INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah

redaksi
10 Feb 2026 19:24
Medan News 0 7
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memulai pembangunan fasilitas pengolahan bauksit hingga aluminium terintegrasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek bernilai Rp104,55 triliun ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor aluminium dan memperkuat rantai pasok industri nasional.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 6 Februari 2026. Fasilitas tersebut mencakup Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan smelter aluminium, yang dibangun berdekatan dengan SGAR Fase 1 berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun.

Dengan beroperasinya SGAR Fase 2, kapasitas produksi alumina domestik meningkat menjadi 2 juta ton per tahun.

Kebutuhan bahan baku dipasok dari tambang bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Kabupaten Mempawah dan Landak, Kalimantan Barat, dengan serapan bijih mencapai 6 juta ton per tahun.

Smelter aluminium di Mempawah dirancang memiliki kapasitas produksi 600 ribu ton aluminium per tahun.

Seluruh hasil produksi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika digabungkan dengan produksi smelter INALUM di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, total kapasitas aluminium nasional yang dikelola INALUM mencapai sekitar 900 ribu ton per tahun.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyatakan proyek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri aluminium nasional.

Menurutnya, hilirisasi diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah di dalam negeri.

Proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi signifikan.

Pemerintah memperkirakan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp71,8 triliun per tahun, dengan potensi penerimaan negara sekitar Rp6,6 triliun per tahun.

Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas diproyeksikan menyerap sekitar 65 ribu tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Pasokan listrik untuk smelter aluminium akan disuplai oleh PT Bukit Asam Tbk.

Pembangunan smelter aluminium terintegrasi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium global sekaligus menekan impor aluminium yang selama ini masih tinggi. (Reza)