MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut yang baru, Heru Mardiansyah, untuk membawa Bank Sumut tumbuh lebih progresif dan kompetitif di sektor keuangan.
Arahan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat bertemu jajaran direksi Bank Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu (4/2/2026).
Bobby menegaskan sektor keuangan menjadi pondasi utama dalam menghadapi dinamika global. Ia menyebut arahan tersebut sejalan dengan pesan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
“Sektor keuangan adalah tolok ukur kekuatan negara. Dalam skala daerah, Bank Sumut harus mengambil peran lebih progresif,” tegas Bobby.
Untuk mendorong percepatan kinerja, Bobby meminta manajemen Bank Sumut dijalankan secara ketat, disiplin, dan profesional. Ia juga memberi batas waktu enam bulan untuk konsolidasi internal.
“Program konsolidasi saya beri waktu enam bulan. Jangan lama-lama. Kalau tidak bisa dikonsolidasikan, gilas saja. Apalagi Dirut sekarang berasal dari internal, tentu lebih paham dan punya rasa memiliki,” ujarnya.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyampaikan pihaknya telah menyiapkan program 100 hari kerja. Tahap awal difokuskan pada konsolidasi dan diagnosis organisasi, dilanjutkan eksekusi cepat serta percepatan digitalisasi.
Target utama program tersebut meliputi perbaikan profil risiko, penguatan bisnis inti, diversifikasi ekosistem usaha, peningkatan kematangan digital, serta penurunan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).
“Kami ingin membangun budaya kerja yang solid, berbasis kinerja dan hasil, serta memastikan transformasi digital agar layanan Bank Sumut setara dengan bank besar lainnya,” kata Heru.
Pertemuan tersebut dihadiri Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Komisaris Independen Erlina, Direktur Kepatuhan Eksir, Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Bappelitbang Dikky Anugerah, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. (Reza)