Rumah Kena Hantam Pasang Laut, Cica Tidur di Sisa Puing, Rico Waas: Segera Bangun

redaksi
8 Okt 2026 10:23
Medan News 0 41
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Selama hampir 10 tahun, Cica Herliawati bersama keluarganya bertahan hidup di bagian dapur rumah yang tersisa setelah bangunan utama rumahnya di Jalan Besar Bagan Lorong III, Kecamatan Medan Belawan, runtuh diterjang pasang laut.

Kondisi memprihatinkan itu membuat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memerintahkan agar rumah milik keluarga nelayan tersebut segera dibangun kembali melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Perintah itu disampaikan Rico Waas saat meninjau langsung kondisi rumah Cica, Rabu (7/10/2026).

“Ini sangat saya rasa butuh sesegera mungkin dengan kondisi yang cukup parah kondisi rumahnya. Makanya saya minta harus sesegera mungkin untuk dibangunkan rumah,” kata Rico Waas.

Untuk mencapai rumah tersebut, Rico harus melewati titian papan kayu di atas genangan air dan kawasan yang dipenuhi lumpur serta tumpukan sampah. Rumah yang kini ditempati Cica hanya menyisakan ruang dapur sempit sebagai tempat tinggal seluruh anggota keluarga.

Di dalam ruangan itu, satu tempat tidur digunakan empat orang, sementara seorang anak lainnya tidur di tempat terpisah.

Kepada Rico, Cica mengaku telah lebih dari satu dekade tinggal dalam kondisi tersebut. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya tidak mampu memperbaiki rumah yang rusak. Suaminya bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Ia berharap keluarganya bisa memiliki rumah yang layak, termasuk kamar mandi yang memadai agar anak-anaknya dapat tumbuh dan beristirahat dengan nyaman.

Melihat kondisi tersebut, Rico memastikan rumah Cica menjadi salah satu prioritas dalam program rehabilitasi RTLH Pemko Medan.

Menurut Rico, bantuan bedah rumah harus benar-benar menyasar warga yang membutuhkan dan hidup dalam kondisi yang tidak layak.

Usai meninjau rumah Cica, Rico melanjutkan kunjungan ke rumah warga lainnya di Lorong IV yang juga masuk kategori tidak layak huni. Bangunan tersebut masih didominasi material kayu yang telah lapuk dan memiliki posisi lantai lebih rendah dibanding lingkungan sekitarnya.

“Ini bagian salah satu yang memang harus kita benahi,” ujarnya.

Selain persoalan rumah, warga juga mengeluhkan kondisi jalan dan drainase yang buruk. Kawasan tersebut hampir setiap hari terdampak banjir rob saat air laut pasang dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Menanggapi keluhan itu, Rico mengatakan Pemko Medan akan melakukan kajian terkait peninggian badan jalan dan pembangunan drainase untuk mengurangi genangan di kawasan tersebut.

“Ini saran dari masyarakat untuk ditinggikan. Nanti kita siapkan kajiannya dan juga pembangunan drainasenya seperti apa agar aliran air bisa lebih baik,” katanya.

Rico menegaskan pembangunan rumah Cica akan menjadi prioritas penanganan dalam waktu dekat sebelum dilanjutkan ke rumah warga lainnya yang juga membutuhkan bantuan serupa. (Reza)