Sambut Ramadan, UINSU Medan Sebar Bantuan Pompa Air ke Masjid di Tamiang

redaksi
16 Feb 2026 17:06
3 menit membaca

KUALA SIMPANG, kaldera.id – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melalui Satuan Tugas Tanggap Bencana UINSU Medan menyalurkan bantuan tahap akhir bersama Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), Sabtu (14/2/2026). Kali ini bantuan yang diberikan berupa mesin pompa air (jet pump), sarung, mukena, beras hingga pakaian layak pakai.

“Kami menyalurkan bantuan berupa mesin pompa air dan lainnya. Kami harapkan bantuan ini dapat mendukung aktivitas masjid dan masyarakat di sekitarnya untuk menjalani bulan suci Ramadhan yang segera hadir,” kata Ketua Satgas Tanggap Bencana UINSU Medan, Dr. Zulham, M.Hum didampingi Sekretaris Dr. Fauzi Arif Lubis, MA.

Di Aceh Tamiang, tim langsung menuju ke Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Masjid yang dituju yakni Masjid Miftahul Jannah, Kampung Durian dan Masjid As Syuhada, Benua Raja.

“Alhamdulillah, terimakasih atas bantuan yang diberikan. InsyaAllah akan sangat bermanfaat untuk kami gunakan,” kata Imam Miftah, saat menerima mesin pompa air dan bantuan lainnya.

Selanjutnya, tim juga menyalurkan bantuan yang sama ke Masjid Besar Al Huda, Kampung Tj Karang, Kec Karang Baru, Masjid Baiturrahman, Kota Lintang, Kec Kualasimpang, Masjid Nurul Iman, Kampung Dalam, Kec Karang Baru Masjid Syuhada, Kuala Simpang, Masjid Al Chairiah Kuala Simpang dan Masjid Babul Huda, Kota Lintang, Kec Kuala Simpang. Kemudian bantuan juga disalurkan pada SMA Swasta dan Panti Asuhan Al Washliyah, Aceh Tamiang.

“Total ada 10 mesin pompa air yang kami salurkan. Kemudian untuk panti asuhan, kami juga menyalurkan pakaian layak pakai. Semoga dapat digunakan oleh adik-adik kami di panti asuhan,” kata Dr. Fauzi Arif Lubis.

Ketua HAEI Sumatera Utara Zulfadli yang diwakili Bendahara, Erwin, yang ikut langsung dalam kegiatan distribusi bantuan ini menyatakan masyarakat Aceh Tamiang masih harus terus mendapat dukungan dari semua pihak untuk dapat bangkit kembali.

“Termasuk juga UINSU Medan. Kami berharap binaan kolaborasi semacam ini terus dilanjutkan. Kami optimis dengan kerjasama semua pihak. Karena secara ekonomi dan infrastruktur, Aceh Tamiang masih harus didukung. Kami yakin Aceh Tamiang segera bangkit,” bebernya.

Sementara, Tokoh masyarakat sekaligus ulama Aceh Tamiang Haji Buyung Arifin mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah menyalurkan bantuan bersama UINSU Medan Medan. “Sudah pasti, bantuan-bantuan yang datang sangat membantu masyarakat di sini,” katanya.

Secara khusus ia berterimakasih pada Ibu Rektor (Prof. Dr. Nurhayati) dan Satgas Tanggap Bencana UINSU Medan yang bersama perwakilan HAEI terjun dan langsung mendatangi lokasi masjid yang diberikan bantuan.

Selain menyalurkan bantuan langsung ke masjid dan masyarakat , tim juga bertemu langsung dengan orang tua dan mahasiswa UINSU Medan yang menjadi korban banjir di Aceh Tamiang dan sekitarnya. Setelah sebelumnya di Sibolga-Tapteng, sebanyak 30 mahasiswa atau orang tua korban banjir ini, menerima bantuan uang tunai Rp900.000, beras dan peralatan sholat.

“Bantuan ini dari keluarga besar kalian dosen dan pegawai di Bansos UINSU, bapak-bapak di HAEI dan BSI. Manfaatkan dengan baik. Kalau yang belum bayar UKT, tentu ini dapat digunakan untuk menambah UKT,” kata Dr. Zulham saat menyerahkan bantuan di Masjid Syuhada, Kuala Simpang.

Salah seorang mahasiswa yang menerima bantuan ini, Intan Dara (FIS), berterimakasih pada rektorat UINSU dan para donator.(efri/red)