Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Motor Ekonomi, Bobby Nasution Targetkan Daya Saing Sumut Meningkat di 2026

redaksi
15 Jan 2026 23:04
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah pada tahun 2026.

Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi Sumatera Utara secara inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait, mengatakan penguatan UMKM dan koperasi menjadi fokus utama kebijakan ekonomi daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution.

“Kebijakan pembangunan daerah yang pro UMKM dan koperasi menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi ekonomi kerakyatan menuju struktur ekonomi yang lebih tangguh dan kompetitif,” ujar Naslindo, Kamis (15/1/2026).

Naslindo menjelaskan, sepanjang tahun 2025, kinerja UMKM dan koperasi di Sumut menunjukkan tren positif.

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat sebesar 46,51 persen, menegaskan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Selain itu, rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB mencapai 1,84 persen, jauh melampaui target 0,79 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan skala dan produktivitas koperasi di Sumatera Utara.

“Rasio kewirausahaan daerah juga meningkat dari target 3 persen menjadi 4,10 persen, yang mencerminkan tumbuhnya wirausaha baru, terutama dari kalangan generasi muda,” kata Naslindo.

Pada tahun yang sama, pertumbuhan volume usaha koperasi mencapai 5,44 persen, melampaui target 4,82 persen. Sementara itu, persentase koperasi aktif tercatat sebesar 53,78 persen, dengan 46,18 persen koperasi memperoleh dukungan fasilitasi pelatihan, sekitar 90 persen di antaranya merupakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Di sektor UMKM, proporsi UKM yang menjalin kemitraan dan ekspor mencapai 1,75 persen, melebihi target 1,66 persen.

Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya orientasi UMKM Sumut terhadap pasar yang lebih luas.

Berdasarkan capaian tersebut, Dinas Koperasi UKM Sumut memproyeksikan bahwa pada tahun 2026 persaingan UMKM akan semakin kompetitif.

UMKM dituntut meningkatkan kualitas produk, konsistensi produksi, penguatan merek, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan jejaring kemitraan dan pasar.

“Fokus kebijakan bergeser dari penciptaan usaha baru ke penguatan kualitas, skala, dan keberlanjutan usaha UMKM,” jelas Naslindo.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Koperasi UKM Sumut akan menjalankan sejumlah program strategis daerah, antara lain pengembangan Sumut Digital Market dan Galeri Virtual UMKM guna memperluas akses pasar digital produk unggulan daerah.

Program unggulan lainnya meliputi Sumut Halal Fest, Fast Track Youngpreneur #LevelUp, optimalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) menjadi Mall UMKM, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Naslindo optimistis, tahun 2026 akan menjadi momentum penguatan daya saing UMKM dan koperasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang inklusif dan berkelanjutan. (Reza)