Kecelakaan Maut Intra Kontra Avanza, Ini Kata Ayah yang Kehilangan Dua Anaknya

Kecelakaan maut melibatkan bus Intra dengan mobil Avanza terjadi di Jalan Lintas Tebingtinggi-Pematangsiantar
Kecelakaan maut melibatkan bus Intra dengan mobil Avanza terjadi di Jalan Lintas Tebingtinggi-Pematangsiantar

MEDAN, kaldera.id – Kecelakaan maut melibatkan bus Intra dengan mobil Avanza terjadi di Jalan Lintas Tebingtinggi-Pematangsiantar, Desa Pabatu, Kecamatan Serdangbedagai pada Minggu (21/2/2021) malam.

Dalam peristiwa tersebut, 9 orang dilaporkan tewas di lokasi. Diketahui, seluruh korban merupakan warga Desa Lau Dendang, Gang Karto, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Rahmadi, 49, ayah dari Fakhrul Hanafi, 22, dan Arzita,19, korban yang wafat menuturkan, para rombongan mulai hari Sabtu pagi pergi ke Siantar untuk menghadiri undangan di pernikahan temannya.

“Hari Sabtu pagi pergi ke Siantar untuk menghadiri pernikahan teman satu remaja Masjidnya. Kemudian hari Minggunya pulang,” Kata Rahmadi, Senin (22/2/2021).

Rahmadi menambahkan, ia sempat menghubungi anaknya, yakni Fakhrul Pukul 20.00 WIB. Saat itu para korban lagi berkunjung ke Kebun Teh Sidamanik.

BACA JUGA :  Said Aldi: BKPRMI Kehilangan Kader dari Masjid Al Iman

“Pukul 20.00 WIB, masih bisa menghubungi anak saya. Mereka bilang lagi di Sidamanik. Setelah itu, jam 21.00 WIB, saya kembali menghubunginya (Fakhrul). Namun yang menjawab telpon saya itu pihak kepolisian,” kata Rahmadi menambahkan.

Setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian 9 orang penumpang mobil Avanza meninggal di tempat, Rahmadi beserta kelurga langsung menuju ke RS Bhayangkara Polres Serdang Bedagai.

“Di percakapan lewat telpon, polisi menyuruh saya untuk mendatangi RS Bahayangkara untuk memastikan bahwa itu merupakan rombongan anak saya,” ujarnya.

Dari informasi yang dapat dihimpun, kesembilan korban meninggal yakni Fakhrul Hanafi, 22, kemudian 8 orang penumpang lainnya Nur Anissa, 22, Isma Al Jannah, 24, Nadila Anggreyani Nasution, 17, Arzita, 19, Rafika Anggreyani Nasution, 17, Ahmad Ridho Zaki, 16, Fiqih Anugrah, 18, dan Juwita Asri Sormin, 18, seluruhnya remaja Masid Al-Iman. (mustivan mahardhika)