Tak Ingin Warga Larut Dalam Duka, Gus Irawan Serahkan 25 Sapi Sambut Ramadhan

redaksi
18 Feb 2026 13:42
News Sumut 0 5
3 menit membaca

 

TAPANULI SELATAN, kaldera.id –  Sebagai Bupati yang lahir dan besar di Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu faham betul situasi kebatinan warga daerah tersebut tiap menyambut Ramadhan.

Satu hal yang membuat warga bergembiran menyambut Ramadhan adalah tradisi punggahan atau memotong sapi menjelang bulan suci tersebut. Di sisi lain, ribuan warga terdampak banjir bandang akhir tahun lalu masih belum pulih ke kondisi normal.

Melihat hal itu pula Gus Irawan Pasaribu, bupati Tapanuli Selatan, tak ingin membiarkan warganya larut dalam duka mendalam terutama menyambut Ramadhan tahun ini. Untuk menghidupkan syiar jelang Ramadhan, Gus Irawan menyerahan 25 ekor sapi kepada warga terdampak yang disebar di semua kecamatan daerah tersebut.

Gus Irawan Pasaribu mengatakan sapi bantuan itu 10 ekor dari Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dan 15 dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. “Sudah saya serahkan dan ini lagi on proses semua. Tadi pagi jam 7 saya di Sipirok. Ini menuju Angkola Selatan,” kata Gus Irawan Pasaribu, Rabu (18/2/2026) saat dalam perjalanan menuju beberapa lokasi lagi.

Gus Irawan Pasaribu mengatakan untuk daerah Batang Toru, Garoga dan Huta Godang sudah diserahkan Selasa lalu karena di kawasan tersebut dominan warga Muhammadiyah. “Jadi kemarin di sana sudah kita bagikan,” jelasnya. Dia mengatakan penyerahan bantuan sapi kepada warga tersebut agar semangat Ramadhan tak luntur.

“Saya faham betullah bagaimana warga kita menyambut Ramadhan. Ada tradisi-tradisi dan kearifan lokal yang masih dipelihara sampai sekarang. Termasuk menyembelih sapi. Saya ingat dulu masa-masa kecil ada kebahagiaan tersendiri saat masuk Ramadhan. Karena sudah tahu bahwa orang tua kita akan menyediakan rendang daging sapi atau gulai khas menyambut sahur 1 Ramadhan,” tuturnya.

Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan bantuan sapi ini sangat bermakna bagi warga Tapsel yang terdampak bencana. “Maka sudah kita distribusikan kepada yang membutuhkan,” ungkapnya.

Dia menyatakan suasana menyambut Ramadhan tahun ini di Tapsel berbeda sekali dengan tahun sebelumnya. “Dampak bencana yang melanda di 25, 26 Desember 2025 dan 25 Desember 2025 cukup membekas. Bukan saja kehilangan harta, rumah dan mata pencaharian, tapi puluhan warga juga meninggal dunia dan hilang,” jelasnya.

Itu sebabnya dia mengatakan sekuat tenaga memperjuangkan agar warga yang terdampak banjir tidak melaksanakan ibadah Ramadhan di pengungsian. “Sebelum Ramadhan saya pastikan mereka tinggal di hunian sementara yang layak. Ada kamar tidur, kamar mandi, dapur, bahkan lapangan olahraga dan taman bermain bagi anak-anak,” jelasnya.

Jadi Ramadhan ini mereka sudah tinggal layaknya di rumah walau bersifat sementara sebelum hunian tetap selesai dibangun, ungkap Gus Irawan. “Sebenarnya mereka bukan saja kehilangan rumah, tapi juga kehilangan tempat mereka mencari makan seperti sawah, ladang, perkebunan, hewan ternak dan lain-lain sudah tersapu banjir. Tentu apa yang sudah kita lakukan tak cukup mengobati rasa duka mendalam itu,” kata Gus Irawan.

Hal itulah yang membuatnya terus mengupayakan penanganan cepat dan mendalam bagi warga. “Termasuk itu tadi, saya tak mau warga Tapsel memasuki Ramadhan di tempat pengungsian. Saya faham psikologis warga Tapsel yang sangat mengagungkan datangnya Ramadhan,” kata dia.

Gus Irawan Pasaribu menambahkan akan terus mengawal semua proses pemulihan di Tapsel. Tak saja terkait infrastruktur tapi juga kebutuhan mendasar warga sehingga secara perlahan efek bencana ini berangsur pulih termasuk dengan trauma healing,” tuturnya.