PSMS Medan gagal membawa pulang poin penuh setelah takluk 1-2 dari Garudayaksa FC pada lanjutan Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1/2026) sore.
MEDAN, kaldera.id — PSMS Medan gagal membawa pulang poin penuh setelah takluk 1-2 dari Garudayaksa FC pada lanjutan Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1/2026) sore.
Sempat unggul lebih dulu, PSMS kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir dan harus menerima kekalahan pahit akibat dua gol balasan tuan rumah.
Laga berlangsung ketat sejak awal. Garudayaksa sempat membuka keunggulan di babak pertama melalui sundulan Everton. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran Everton terhadap pemain PSMS, Erwin Gutawa, dalam proses gol.
PSMS mampu memanfaatkan momentum tersebut dan tampil lebih disiplin hingga babak kedua. Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-71. Felipe Cadenazzi mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok Dani Saputra, membuat PSMS unggul 1-0.
Tertinggal, Garudayaksa meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan tambahan penyerang.
Tekanan beruntun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79. Everton menebus kegagalannya dengan mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan memanfaatkan tendangan bebas, yang gagal diantisipasi lini belakang PSMS.
Saat PSMS berusaha mengamankan hasil imbang, kelengahan di masa injury time menjadi petaka.
Pemain pengganti Garudayaksa, Taufik Hidayat, mencetak gol kemenangan pada menit 90+4. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah sekaligus membuat PSMS pulang dengan tangan hampa.
Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto menilai kekalahan ini terjadi akibat hilangnya fokus setelah tim unggul lebih dulu. Ia menyebut laga berjalan sulit dan menjadi evaluasi serius bagi skuadnya.
“Setelah unggul 1-0, seharusnya kami tetap fokus. Tapi transisi dari menyerang ke bertahan kurang siap, sehingga kami kebobolan. Ini pelajaran penting,” ujar Eko usai pertandingan.
Eko juga menyinggung beberapa kali penghentian pertandingan akibat pengecekan VAR yang dinilai memengaruhi ritme dan konsentrasi pemain.
Meski demikian, ia menegaskan menerima keputusan wasit sebagai bagian dari pertandingan.
Sementara itu, pemain PSMS Nazar Nurzaidin mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai tim harus segera bangkit dan memperbaiki kesalahan jelang laga berikutnya.
“Kami kehilangan poin di menit akhir. Ini sangat menyakitkan. Setelah kembali ke Medan, kami harus evaluasi dan fokus menatap pertandingan selanjutnya,” katanya.
Kekalahan ini membuat PSMS gagal melanjutkan tren positif dan kehilangan poin penting dalam persaingan Liga 2 Championship. (Reza)