Dari Titik Nol Perbatasan, Plt Bupati Kucurkan Puluhan Miliar untuk Pematang Jaya

redaksi
8 Okt 2026 10:26
News Sumut 0 45
3 menit membaca

 

LANGKAT, kaldera.id — Dari ujung Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh, Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menegaskan pemerataan pembangunan hingga ke kawasan perbatasan. Pemkab Langkat mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pematang Jaya sepanjang 2026.

Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan titik nol Kabupaten Langkat di Desa Salahaji, Kecamatan Pematang Jaya, sekaligus penyaluran berbagai bantuan untuk masyarakat, Rabu (7/10/2026).

Tiorita mengatakan, titik nol bukan sekadar penanda geografis, tetapi simbol bahwa pembangunan harus bergerak dari seluruh penjuru Langkat, termasuk wilayah yang berada di garis perbatasan.

“Ini bukan sekadar titik awal secara geografis, tetapi menjadi simbol bahwa pembangunan Kabupaten Langkat harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah paling ujung dan kawasan perbatasan,” ujar Tiorita.

Dukungan anggaran puluhan miliar tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur, di antaranya pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, jalan lingkungan, drainase, serta pembangunan Pasar Desa Limau Mungkur.

Kehadiran pasar tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas perdagangan masyarakat sekaligus membuka akses pemasaran bagi hasil pertanian dan perikanan lokal.

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Langkat juga menyalurkan berbagai bantuan untuk memperkuat sektor ekonomi, pertanian, perikanan, keagamaan dan kepemudaan.

Di sektor pertanian dan perikanan, bantuan yang disalurkan antara lain dua unit traktor roda dua, sarana bioflok beserta bibit dan pakan ikan lele serta nila, bibit ikan gurami dan nila, benur udang windu dan vaname beserta pakan, serta bibit padi dan cabai merah untuk sejumlah kelompok tani.

Bantuan usaha masyarakat juga diberikan berupa satu unit mesin kopi, oven gas, mixer, perlengkapan kursi pangkas, lima chest freezer dan lima cool box.

Sementara di bidang keagamaan, bantuan diberikan kepada BKM Nurul Huda, BKM Baitul Jamik dan BKM Baitul Huda masing-masing Rp15 juta. Kemudian Musholla Aulia Azmi dan Musholla An Nur masing-masing Rp7,5 juta, TPQ Rakyat Pematang Rp5 juta, serta LPTQ Kecamatan Pematang Jaya Rp7 juta.

Di bidang kepemudaan, Pemkab Langkat menyerahkan satu set perlengkapan bola voli berupa net dan bola.

Tiorita menegaskan pembangunan Pematang Jaya merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat perbatasan memperoleh akses pelayanan publik dan hasil pembangunan yang setara.

“Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu. Masyarakat di Pematang Jaya juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Menurut Tiorita, posisi Pematang Jaya yang berbatasan langsung dengan Aceh memiliki nilai strategis sekaligus tantangan tersendiri. Karena itu, pembangunan kawasan tersebut akan terus diarahkan pada penguatan infrastruktur, pelayanan dasar, konektivitas dan ekonomi masyarakat.

Ia juga meminta masyarakat menjaga titik nol yang telah dicanangkan. Kawasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi ikon daerah sekaligus ruang edukasi mengenai sejarah, wilayah dan identitas Kabupaten Langkat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Camat Pematang Jaya Amin Ritonga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Langkat terhadap wilayah perbatasan. Ia memastikan pemerintah kecamatan siap mendukung program pembangunan yang dijalankan Pemkab Langkat.

“Kami dari Kecamatan Pematang Jaya siap mendukung kepemimpinan Ibu Plt. Bupati Langkat, khususnya dalam membangun Kecamatan Pematang Jaya,” ujar Amin.

Pencanangan titik nol tersebut menjadi penanda perhatian Pemkab Langkat terhadap kawasan perbatasan, sekaligus momentum mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari wilayah paling ujung Langkat. (Reza)