Hadiri Meugang dan Petang Belimau, Rico Waas Tegaskan Budaya Adalah Pilar Kekuatan Bangsa

redaksi
13 Feb 2026 15:13
Medan News 0 3
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya menjaga dan merawat kebudayaan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tradisi Petang Belimau dan Meugang Puasa menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut berlangsung khidmat dan sarat nuansa adat Melayu. Perhelatan diawali dengan tarian tradisional Melayu yang enerjik, menampilkan busana khas hitam-putih dan ikat kepala rapi, menggambarkan kegembiraan masyarakat menyambut bulan suci.

Memasuki inti acara, Rico Waas mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan peci hitam dan mengikuti ritus Mandi Belimau.

Dengan khidmat, ia menyiramkan air rebusan limau menggunakan gayung kayu ke kepala warga sebagai simbol penyucian diri menyambut Ramadan.

Dalam sambutannya, Rico menekankan pentingnya mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, petang belimau dan meugang puasa merupakan warisan budaya yang telah hidup ratusan tahun dan tidak boleh tergerus zaman.

“Kalau kita mau kuat, intinya cuma satu: kebudayaan kita yang hidup ratusan tahun harus tetap ada di dunia modern ini,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menjadikan budaya sebagai identitas sekaligus daya tarik dunia.

Karena itu, masyarakat Medan diminta percaya diri menampilkan identitas budaya sendiri, khususnya budaya Melayu yang sarat nilai sejarah dan spiritual.

Rico juga menyoroti keberagaman etnis di Kota Medan sebagai kekayaan yang harus dijaga bersama. Ia menyebut kecintaan terhadap budaya tidak dibatasi latar belakang suku.

“Saya mungkin bukan orang Melayu, tapi saya suka berbaju Melayu, suka berdenjang Melayu, dan suka berpantun. Kalau sudah cinta, itu akan menjadi kebiasaan,” ujarnya disambut antusias hadirin.

Menurutnya, rasa cinta terhadap budaya akan memperkuat persatuan antaretnis seperti Melayu, Karo, Batak, Nias, dan suku lainnya yang hidup berdampingan di Tanah Deli.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situs-situs bersejarah, termasuk masjid yang menjadi lokasi kegiatan, sebagai bagian dari warisan peradaban.

Pemko Medan, lanjutnya, berkomitmen terus mempopulerkan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda. Ia menilai kekayaan budaya Indonesia dari Aceh hingga Papua merupakan kebanggaan nasional yang harus dijaga dan dipromosikan secara konsisten.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara Sukronedi, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, serta unsur Kerapatan Adat Diraja Kedatukan Sunggal Serbanyaman. (Reza)