Perdagangan Malaysia-Medan Tembus USD1,5 Miliar, Rico Waas Buka Peluang Investasi

redaksi
9 Okt 2026 08:25
Medan News 0 27
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Hubungan ekonomi Medan dan Malaysia berpeluang diperluas. Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyebut Medan sebagai kota strategis bagi perdagangan Malaysia, dengan nilai perdagangan kedua pihak mencapai sekitar USD1,5 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Muzafar saat bertemu Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Kota Medan, Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang investasi, kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital hingga pariwisata.

“Medan adalah satu kota yang amat penting bagi Malaysia dari segi ekonomi dan juga perdagangan,” tegas Muzafar.

Ia menyebut total perdagangan Malaysia–Indonesia pada 2023 melampaui USD26 miliar. Sementara perdagangan dua arah Malaysia dan Medan mencapai sekitar USD1,5 miliar. Menurutnya, angka tersebut masih menyimpan peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama yang lebih konkret.

“Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini,” ujarnya.

Muzafar berharap kunjungan perdananya tersebut menjadi awal penguatan hubungan ekonomi antara Malaysia dan Medan. Salah satu langkah yang akan didorong adalah business matching dan business networking untuk mempertemukan pelaku usaha kedua pihak, termasuk memperluas pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menanggapi peluang tersebut, Rico memaparkan potensi ekonomi Kota Medan yang didukung jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa, keragaman budaya, serta posisi Medan sebagai pusat kegiatan ekonomi di Sumatera Utara.

Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, melampaui target Rp7 triliun. Pada tahun yang sama, pertumbuhan ekonomi Medan tercatat sekitar 5,10 persen.

“Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM,” kata Rico, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Selain investasi dan UMKM, Rico menawarkan peluang kerja sama dalam pengembangan transportasi massal. Sistem bus rapid transit (BRT) ditargetkan berkembang dari lima menjadi 12 koridor pada 2027, dengan jangkauan yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Armada bus listrik juga ditargetkan meningkat dari 60 menjadi sekitar 283 unit.

Di sektor lingkungan, Pemko Medan tengah mengembangkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), program pemerintah pusat yang didukung potensi timbulan sampah lebih dari 1.700 ton per hari.

Pemko Medan juga melakukan penataan lima kawasan strategis pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua, untuk memperkuat daya tarik kota dan membuka peluang usaha di sektor pariwisata serta perhotelan.

Rico berharap penjajakan kerja sama dengan Malaysia tidak berhenti pada pertemuan diplomatik, tetapi berlanjut menjadi investasi dan kemitraan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pertemuan itu turut dihadiri Konsul Jenderal Malaysia Tuan Sahril Nizam bin Abdul Malek beserta delegasi Malaysia, serta jajaran Pemko Medan. (Reza)