Antrean BBM Merebak di Sumut, Gubernur Bobby Minta Warga Tak Panik

redaksi
7 Mar 2026 21:33
Medan News 0 7
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menanggapi antrean panjang masyarakat di sejumlah SPBU di beberapa kota di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai antrean tersebut dipicu kepanikan masyarakat setelah munculnya informasi mengenai cadangan stok BBM nasional.

Hal tersebut disampaikan Bobby saat membuka Pekan Ramadan Sumatera Utara di Area PRSU, Medan, Sabtu (7/3/2026).

Bobby mengaku baru saja melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di wilayah Tapanuli bagian selatan sebelum kembali ke Kota Medan pada Jumat malam. Dari pengamatannya, antrean BBM lebih banyak terjadi di kota-kota yang tingkat penggunaan media sosialnya tinggi.

“Saya bersama rombongan baru keliling beberapa kabupaten dan kota di wilayah Tapanuli bagian selatan. Antrean BBM memang ada di beberapa kota, terutama di daerah yang penggunaan media sosialnya tinggi,” kata Bobby.

Menurutnya, kepanikan masyarakat dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait stok BBM nasional yang disebut berada pada kisaran 21 hari.

Pernyataan tersebut, kata Bobby, kemudian disalahartikan oleh sebagian masyarakat.
Ia menegaskan bahwa stok BBM nasional memang dikelola dalam sistem cadangan yang terus diperbarui, sehingga tidak berarti persediaan akan habis dalam waktu 21 hari.

“Stok kita memang sekitar 21 hari, tapi bukan berarti setelah 21 hari habis. Persediaan itu terus diperbarui. Jadi tidak perlu panik,” ujarnya.

Bobby kemudian mengibaratkan kondisi tersebut seperti tangki bahan bakar kendaraan yang memiliki kapasitas terbatas. Meski demikian, pengisian bahan bakar dilakukan secara berkala sebelum tangki benar-benar kosong.

“Kalau diibaratkan seperti tangki mobil, tentu ada batasnya. Tapi sebelum habis kita isi lagi. Begitu juga dengan stok BBM nasional,” katanya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru dapat memicu antrean panjang di SPBU.

Bobby juga meminta pemerintah daerah bersama Pertamina terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai ketersediaan stok BBM.

“Ayo sama-sama kita sampaikan kepada masyarakat agar tidak panik. Stok BBM kita cukup, jadi tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.

Ia berharap edukasi yang tepat kepada masyarakat dapat meredam kepanikan sekaligus menjaga stabilitas distribusi BBM di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengingatkan kepada jajaran PPSu untuk menjadikan Area PRSU ini menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah selama bulan Ramadan. Tidak hanya dibuka pada momen – momen tertentu. (Reza)