Bobby Nasution Bongkar Kunci Sukses Program Strategis Sumut di Hadapan Calon Pimpinan Polri

redaksi
6 Okt 2026 17:56
Medan News 0 34
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah, mulai dari penanganan bencana, ketahanan pangan hingga pengembangan investasi.

Penegasan itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10/2026).

Di hadapan peserta yang terdiri dari perwira menengah dan perwira tinggi Polri, TNI, serta Kejaksaan, Bobby menekankan tidak ada program pemerintah yang dapat berjalan optimal tanpa kerja sama lintas sektor.

“Apapun programnya, apakah itu dari pusat, provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai tingkat desa, pasti kita lakukan kolaborasi bersama-sama. Tidak ada satu program pun yang akan sukses penuh tanpa dijalankan bersama,” kata Bobby.

Menurut Bobby, sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, Kejaksaan dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Sumut.

Ia mencontohkan penanganan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumut. Menurutnya, respons cepat dan penanganan yang berjalan efektif tidak terlepas dari soliditas seluruh unsur Forkopimda.

Selain itu, Bobby juga memaparkan posisi strategis Sumut sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang mendukung program Swasembada Pangan dan pengembangan Food Estate.

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan aparat keamanan, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, hingga kelompok tani.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby turut menyoroti pentingnya menjaga iklim investasi, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di Sumut.

Ia menilai peran TNI dan Polri sangat penting untuk memastikan stabilitas keamanan sehingga investor mendapatkan kepastian hukum dan rasa aman saat berinvestasi.

“Bukan hanya menjanjikan kepada investor, tetapi memastikan saat mereka masuk ke sini ada kepastian hukum dan keamanan yang terjaga dengan baik,” tegas Bobby.

Sementara itu, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Rakhmad Setyadi mengatakan kunjungan PKDN ke Sumut bertujuan mempelajari kepemimpinan strategis daerah dalam mengelola program-program nasional.

“Tujuan utama kami di Sumut adalah belajar kepada Pak Gubernur mengenai kepemimpinan daerah dalam mengelola program nasional, khususnya terkait ketahanan pangan melalui Food Estate, hilirisasi, serta pengelolaan investasi di KEK Sei Mangkei,” kata Rakhmad.

Menurutnya, para peserta PKDN dipersiapkan menjadi calon pimpinan masa depan yang memahami pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan dan penegak hukum dalam menjalankan pembangunan.

Kegiatan PKDN Sespimti Polri di Sumut dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang dengan berbagai agenda pembelajaran terkait tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. (Reza)