Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar

redaksi
14 Mar 2026 13:55
Medan News 0 3
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penanganan peredaran narkoba di kawasan Belawan tidak boleh lagi berhenti pada wacana. Pemerintah Kota Medan bersama aparat penegak hukum diminta bergerak cepat menutup lokasi-lokasi penyalahgunaan narkoba yang meresahkan warga.

Penegasan itu disampaikan Rico saat memimpin rapat koordinasi penanganan peredaran narkoba di Kecamatan Medan Belawan, Jumat (13/3/2026), di Kantor Wali Kota Medan.

Rico mengungkapkan, pihaknya baru saja turun langsung ke lapangan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas narkoba di kawasan Belawan.

“Kami turun ke empat titik lokasi. Semua kami buka, dan memang ditemukan tempat penyalahgunaan sekaligus transaksi narkoba di sana,” kata Rico.

Temuan tersebut, menurutnya, memperlihatkan aktivitas narkoba di Belawan bukan persoalan baru. Praktik tersebut diduga sudah berlangsung lama dan berulang di sejumlah titik.
Ia meyakini masih ada lokasi lain yang menjadi tempat transaksi maupun penggunaan narkoba di wilayah pesisir Kota Medan tersebut.

“Kondisi ini membuat masyarakat khawatir. Anak-anak bisa terkontaminasi penyalahgunaan narkoba dan lingkungan menjadi tidak aman,” ujarnya.

Rico menegaskan langkah penanganan tidak boleh berhenti pada rapat dan kesepakatan di atas kertas. Ia meminta seluruh pihak segera bertindak di lapangan.

“Mulai sekarang kita tidak lagi hanya bersepakat di ruang rapat, tapi bersepakat di lapangan. Ini kondisi yang sangat urgen,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut hadir Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Rico juga mendorong pembentukan tim terpadu untuk menangani berbagai persoalan di Belawan, mulai dari peredaran narkoba, tawuran hingga gangguan keamanan lainnya.

Menurutnya, penindakan harus menyasar seluruh rantai jaringan, mulai dari pengguna, pengedar hingga pihak yang diduga melindungi aktivitas tersebut.

“Kalau hari ini kita tutup satu tempat lalu besok muncul lagi, ya kita tutup lagi. Ada lagi, kita kejar lagi. Daripada kita tidak berbuat apa-apa,” katanya.

Selain penegakan hukum, Rico juga menekankan pentingnya pendekatan sosial untuk mencegah peredaran narkoba semakin meluas. Ia meminta pos kamling diaktifkan kembali serta mendorong program pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan olahraga bagi anak muda, penguatan UMKM, dan pengawasan lingkungan harus berjalan. Kalau kita ingin Belawan lebih aman, kita harus bergerak sekarang,” pungkasnya. (Reza)