Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari

redaksi
20 Mar 2026 06:32
Medan News 0 7
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara menggelar pengamatan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (19/3/2026).

Pengamatan ini menjadi bagian dari proses nasional yang digelar serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai dasar penetapan Hari Raya Idul Fitri melalui Sidang Isbat.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Syafrizal Bancin, mengatakan hasil rukyatul hilal akan dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan pemerintah.

“Hasil hari ini akan disampaikan ke Kementerian Agama RI untuk penentuan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat malam ini,” ujarnya.

Berdasarkan data tim rukyat, posisi hilal di Sumatera Utara belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kepala Balai Wilayah I BMKG Sumatera Utara, Hendro Nugroho, menjelaskan secara astronomis hilal masih sulit terlihat.

Di Medan, tinggi hilal tercatat sekitar 2,7 derajat dengan elongasi 5,98 derajat dan umur bulan sekitar 10 jam. Kondisi tersebut dinilai belum memenuhi syarat visibilitas hilal.

“Secara perhitungan, visibilitas bulan belum nampak,” kata Hendro.

Meski demikian, keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat pemerintah sebagai otoritas penetapan.

Syafrizal juga mengingatkan potensi perbedaan penetapan Idul Fitri agar tidak memecah persatuan umat.

“Kemungkinan perbedaan itu ada, namun mari kita jaga ukhuwah Islamiyah. Perbedaan adalah rahmat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut, Abu Qosim, menegaskan pengamatan hilal dilakukan secara ilmiah dan penuh tanggung jawab.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar penting dalam menentukan 1 Syawal yang akan diumumkan kepada masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Majelis Ulama Indonesia, organisasi masyarakat Islam, serta insan pers.

Berdasarkan hasil sidang isbat di Jakarta, Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengumumkan, berdasarkan laporan dari berbagai daerah menyatakan hilal belum terlihat.

Oleh karena iru Ramadan digenapkan 30 hari. Dengan begitu 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Reza)