Saat Kunjungan Mendikdasmen, Wakil Wali Kota Minta Penambahan Sekolah Direvitalisasi di 2026

redaksi
5 Jan 2026 14:47
Medan News 0 10
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap meminta Menteri Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menambah jumlah sekolah yang akan direvitalisasi tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Zaki disela sela kunjungan Abdul Mu’ti ke SMK Negeri 7 Medan untuk meresmikan revitalisasi satuan pendidikan, Minggu (4/1/2025).

Menurut Zaki, hal ini menjadi perhatian utama Pemko Medan, mengingat besarnya kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Medan demi menunjang pembelajaran yang berkualitas dan merata.

Revitalisasi sekolah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Alhamdulillah tadi sudah saya sampaikan langsung dan InsyaAllah tahun 2026 kata Pak Menteri ditambah,” ungkap Zakiyuddin Harahap kepada wartawan usai acara.

Zakiyuddin menjelaskan, tahun lalu Kota Medan telah mendapatkan program revitalisasi pendidikan dengan total 48 satuan pendidikan dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp47 miliar.

Sementara itu dalam sambutannya, Abdul Mu’ti dalam sambutannya mengungkapkan, pada tahun 2025 sekolah di Medan yang telah direvitalisasi meliputi 3 PAUD, 6 SD, 6 SMP, 20 SMA, 11 SMK, dan 2 SLB yang tersebar di berbagai wilayah Kota Medan.

Ia menyebutkan, progres pengerjaan revitalisasi sekolah tersebut saat ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Sebanyak 24 satuan pendidikan telah selesai dengan progres di bawah 95 persen, 3 satuan pendidikan berada pada tahap penyelesaian 95 hingga 99 persen.

Sementara 21 satuan pendidikan lainnya telah rampung 100 persen. “Secara keseluruhan, pembangunan dan revitalisasi sekolah ini ditargetkan selesai seratus persen pada akhir Januari 2026. InsyaAllah bulan Februari seluruh sekolah yang direvitalisasi sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Selain membahas revitalisasi sekolah, ia juga menyampaikan laporan terkait dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Tercatat sebanyak 1.215 sekolah terdampak musibah, seperti longsor dan bencana alam lainnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.157 sekolah dinyatakan telah siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, 19 sekolah masih melaksanakan pembelajaran menggunakan tenda darurat, dan 29 sekolah lainnya masih dalam proses pembersihan pascabencana.

“InsyaAllah, Per tanggal 5 Januari sebagian besar sekolah yang masih dalam proses pembersihan sudah bisa dipergunakan kembali,” jelasnya.

Pemerintah telah mengeluarkan surat edaran khusus terkait pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah terdampak bencana. Edaran tersebut memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar, menyesuaikan dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada.

Di akhir sambutannya, Abdul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Wakil Wali Kota Medan serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung penuh program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan.

Dengan adanya komitmen penambahan jumlah sekolah yang direvitalisasi pada tahun 2026, Pemerintah Kota Medan berharap kualitas pendidikan semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. (Reza)