Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional

redaksi
30 Jan 2026 12:20
Medan News 0 3
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Lonjakan pasien akibat Program Berobat Gratis (Probis) membuat tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan di Sumatera Utara melampaui batas ideal.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut menyiapkan pengembangan layanan kesehatan berbasis regional.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis menyebut, sejak Probis diterapkan, beberapa rumah sakit besar seperti RS Haji Medan, RS Adam Malik, RS Royal Prima, dan RS Murni Teguh mencatat tingkat keterisian tempat tidur di atas 80 persen.

“Ini menjadi perhatian serius. Kalau tidak diantisipasi, penumpukan pasien akan terus terjadi di rumah sakit tertentu,” kata Hamid dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (29/1/2026).

Sebagai solusi, Pemprov Sumut di bawah koordinasi Bappelitbang akan mengembangkan layanan kesehatan regional, meliputi kawasan Pantai Timur, Dataran Tinggi, kawasan pariwisata, serta penguatan layanan kesehatan di Kota Medan.

Skema regional ini ditujukan agar distribusi pasien lebih merata dan tidak terpusat hanya di rumah sakit rujukan tertentu.

Selain itu, Dinas Kesehatan Sumut juga akan memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas dan klinik agar layanan dasar dapat diselesaikan di tingkat awal tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.

“Layanan dasar seharusnya bisa ditangani di FKTP. Ini penting agar rumah sakit fokus pada kasus rujukan,” ujar Hamid.

Di sisi lain, Pemprov Sumut menegaskan pengawasan ketat terhadap rumah sakit mitra BPJS Kesehatan.

Saat ini tercatat 172 rumah sakit telah bekerja sama dengan BPJS. Sepanjang 2025, lima rumah sakit swasta telah mendapat peringatan pertama karena tidak memenuhi standar pelayanan.

“Sanksi akan tetap diberlakukan sesuai ketentuan jika standar pelayanan tidak dipatuhi,” tegas Hamid.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RS Haji Medan Ridesman Nasution mengakui adanya lonjakan pasien sejak penerapan UHC dan Probis.

Pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, RS Haji Medan melayani 431 pasien Probis dari 20 kabupaten/kota di Sumut.

“Paling banyak dari Deliserdang, sebanyak 287 pasien. Sisanya dari Medan, Karo, Labuhanbatu, dan daerah lainnya,” kata Ridesman.

Untuk merespons lonjakan tersebut, RS Haji Medan akan memperluas ruang Unit Gawat Darurat (UGD) pada 2026, menambah 32 ruang rawat inap, serta meningkatkan kapasitas ICU anak.

Rumah sakit juga merekrut 12 dokter umum dan menambah 72 tenaga kesehatan non-dokter.

Pemprov Sumut pada 2026 turut mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk pembiayaan kontrak dokter spesialis sebagai dukungan terhadap keberlanjutan Program Berobat Gratis, yang menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. (Reza)