatan yang stabil, sehingga secara alami menarik minat dokter, termasuk dokter spesialis, untuk bergabung.

“Kalau pelayanannya baik dan income rumah sakit bagus, dokter-dokter akan datang dengan sendirinya,” katanya.

Dengan dukungan alat medis dari Kementerian Kesehatan serta revitalisasi infrastruktur dari Kementerian PUPR, Pemko Medan optimistis RSUD dr Pirngadi akan mengalami lompatan kualitas layanan dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan merata bagi masyarakat Kota Medan. (Reza)