Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang

redaksi
21 Feb 2026 11:47
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memerintahkan pembenahan total PUD Pembangunan Kota Medan dengan memprioritaskan empat aset potensial sebagai penggerak profit dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penegasan itu disampaikan dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan periode 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2/2026). Hadir Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, pimpinan OPD, serta jajaran direksi BUMD tersebut.

Rico menegaskan, pola lama tidak bisa lagi dipertahankan. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, dan langkah konkret harus segera dijalankan. Dari lima unit usaha yang dikelola—Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas—empat di antaranya dinilai memiliki potensi profit jika dikelola profesional.

PKTM seluas 12,5 hektare menjadi sorotan utama. Saat ini baru sekitar 4 hektare yang dimanfaatkan, sementara 7–8 hektare lainnya belum tergarap optimal. Rico membuka opsi pembangunan mandiri maupun kerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat pengembangan.

“Kalau keuangan daerah terbatas, kita kerja sama. Tapi aset ini harus bergerak, jangan stagnan,” tegas Rico.

Untuk Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di kawasan strategis pusat kota, Rico menilai keduanya seharusnya menjadi aset paling produktif. Namun ia mengingatkan agar fungsi utama tidak berubah.

“Jangan kehilangan asetnya. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,” ujarnya.

Rico juga menyatakan Pemko Medan tidak menutup kemungkinan penyertaan modal, namun hanya diberikan jika rencana bisnis terukur dan realistis.

Sementara itu, Dirut PUD Pembangunan Septianus Bate’e mengungkapkan perusahaan masih mengalami defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan menyumbang 73,25 persen pendapatan, namun beban operasional Rp367 juta per bulan, PBB Rp1,2 miliar per tahun, serta tunggakan hak pegawai membuat kondisi keuangan belum sehat.

Kolam Renang Deli dan Medan Zoo masih merugi, sedangkan Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatat surplus tipis.

Direksi periode 2026–2030 menyiapkan langkah pembenahan internal melalui digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional, penyusunan SOP dan KPI dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, hingga transformasi Medan Zoo melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan.

Pemko Medan menargetkan PUD Pembangunan tidak lagi menjadi beban anggaran, melainkan bangkit sebagai BUMD sehat dan berorientasi profit tanpa meninggalkan fungsi sosialnya. (Reza)