Aset Abramovich Dibekukan Inggris, Chelsea tak Boleh Jual Tiket

Miliarder asal Rusia tersebut berharap bisa mengamankan The Blues sebelum sanksi dijatuhkan.
Miliarder asal Rusia tersebut berharap bisa mengamankan The Blues sebelum sanksi dijatuhkan.

MEDAN, kaldera.id – Miliarder asal Rusia tersebut berharap bisa mengamankan The Blues sebelum sanksi dijatuhkan.

Pemilik Chelsea Roman Abramovich sekarang tidak dapat menjual The Blues setelah pemerintah Inggris membekukan aset miliarder tersebut.

Abramovich telah mengumumkan niatnya untuk menjual klub pekan lalu.

Meskipun ada banyak peminat, saksi yang diterima Abramovich membuat masa depan The Blues menjadi tidak pasti.

Abramovich telah dihukum karena disebut berhubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memerintahkan invasi ke Ukraina baru-baru ini.

Kantor sanksi keuangan HM Treasury merilis sebuah pernyataan pada hari Kamis yang, sebagian, berbunyi: “Roman Arkadyevich ABRAMOVICH (selanjutnya disebut ABRAMOVICH) adalah seorang pengusaha terkemuka asal Rusia dan oligarki pro-Kremlin.”

“ABRAMOVICH dikaitkan dengan seseorang yang atau telah terlibat dalam krisis di Ukraina dan merusak serta mengancam integritas teritorial, kedaulatan dan kemerdekaan Ukraina, yaitu Vladimir Putin, yang memiliki hubungan dekat dengan ABRAMOVICH selama beberapa dekade.”

“Asosiasi itu termasuk untuk memperoleh keuntungan finansial atau keuntungan material lainnya dari Putin dan pemerintah Rusia.”

“Ini termasuk keringanan pajak yang diterima oleh perusahaan yang terkait dengan ABRAMOVICH, membeli dan menjual saham dari dan ke negara dengan harga yang menguntungkan, dan kontrak yang diterima menjelang Piala Dunia FIFA 2018.”

“Oleh karena itu, ABRAMOVICH telah menerima perlakuan istimewa dan konsesi dari Putin serta pemerintah Rusia.”

The Blues sekarang ‘menggantung’, dengan Abramovich berharap untuk menjual klub sebelum sanksi dijatuhkan.

Chelsea akan diberikan ‘lisensi khusus’

Sekretaris Kebudayaan Nadine Dorries mengatakan bahwa Chelsea akan diberikan ‘lisensi khusus’ yang berarti semua kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola, seperti pertandingan melawan Norwich City dapat dilanjutkan, Jumat (11/3) dini hari WIB.

Namun, klub tidak dapat menjual tiket pertandingan, yang berarti hanya pemegang tiket musiman yang dapat menghadiri pertandingan secara langsung.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson merilis sebuah pernyataan menyusul berita tersebut, mengatakan: “Tidak ada tempat berlindung yang aman bagi mereka yang telah mendukung serangan kejam Putin di Ukraina.”

“Sanksi hari ini adalah langkah terbaru dalam dukungan tak tergoyahkan oleh Inggris untuk rakyat Ukraina. Kami akan kejam dalam mengejar mereka yang memungkinkan pembunuhan warga sipil, penghancuran rumah sakit dan merebut suatu wilayah secara ilegal.” (goal)