Eko Purdjianto
MEDAN, kaldera.id — Tekanan besar mengiringi langkah Garudayaksa saat menjamu PSMS Medan pada lanjutan Liga 2 Grup 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1/2026) sore.
Tuan rumah wajib menang setelah empat laga tanpa hasil maksimal, sementara PSMS datang dengan modal dua kemenangan beruntun dan kepercayaan diri tinggi.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi Garudayaksa yang masih memimpin klasemen sementara Grup 1 wilayah barat dengan 30 poin.
Posisi mereka belum aman karena terus dibayangi Adhyaksa FC yang mengoleksi poin sama.
Kegagalan meraih tiga poin berpotensi menggoyahkan status pemuncak klasemen di pekan ke-17 Liga 2.
Sebaliknya, PSMS Medan justru berada dalam tren menanjak. Dua kemenangan beruntun mengangkat Ayam Kinantan ke peringkat kelima dengan 23 poin.
Hasil positif itu membuka peluang PSMS memangkas jarak ke papan atas dan mempertegas ambisi lolos ke fase berikutnya.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan timnya datang ke Bogor dengan persiapan maksimal dan kondisi pemain yang siap bertanding.
“Kami membawa 23 pemain dalam kondisi sehat. Satu pemain, Vittor Barata, tidak bisa tampil karena cedera. Selebihnya siap untuk pertandingan melawan Garudayaksa,” kata Eko dalam konferensi pers, Sabtu (24/1/2026).
Eko menyebut cepatnya adaptasi pemain terhadap metode latihan menjadi kunci kebangkitan PSMS dalam dua laga terakhir.
“Pemain cepat beradaptasi dengan filosofi permainan yang kami terapkan. Dua kemenangan terakhir menjadi sinyal positif, tapi kami tidak boleh lengah,” ujarnya.
Menghadapi Garudayaksa yang dikenal mengandalkan kecepatan, Eko meminta anak asuhnya tetap fokus pada permainan sendiri.
“Kami tahu kekuatan lawan, tapi siapa pun bisa saling mengalahkan di grup ini. Fokus kami tetap pada cara bermain PSMS,” ucap pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Ia juga menilai catatan Garudayaksa yang kesulitan menang dalam beberapa laga terakhir sebagai dinamika kompetisi.
“Dalam sepak bola itu hal biasa. Yang penting kami menjaga performa sendiri dan menjadikan hasil positif sebelumnya sebagai motivasi,” katanya.
Dari sisi pemain, Dani Saputra memastikan PSMS siap menghadapi tekanan tuan rumah.
“Kondisi tim bagus dan kami siap memberikan 100 persen untuk PSMS Medan,” ujar Dani, pencetak gol saat PSMS menundukkan Persiraja 2-1 pekan lalu.
Dengan ambisi berbeda namun kepentingan yang sama besarnya, laga Garudayaksa kontra PSMS Medan diprediksi berjalan ketat.
Bagi tuan rumah, kemenangan menjadi harga mati untuk meredam tekanan.
Sementara bagi PSMS, laga ini adalah peluang memperpanjang tren positif sekaligus menancapkan ancaman serius di papan atas Liga 2. (Reza)