Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi

redaksi
7 Feb 2026 01:16
Medan News 0 10
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan penataan kawasan perkotaan di Sumut tidak bisa lagi dilakukan setengah-setengah.

Tata kota yang semrawut dinilai menghambat pariwisata, investasi, dan daya saing daerah.

Pernyataan itu disampaikan Bobby usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Jumat (6/2/2026), di Medan.

Arahan tersebut juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menekankan pentingnya pembenahan kota.

“Ini sudah lima kali ditekankan Presiden. Kalau kota tidak tertata, sulit bicara pariwisata dan daya saing,” kata Bobby.

Bobby mengungkapkan sedikitnya ada tujuh persoalan utama tata kota di Sumut yang harus segera ditangani, yakni pengelolaan sampah, kawasan kumuh, reklamasi liar, kabel utilitas dan penerangan jalan, trotoar, papan reklame, serta drainase.

Menurutnya, persoalan reklame dan kabel utilitas menjadi wajah paling nyata kekacauan kota. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota berani menertibkan dan membuat regulasi tegas.

“Reklame jangan menumpuk di satu titik, kabel internet dan listrik masih semrawut. Ini soal kemauan dan koordinasi,” tegasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah, Bobby mendorong pemanfaatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), terutama untuk penerangan jalan dan pengelolaan sampah.

Medan Raya bahkan disebut sebagai wilayah percontohan proyek waste to energy nasional.

Selain pemerintah daerah, Bobby juga meminta keterlibatan aktif ASN, TNI, dan Polri dalam menjaga kebersihan kota, terutama di kawasan pariwisata.

“Ini kerja besar. Kalau mau pariwisata maju, kota harus bersih dan tertata. Daerah yang punya destinasi wisata harus punya strategi sendiri, kalau perlu badan pengelola khusus,” ujarnya.

Penataan kawasan perkotaan dinilai menjadi kunci agar Sumatera Utara mampu bersaing dengan daerah lain dalam menarik wisatawan dan investor. (Reza)