Segera Beroperasi, Pengguna BTS Digratiskan Setahun

0
4
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution (paling kanan) saat mencoba lintasan Buy The Service (BTS) , Rabu (5/2/2020).
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution (paling kanan) saat mencoba lintasan Buy The Service (BTS) , Rabu (5/2/2020).

MEDAN, kaldera.id – Lintasan transportasi massal skema Buy The Service (BTS) di Kota Medan diuji coba, Rabu (6/2/2020). Sedangkan pengoperasiannya dimulai, April mendatang.

Sebanyak 81 unit bus dioperasikan nantinya. Bahkan, saat pengujiannya selama setahun diberikan gratis. Dengan catatan menggunakan e-money dengan nol saldo.

Pengujian dimulai dari Lapangan Merdeka, Selain ingin melihat kelancaran, pengujian juga dilakukan dalam rangka untuk melihat waktu tempuh bus. Dengan kecepatan normal, bus ternyata membutuhkan waktu sekitar 20 menit hingga sampai Terminal Amplas.

Pengujian lintasan bus massal ini dilakukan Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution bersama Kasubdit Angkutan Umum Ditjen Hubdat Kementrian Perhubungan Hadi Setyabudi P, dan lainnya.

Dari 5 lintasan koridor yang telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran BTS, Akhyar menguji lintasan Koridor 2 yang melayani rute Lapangan Merdeka-Terminal Amplas dengan berjarak sekitar 9,6 Km.

Untuk koridor 2, jumlah halte yang dimiliki sebanyak 56 buah dan dilayani bus besar sebanyak 11 unit. Selain Koridor 2, ada lagi Koridor 1 dengan rute Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka sepanjang 9,7 km dengan 46 buah halte dan dilayani bus besar sebanyak11 unit.

Kemudian koridor 3 Belawan-Lapangan Merdeka dengan panjang 24,1 km dan memiliki 112 halte serta dilayani bus besar sebanyak 21 unit.

Lalu, Koridor 4 yakni Tuntungan-Lapangan Merdeka sepanjang 18,1 km dengan memiliki halte sebanyak 87 buah dengan dilayani 17 unit buah.

Serta Koridor 5 yakni Tembung-Lapangan Merdeka sepanjang 8,3 km dan memiliki 42 buah halte serta dilayani bus besar 10 unit.

“Alhamdulillah, kita mengusulkan 8 koridor tapi 5 koridor yang disetujui Kementrian Perhubungan. Insya Allah (koridor) ini akan terus berkembang. Kemudian Terminal Amplas saat ini sedang dalam proses tender dan rencananya awal April dimulai pembangunan. Nantinya Terminal Amplas akan memiliki fasilitas setaraf dengan bandara,” kata Akhyar.

Akhyar menjelaskan, pengujian yang dilakukan ini merupakan program pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan dengan skema pembelian layanan dari Kementerian Perhubungan. Hadirnya moda transportasi ini diharapkan angkutan umum yang ada di perkotaan, khususnya Kota Medan dapat lebih memenuhi kebutuhan serta keinginan masyarakat. Di samping itu sebagai upaya mengurai kemacetan di Kota Medan.

Apabila sistem ini berjalan lancar nantinya diikuti dengan pembangunan interkoneksi antar moda guna memudahkan masyarakat. Dimana, masyarakat tidak lagi berganti transportasi berangkat dari rumah.

“Tidaki ada yang dirugikan dalam sistem ini,” jelasnya.

Dari seluruh koridor yang akan mendukung kelancaran transportasi massal dengan skema BTS akan memiliki 400 buah halte atau bus stop. “Tempat yang tidak dapat dibangun halte, solusinya menggunakan bus stop,” terangnya.

Bus ini akan berangkat setiap 10 menit sekali dan tepat waktu. Meskipun tidak ada penumpang, bus akan tetap berjalan. Kemudian bus akan berhenti di setiap halte atau bus stop. Masing-masing jarak halte atau bus stop satu dengan lainnya sekitar 500 meter. Bus yang dioperasiokan nantinya kapasitas 19 seat dan 15 orang untuk berdiri.

Moda transportasi ini juga dengan teknologi. Setiap kali mau melintasi traffic light. lampu langsung berubah hijau sehingga bus tidak berhenti.

Kasubdit Angkutan Massal Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hadi Setyabudi menerangkan, Kemenhub memberikan bantuan kepada kota besar di Indonesia, termasuk Kota Medan yakni program pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan dengan skema BTS. Untuk Kota Medan, jelasnya, moda transportasi massal ini akan beroperasi pada April 2020 dengan melayani 5 Koridor.

“Kemenhub menyediakan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk moda transportasi massal skema BTS di Kota Medan. Dengan rincian anggaran 1 koridor sebesar Rp10 miliar,” pungkasnya. (reza sahab)