Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan memperkenalkan inovasi digital terbaru bernama QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) dalam Forum Bisnis dan Investasi yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakornas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Mall Pelayanan Publik Kota Medan, Rabu (1/7/2026).
MEDAN, kaldera.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan memperkenalkan inovasi digital terbaru bernama QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) dalam Forum Bisnis dan Investasi yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakornas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Mall Pelayanan Publik Kota Medan, Rabu (1/7/2026).
Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai upaya Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.
QRESTO dipaparkan langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Medan, Popy Maya Syafira, di hadapan para delegasi pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti Rakornas XVIII APEKSI.
Dalam pemaparannya, Popy menjelaskan QRESTO dirancang untuk memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya sekaligus memperkuat sistem pengawasan transaksi secara real time.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah didorong Pemerintah Kota Medan dalam sektor pelayanan publik, khususnya bidang perpajakan daerah.
“QRESTO merupakan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendorong digitalisasi birokrasi. Melalui sistem ini, optimalisasi pendapatan daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dengan dukungan teknologi yang terintegrasi,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pengembangan QRESTO juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hadir sebagai narasumber Kepala Tim Kebijakan dan Pengawasan Pembayaran Digital Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Angsoka Paundralingga, yang memaparkan aspek kebijakan pembayaran digital serta penguatan ekosistem transaksi non-tunai di daerah.
Sementara itu, Manager Digital Banking Government and Corporate PT Bank Sumut, Harry Al Syufie, menjelaskan dukungan teknis yang diberikan pihak perbankan dalam mendukung implementasi sistem pembayaran digital melalui QRESTO.
Keterlibatan Bank Sumut sebagai mitra strategis dinilai penting untuk memastikan integrasi sistem pembayaran berjalan lancar serta mudah diakses oleh pelaku usaha maupun masyarakat.
Forum Bisnis dan Investasi Rakornas XVIII APEKSI menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Medan untuk memperkenalkan inovasi tersebut kepada pemerintah kota dari seluruh Indonesia.
Selain menjadi sarana berbagi pengalaman dalam pengelolaan pajak daerah, QRESTO juga diharapkan dapat menjadi model atau percontohan bagi daerah lain yang ingin menerapkan sistem perpajakan digital yang terintegrasi.
Melalui pemanfaatan teknologi QRIS dan sistem splitting otomatis, Pemerintah Kota Medan optimistis QRESTO mampu meminimalkan potensi kebocoran pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Pengenalan QRESTO pada Rakornas XVIII APEKSI sekaligus menegaskan komitmen Kota Medan dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. (Reza)