Jembatan Gantung Kota Bangun Rusak Diterjang Banjir, Wali Kota Perintahkan Penguatan Darurat

redaksi
17 Des 2025 11:22
Medan News 0 101
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Jembatan gantung di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Medan, tidak lagi bisa digunakan warga setelah rusak parah akibat banjir besar beberapa waktu lalu.

Kondisi itu mendorong Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung ke lokasi untuk memastikan langkah cepat yang harus dilakukan demi keselamatan masyarakat, Selasa (16/12/2025).

Rico Waas meninjau jembatan bersama anggota DPRD Kota Medan Faisal Arbie.
Dari hasil peninjauan, terlihat struktur jembatan sudah tidak layak dilalui dan berpotensi membahayakan warga yang sehari-hari menjadikannya sebagai akses utama.

“Tadi malam saya dapat laporan dari masyarakat mengenai kondisi jembatan ini, terus saya minta kewilayahan untuk mengecek. Lalu saya bilang, kalau bisa langsung ditinjau saja. Makanya pagi ini saya kemari, ternyata memang sudah tidak bisa dipakai,” kata Rico Waas di lokasi.

Menilai kondisi jembatan sangat berisiko, Rico Waas langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk melakukan langkah darurat guna mencegah kerusakan semakin parah.

“Kita lakukan tindakan preventif dengan melakukan pengecoran untuk penguatan sementara supaya tidak makin roboh lagi,” ujar Rico Waas, didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah dan Camat Medan Deli Indra Utama.

Menurut Rico, pengecoran darurat tersebut akan mulai dilakukan dalam waktu dekat sambil menunggu persetujuan dari Kementerian PUPR untuk perbaikan permanen. Ia menyebut perbaikan menyeluruh ditargetkan bisa dilaksanakan pada 2026.

“Mudah-mudahan ditahun 2026 perbaikan secara menyeluruh sudah bisa dilakukan,” bilangnya.

Selain meninjau jembatan, Wali Kota Medan juga menyerap aspirasi warga terkait persoalan drainase di kawasan tersebut.

Ia menegaskan penanganan drainase harus direncanakan dengan matang agar tidak memicu masalah baru di wilayah lain.

“Intinya bagaimana penanganan drainase ini juga dipetakan dengan baik dan supaya juga masyarakat memahami cara kerja air itu juga sendiri. Jadi jangan nanti dibuat, tapi nanti berkonflik dengan daerah lain juga. Tapi nanti sama-sama kita kerjakan,” tutup Rico.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Gibson Panjaitan menyampaikan bahwa perbaikan permanen jembatan gantung Kota Bangun memang direncanakan pada 2026.

Namun, karena jembatan tersebut merupakan akses vital warga, penguatan sementara akan segera dilakukan sesuai arahan Wali Kota.

“Warga meminta bagaimana supaya mereka beraktifitas jadi kita lakukan pengecoran sementara, menunggu tahun depan akan kita lakukan perbaikan secara menyeluruh,” jelas Gibson. (Reza)