Rp360 Miliar untuk Banjir, Rico Waas Bidik 100 Titik Genangan di Medan

redaksi
13 Okt 2026 22:50
Medan News 0 33
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kota Medan menyiapkan anggaran Rp360 miliar untuk penanganan banjir pada 2027, dengan target membenahi 100 titik banjir dan genangan. Di saat yang sama, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas merencanakan peningkatan insentif guru honorer dari Rp400.000 menjadi Rp650.000.

Rencana tersebut disampaikan Rico saat menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (13/10/2026).

Selain penanganan titik banjir, Pemko Medan menargetkan pembangunan dan perbaikan drainase sepanjang 59 kilometer serta penanganan jalan sepanjang 123 kilometer. Program ini menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur dalam rancangan anggaran tahun depan.

Khusus Medan Utara, penanganan banjir rob di Belawan tetap menjadi perhatian. Pemko Medan berencana memperkuat sistem drainase secara terintegrasi, mulai dari saluran tersier, sekunder, hingga primer dan saluran pembuangan atau sungai.

Rico juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, agar penanganan banjir dan pembangunan tanggul rob berjalan sesuai kewenangan masing-masing.

Di sektor pendidikan, selain rencana kenaikan insentif guru honorer, Pemko Medan mengalokasikan bantuan untuk 40.000 siswa kurang mampu, program tebus ijazah bagi 500 siswa, dan beasiswa bagi 200 mahasiswa berprestasi.

Pembangunan sarana pendidikan juga direncanakan melalui rehabilitasi 72 lokasi sekolah dengan anggaran sekitar Rp19,52 miliar serta pembangunan ruang kelas baru di 24 lokasi dengan anggaran Rp81,5 miliar.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemko Medan menyiapkan Rp23 miliar guna memperluas jaringan perpipaan air minum di 115 lokasi. Sementara itu, Rp7,8 miliar direncanakan untuk pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat di 39 lokasi.

Pada sektor kesehatan, Pemko Medan akan mengevaluasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Medan Bertuah dan meningkatkan pelayanan di RSUD Dr. Pirngadi serta RSUD Haji Bachtiar Jaafar. Pembenahan mencakup pemenuhan dokter spesialis, peralatan medis, sarana prasarana, dan tata kelola rumah sakit.

Data yang disampaikan dalam pembahasan tersebut mencatat sebanyak 538.730 jiwa telah memperoleh manfaat program kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) hingga September 2026.

Sementara itu, anggaran Dinas Perhubungan pada 2027 diarahkan sebesar Rp588,1 miliar, terutama untuk pengelolaan lalu lintas dan angkutan jalan, penerangan jalan umum, layanan bus listrik, serta perlengkapan jalan.

Terkait usulan angkutan umum gratis bagi pelajar dari keluarga prasejahtera, Rico menyatakan Pemko Medan akan mengkajinya dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kemampuan fiskal daerah, mekanisme pelaksanaan, dan landasan hukum.

Dari sisi pendapatan, Pemko Medan memproyeksikan pendapatan daerah dalam rancangan APBD 2027 sebesar Rp6,99 triliun. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan diupayakan melalui optimalisasi potensi penerimaan, pemutakhiran data wajib pajak, digitalisasi perpajakan, serta penguatan pengawasan berbasis teknologi informasi, bukan dengan menaikkan tarif pajak atau retribusi.

Rico mengatakan berbagai program tersebut disusun dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan prioritas pembangunan dalam RPJMD Kota Medan 2025–2029. Masukan fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan penyempurnaan dalam tahapan pembahasan RAPBD berikutnya. (Reza)