Klarifikasi Gubsu Edy Sering Diisukan “Titip” Nama di Lelang Eselon

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi

MEDAN, kaldera.id- Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengaku sempat kesal dengan isu- isu yang menyebutkan dirinya sering “menitipkan” nama pada lelang eselon di Lingkungan Pemprov Sumut.

Padahal menurut Edy, ia sendiri tidak mengetahui siapa saja nama yang ikut dalam proses seleksi oleh Pansel yang diketuai oleh Sekdaprovsu, R Sabrina itu.

Hal itu disampaikan Edy menanggapi banyaknya isu yang beredar di masyarakat, termasuk nama Manna Wasalwa yang diusulkan Edy ke Kemendagri untuk mendapatkan SK pengangkatan di jabatan Kadisdukcapil. Manna Wasalwa sendiri diketahui merupakan adik dari Isteri Gubsu, Nawal Lubis.

“Benar-benar ini saya tak tau. Tau-tau ribut orang di media, oh ada saudara istri saya, yang begitu-begitu tu. Tolong, saya sendiri tau setelah anda ribut. Saya tidak tau,” ujar Edy kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Edy sendiri mengaku baru mengetahui jika adik iparnya itu ikut seleksi saat akan menandatangani hasil seleksi Kadisdukcapil yang disebut Edy nama Manna Wasalwa lah yang menduduki peringkat pertama.

Jika memang hendak melakukan rekayasa, kata Edy, ia malah akan meluluskan nama adiknya itu di jabatan yang memang secara penuh menjadi kewenangannya. Bukan di jabatan Kadisdukcapil yang merupakan kewenangan Kemendagri.

BACA JUGA :  Gubsu Izinkan Salat Tarawih dan Idul Fitri Berjamaah di Masjid

“Karena saya tidak tau dan itu tes dia menang. Begitu mau saya tandatangani, itupun saya belum tau. Udah ribut baru saya tanya, rupanya famili istriku,” jelasnya.

“Buktinya setelah saya lihat, kalau boleh saya melakukan rekayasa, kenapa ke Dukcapil?. Saya jadikan aja ke Dispenda sana atau kemana yang langsung itu wewenang saya. Dukcapil ini kan wewenangnya menteri dalam negeri,” sambung Mantan Pangkostrad itu.

Edy sendiri menegaskan bahwa lelang jabatan di Lingkungan Pemprov Sumut itu terbuka untuk siapa saja. Termasuk untuk kelurganya jika memang memenuhi syarat yang telah ditentukan boleh Pansel.

“Anda harus tau, 2,5 tahun saya disini bahwa saya sangat obyektif. Tak ada rekayasa sama saya dan kalian selalu ada disini. Apapun, siapapun harus lewat dari open jangan gara-gara saya jadi gubernur. Terus kalau kalian saudara saya terus tak bisa, kalau memang kalian berprestasi. Jangan itu yang dipersoalkan,” tegas Edy.

Lelang Eselon di Lingkungan Pemprov Sumut memang selalu menjadi sorotan. Pasalnya, banyak isu yang mengatakan bahwa seleksi yang dilakukan oleh Pansel hanya sebagai formalitas saja. Gubsu Edy disebut sudah mempunyai “titipan” nama untuk di jabatan yang di lelang. (finta rahyuni)