Banjir Rusak 10 Jembatan, Sumut Kebut Perbaikan Akses ke Taput–Tapteng

redaksi
25 Feb 2026 23:32
Medan News 0 3
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah mempercepat pembangunan dan perbaikan jembatan di wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara guna memulihkan konektivitas dan distribusi logistik. Dari 10 jembatan yang dibangun bersama TNI, delapan di antaranya sudah rampung, namun satu kembali rusak akibat banjir susulan pada 11 dan 16 Februari 2026.

“Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, sekarang sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali pada tanggal 11 dan 16 Februari yang lalu maka ada satu jembatan yang kembali bergeser dan mengalami kerusakan tapi akan kita perbaiki kembali,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, Rabu (25/2/2026).

Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Sumut menegaskan, sejumlah wilayah memang mengalami akses terbatas, namun tidak sepenuhnya terisolir.

Kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih bisa melintas, sementara roda empat menunggu perbaikan jalan dan jembatan.

Data Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026 mencatat akses terbatas terjadi di dua kabupaten, yakni Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Di Tapanuli Utara, dampak banjir terjadi di Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan, meliputi Desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Huta Julu Parbalik. Sementara di Tapanuli Tengah, wilayah terdampak berada di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, mencakup Desa Saur Manggita, Sait Kalangan Dua, Sigiring-giring, dan Sibio-bio.

“Kita juga melakukan penggalian timbunan di sepanjang jalan desa tersebut dan jembatan yang rusak diperbaiki. Kalau cuaca mendukung ini bisa progresnya selesai pada bulan Maret nanti, kita harapkan cuaca mendukung,” kata Basarin.

Jembatan yang dibangun merupakan tipe rampo berbahan konstruksi besi dengan plat penahan dan bagian atas ditimbun tanah. Material disiapkan pemerintah daerah, sedangkan peralatan berat dikerahkan TNI.

“Ini yang sedang kita bangun bekerjasama dengan TNI, di mana bahan materialnya dari Pemprov dan peralatannya dari TNI, mudah-mudahan nanti sudah bisa dilalui roda empat untuk mengangkut stok makanan,” ujarnya.

Banjir susulan yang terjadi pertengahan Februari juga mendorong dilakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan curah hujan di wilayah terdampak.

“Operasi modifikasi cauca ini sudah kita lakukan pada tanggal 18-21 Februari di dua titik yakni di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu, kita harapkan dengan operasi modifikasi cuaca ini untuk beberapa hari ke depan tidak terjadi lagi hujan di Tapteng,” kata Basarin.

Data terbaru mencatat total warga terdampak bencana di Sumut mencapai 479.047 kepala keluarga atau 1.803.725 jiwa.

Jumlah pengungsi sebanyak 909 KK atau 3.506 jiwa, korban meninggal dunia 376 orang, luka-luka 4 orang, dan 40 orang masih dinyatakan hilang. (Reza)