MEDAN, kaldera.id – Enam barak yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba di bantaran rel kereta api Medan–Binjai, Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dibakar tim gabungan, Senin (12/10/2026) sore. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan seorang pria berinisial IR (36) yang diduga sebagai pengguna narkoba.
Penggerebekan melibatkan Satresnarkoba Polrestabes Medan, Polda Sumut, BNNP Sumut, dan Satpol PP. Operasi dilakukan setelah petugas kembali menemukan aktivitas jual beli narkoba di kawasan tersebut, yang sebelumnya juga pernah digerebek karena menjadi lokasi transaksi narkotika.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan IR merupakan warga Kecamatan Medan Timur. Ia diamankan setelah sejumlah orang lainnya melarikan diri ketika mengetahui kedatangan petugas.
“Kami amankan satu orang, statusnya merupakan pengguna dan telah kami tes urine di lokasi, kami juga temukan 2 paket sabu siap pakai, sejumlah alat hisap, dan barang bukti lain. Lokasi ini dilengkapi dengan pos-pos pantau yang terhubung dengan barak narkoba, sehingga saat petugas datang, para pelaku dapat dengan cepat kabur,” ungkap Rafli.
Menurut Rafli, terdapat enam barak yang berdiri di bantaran rel tersebut. Seluruhnya kemudian dihancurkan dan dibakar untuk mencegah lokasi itu kembali digunakan sebagai tempat aktivitas narkoba.
“Enam barak narkoba yang kami temukan kami bumihanguskan, kami akan mengawasi tempat ini ke depannya,” tambahnya.
Penggerebekan berulang di kawasan itu menjadi perhatian aparat karena aktivitas narkoba kembali ditemukan meski lokasi tersebut pernah ditertibkan pada bulan sebelumnya. Keberadaan pos pantau yang terhubung dengan barak juga membuat para pelaku dapat melarikan diri sebelum petugas menjangkau mereka.
Polrestabes Medan menyatakan operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) akan terus dilakukan untuk menekan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Upaya tersebut, menurut Rafli, tidak hanya menargetkan lokasi yang digunakan untuk aktivitas narkoba, tetapi juga pemulihan pengguna dan pemutusan jaringan bandar.
“Kami menargetkan daerah rawan narkoba menjadi daerah zero narkoba. Pulihkan pengguna, putus mata rantai bandar narkoba, Polisi bersama masyarakat,” pungkas Rafli. (Reza)