Bendungan Lausimeme Segera Beroperasi, Pasok Air Baku dan Tekan Risiko Banjir

redaksi
17 Jul 2026 13:48
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Bendungan Lausimeme di Kabupaten Deli Serdang akan memasuki tahap penggenangan awal (initial impounding) pada 17 Agustus 2026. Tahapan ini menjadi penanda bahwa bendungan yang dibangun pemerintah pusat tersebut semakin dekat untuk beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyatakan dukungannya terhadap proses penggenangan awal yang saat ini tengah dipersiapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.

Dukungan itu disampaikan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hendra Wijaya, saat menghadiri Rapat Sosialisasi Penggenangan Awal Bendungan Lausimeme di Kantor BBWS Sumatera II Medan, Kamis (16/7/2026).

Menurut Hendra, Bendungan Lausimeme merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan air baku sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan Medan dan Deli Serdang.

“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga manfaat bendungan ini dapat segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, bendungan tersebut akan menyediakan air baku sebesar 2,85 meter kubik per detik. Selain itu, keberadaannya diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli hingga sekitar 25 persen.

Tak hanya itu, Bendungan Lausimeme juga akan mendukung penyediaan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 1 megawatt serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, mengatakan sosialisasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan penggenangan awal waduk sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terdampak.

Feriyanto menjelaskan, initial impounding merupakan proses pengisian awal waduk setelah seluruh pekerjaan konstruksi utama bendungan selesai dilaksanakan.
Karena itu, masyarakat diminta mematuhi sejumlah ketentuan keselamatan selama proses penggenangan berlangsung.

“Selama proses tersebut berlangsung, masyarakat diimbau tidak memasuki area genangan, memancing, berenang, maupun melepas hewan ternak di dalam kawasan sabuk hijau atau greenbelt,” ujarnya.

BBWS Sumatera II juga mengingatkan warga yang tinggal di wilayah hilir Sungai Deli untuk meningkatkan kewaspadaan karena akan terjadi penyesuaian debit air selama proses penutupan pintu pengelak bendungan.

“Kami imbau warga menghindari aktivitas di bantaran sungai hingga proses penggenangan awal selesai,” katanya. (Reza)