Saipul Bahri
MEDAN, kaldera.id – Menjelang perayaan hari besar keagamaan, DPRD Kota Medan mendesak Pemerintah Kota Medan bersama Polrestabes Medan dan Polres Belawan memperketat pengamanan.
Peningkatan kewaspadaan dinilai penting karena angka kriminalitas kerap melonjak menjelang momen keagamaan.
Anggota Komisi 1 DPRD Medan, Saipul Bahri, Kamis (12/2/2026), mengatakan, situasi keamanan harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari besar tanpa rasa takut.
“Setiap menjelang hari besar biasanya terjadi peningkatan kasus penjambretan, pencurian, begal hingga curanmor. Ini harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Selain pengamanan aparat, Saipul juga menyoroti minimnya penerangan jalan sebagai salah satu pemicu rawannya tindak kejahatan.
Ia meminta Pemko Medan segera memperbaiki dan memasang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), khususnya di titik-titik rawan kriminalitas.
“Pastikan seluruh LPJU berfungsi maksimal. Lingkungan yang terang dapat menekan potensi kejahatan,” katanya.
Ia juga mendorong koordinasi intensif antara Pemko, kepolisian, dan aparat kewilayahan untuk memetakan daerah rawan serta meningkatkan patroli, terutama pada malam hari.
Tak hanya itu, peran masyarakat melalui Pos Siskamling diminta kembali diaktifkan.
Kepala lingkungan, lurah, dan camat diharapkan memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan Babinsa guna menjaga keamanan lingkungan.
Saipul bahkan mengusulkan agar dukungan anggaran untuk operasional Pos Siskamling dimasukkan dalam Perubahan APBD 2026 agar pengamanan berbasis masyarakat berjalan optimal.
Peningkatan pengamanan dan penerangan jalan di Kota Medan dinilai menjadi langkah mendesak untuk mencegah lonjakan kriminalitas menjelang hari besar keagamaan. Tanpa langkah konkret, masyarakat berisiko menghadapi ancaman kejahatan di tengah momentum sakral perayaan. (Reza)