Pancasila dan Moderasi Beragama jadikan Indonesia Tangguh

Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Dr Syahrin Harahap, MA
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Dr Syahrin Harahap, MA

MEDAN, kaldera.id – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Dr Syahrin Harahap, MA, mengungkapkan bahwa Pancasila adalah falsafah bangsa yang digali dari nilai-nilai budaya dan karakter bangsa Indonesia, artinya Pancasila itu adalah jati diri dari bangsa Indonesia itu sendiri.

“Pancasila itu diambil dari dalam diri anak bangsa Indonesia. Oleh karenanya ketika dia ditarik menjadi konsep, dia harus menjadi tindakan. Menjadikan Pancasila itu sebagai tindakan tidak terlalu sulit. Apabila anak-anak Indonesia atau anak bangsa mengikuti hatinya saja, berarti dia sudah membuat Pancasila dalam tindakannya,” ujar Prof Syahrin, di Medan, Selasa (1/6/2021).

Prof. Syahrin harahap juga berpesan, tugas kita saat ini adalah untuk membersihkan isi hati, batin bangsa Indonesia agar nilai-nilai yang diambil dari dirinya itu bisa teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Kolaborasi Pendidikan, Mahasiswa Ikom UINSU Pelatihan Desain di Polimedia Kreatif

“Kalau sesuatu diambil dari luar dirinya untuk dilakukan itu belum tentu membuat dia tangguh. Tapi kalau yang diambil dari dirinya, diminta untuk dilaksanakannya, diamalkannya, itu akan kuat. Oleh karenanya bangsa Indonesia yang mengamalkan Pancasila itu menjadi tangguh,” paparnya.

Dalam kaitannya dengan moderasi beragama beliau menjelaskan bahwa pada dasarnya nilai-nilai itu sebenarnya diambil dari nilai-nilai universal yang memungkinkan anak bangsa dapat bersifat moderat di dalam kata dan tindakan mereka.

“Moderasi beragama itu sudah barang tentu akan membuat bangsa Indonesia menjadi tangguh dan kuat,” pungkasnya.(red/rel)