Bobby Nasution Siapkan Pelabuhan Roro Nias Jadi Hub Logistik, Target Beroperasi 2029

redaksi
16 Jul 2026 14:46
News Sumut 0 4
3 menit membaca

Gunungsitoli, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan pengembangan Pelabuhan Roro Kota Gunungsitoli menjadi pusat distribusi logistik untuk wilayah Kepulauan Nias. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikembangkan secara bertahap dan beroperasi pada awal 2029.
Rencana itu mengemuka saat Bobby Nasution meninjau langsung Pelabuhan Roro di Kota Gunungsitoli, Kamis (16/7/2026). Pengembangan pelabuhan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpulau, memperlancar distribusi barang, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan di Kepulauan Nias.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, Pelabuhan Roro dibangun Kementerian Perhubungan pada 2019 dan asetnya telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli pada Mei 2026.

Menurut Yuda, dalam skema pengembangan yang sedang disiapkan, aset pelabuhan akan dikelola sementara oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung percepatan pembangunan fasilitas logistik.
“Pelabuhan ini selama ini melayani kapal penumpang rute Gunungsitoli–Aceh Singkil dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan. Karena kapasitas dermaga masih terbatas, pengembangannya diperlukan agar dapat melayani kapal logistik berukuran lebih besar,” ujar Yuda.

Saat ini panjang dermaga mencapai sekitar 90 meter dan masih difungsikan untuk kapal penumpang. Karena itu, perluasan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan pelabuhan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut Dikky Anugerah Panjaitan mengatakan pengembangan Pelabuhan Roro dirancang dalam tiga tahap hingga 2029.
Pada 2026, pemerintah fokus menyusun perencanaan dan desain teknis. Tahun 2027 diarahkan pada pembangunan infrastruktur utama, sedangkan 2028 menjadi tahap penyelesaian sarana pendukung dan persiapan operasional.
“Targetnya awal 2029 pelabuhan logistik ini sudah bisa beroperasi sebagai pusat distribusi untuk Kepulauan Nias,” kata Dikky.

Menurutnya, keberadaan pusat logistik akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian Nias. Selain memperlancar masuknya barang kebutuhan dari luar daerah, pelabuhan tersebut juga akan menjadi jalur distribusi komoditas lokal ke berbagai wilayah.

“Pusat distribusi ini bukan hanya menerima barang dari luar, tetapi juga mengirim hasil produksi masyarakat Nias ke daerah lain. Jika berjalan baik, pengendalian harga dan inflasi akan semakin kuat karena distribusi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar,” ujarnya.

Untuk pembiayaan proyek, Pemprov Sumut sedang mengkaji sejumlah skema alternatif, termasuk kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun pihak swasta.

Di sisi lain, Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoly menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Pemerintah Kota Gunungsitoli siap menyiapkan kebutuhan lahan tambahan guna mendukung pengembangan kawasan pelabuhan.

Saat ini luas lahan Pelabuhan Roro sekitar 2,5 hektare dan dinilai masih perlu diperluas agar mampu mengakomodasi fasilitas logistik yang direncanakan.

“Kami berkomitmen menyiapkan kebutuhan lahan yang diperlukan dalam pengembangan pelabuhan ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Kepulauan Nias,” kata Sowa’a.

Pengembangan Pelabuhan Roro menjadi hub logistik merupakan salah satu langkah strategis Pemprov Sumut untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Nias yang selama ini menghadapi tantangan distribusi barang dan tingginya biaya logistik. (Reza)