Rencana Pembangunan Underpass di Jalan HM Yamin Harus Diperhatikan Serius, Bobby: Akan Menimbulkan Efek Luar Biasa

Walikota MEDAN, Bobby Afif Nasution saat berdiskusi dengan para Kepala OPD jajaran Pemko Medan di Rumah Dinas Walikota Medan terkait pembangunan underpass di Jalan HM Yamin simpang Jalan Jawa dan Jalan Juanda simpang Jalan Brigjend Katamso, kemarin. Foto:Dinas Kominfo Kota Medan
Walikota MEDAN, Bobby Afif Nasution saat berdiskusi dengan para Kepala OPD jajaran Pemko Medan di Rumah Dinas Walikota Medan terkait pembangunan underpass di Jalan HM Yamin simpang Jalan Jawa dan Jalan Juanda simpang Jalan Brigjend Katamso, kemarin. Foto:Dinas Kominfo Kota Medan

 

MEDAN, kaldera.id – Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota MEDAN akan membangun underpass di Jalan Juanda simpang Jalan Brigjend Katamso dan Jalan HM Yamin simpang Jalan Jawa. Pembangunan yang direncanakan menggunakan APBD Kota Medan itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.

Walikota Medan, Bobby Afif Nasution mengungkapkan, rencana pembangunan underpass sudah baik. Namun, untuk pembangunan underpass di Jalan HM Yamin Simpang Jalan Jawa, dia mengingatkan agar mendapatkan perhatian serius karena akan menimbulkan efek yang luar biasa.

“Perlu dipastikan lagi efek dan dampak dari rencana pembangunan underpass tersebut. Seperti halnya ada bangunan yang diduga merupakan cagar budaya. Di samping areanya juga merupakan kawasan yang cukup padat. Hal ini mendapat perhatian serius dan perlu diperjuangkan agar rencana pembangunan underpass dapat segera dilakukan,” jelasnya.usai mendengarkan paparan dari pihak konsultan yang mengerjakan DED proyek tersebut di Rumah Dinas Walikota Medan, Jalan Jendral Sudirman, Medan, kemarin.

BACA JUGA :  Pemko Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Dairi Guna Kendalikan Inflasi dan Sejahterakan Petani Dairi

Guna mendukung rencana percepatan pembangunan kedua underpass tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan ini minta agar perangkat daerah dapat mengundang langsung stakeholder sehingga mereka bisa melakukan apa yang harus dilakukan. “Silahkan tentukan waktunya agar seluruh stakeholder dapat hadir. Mengingat harus mengejar waktu agar pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan,” pesannya.

Dirinya juga berpesan agar dinas terkait berkoordinasi dengan stakeholder yang memiliki hubungan dengan rencana tersebut seperti Balai Jalan.(ali)