Sepanjang 2025, Gubernur Bobby Tuntaskan Perbaikan 44,9 Km Jalan Provinsi

redaksi
22 Jan 2026 14:39
Medan News 0 5
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menuntaskan peningkatan struktur jalan provinsi sepanjang 44,95 kilometer sepanjang tahun 2025.

Program ini menjadi salah satu fokus utama Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah dan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat.

Perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang dijalankan Pemprov Sumut.

Pekerjaan dilakukan di sejumlah ruas strategis yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga dan distribusi logistik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut Dikky Anugrah menyebutkan, total jalan provinsi yang dibenahi mencapai hampir 45 kilometer dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

“Sepanjang 44,9 kilometer jalan provinsi telah dibenahi, termasuk Jembatan Idano Noyo di Nias Barat. Sebagian besar sudah bisa digunakan dan sisanya ditargetkan segera diresmikan,” kata Dikky pada temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (22/1/2026).

Sejumlah ruas jalan yang telah diperbaiki meliputi Hilimbuasi–Mandrehe, Gunungsitoli–Afia, Lolowua–Dola, Dola–Duria, Afia–Tuhemberua, Miga–Lolowua, Silimbat–Parsoburan, Onan Ganjang–Pakkat, hingga Perbaungan–Pantai Cermin.

Perbaikan juga dilakukan di ruas Simpang Belidahan–Dolok Masihul, Tanjung Beringin–Bandar Khalifah, serta Simpang Beringin–Tandem Hilir.

Selain peningkatan jalan, Pemprov Sumut juga membenahi infrastruktur pendukung di Kepulauan Nias dengan pembangunan box culvert di Kota Gunungsitoli untuk memperlancar aliran air dan mencegah kerusakan jalan akibat banjir.

Di sektor jembatan, rehabilitasi dilakukan pada Jembatan Aek Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan serta Jembatan Aek Pardomuan di Kabupaten Tapanuli Utara guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Tidak hanya fokus pada jalan dan jembatan, Pemprov Sumut juga melakukan pembenahan jaringan irigasi. Perbaikan saluran irigasi sepanjang 420 meter dilakukan di Daerah Irigasi Pekan Kamis, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai.

Rehabilitasi jaringan irigasi juga dikerjakan di Daerah Irigasi Bah Kora II/Negeri Bosar, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, termasuk pembangunan terjunan saluran hingga 100 meter.

Di sektor perumahan, Pemprov Sumut memperluas akses hunian layak melalui penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025.

Kebijakan ini mendorong kolaborasi dengan pengembang perumahan dan Bank Sumut untuk menyediakan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan aparatur sipil negara.

Program tersebut telah merealisasikan 10.039 unit rumah di berbagai daerah, mulai dari Tapanuli Tengah, Asahan, Langkat, Karo, Deliserdang, hingga Kota Medan dan Pematangsiantar, melalui skema KPR subsidi FLPP.

Selain itu, Pemprov Sumut juga membenahi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan permukiman kumuh di sejumlah kabupaten dan kota.

Melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, jembatan, dan perumahan, Pemprov Sumut menargetkan peningkatan konektivitas, penguatan ekonomi daerah, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. (Reza)