Site icon Kaldera.id

Habib Luthfi: Jika Semua Bisa Duduk Bersama, Indonesia Tidak Dapat Diipecahbelah

Habib Luthfi Bin Yahya mengungkapkan, jika semua bisa duduk bersama seperti ini akan menjadi kekuatan bersama dan Indonesia tidak dapat dipecahbelah.

Habib Luthfi Bin Yahya mengungkapkan, jika semua bisa duduk bersama seperti ini akan menjadi kekuatan bersama dan Indonesia tidak dapat dipecahbelah.

 

MEDAN, kaldera.id – Habib Luthfi Bin Yahya mengungkapkan, jika semua bisa duduk bersama seperti ini akan menjadi kekuatan bersama dan Indonesia tidak dapat dipecahbelah. Dirinya juga mengajak untuk menanamkan rasa kasih dan cinta.

Sebab, Jika orang sudah saling mengasihi dan mencintai, tidak akan membuka aib saudara sendiri apapun agamanya. Hal ini disampaikan pria yang juga menjabat Dewan Kehormatan Forkolimat saat memberikan tausiah di acara Doa Untuk Negeri dan Kirab Merah Putih 2022 di Lapangan Benteng, Selasa (13/9/2022).

Habib Luthfi mengatakan, harus bangga menjadi Indonesia karena memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air. Jika sudah bangga dengan Indonesia, tentunya tidak cukup dengan melakukan hal-hal yang ringan saja, tetapi akan membangun ekonomi yang baik. “Tanah kita ini subur dengan cinta kepada Indonesia maka ekonomi akan maju,” ungkapnya.

Di hadapan Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Wakil Wali Kota, Aulia Rachman, unsur Forkompimda Sumut dan Kota Medan, Sultan Deli Sultan Mahmud Arya Lamanjiji serta tokoh agama, Habib M Luthfi berharap dengan Doa Untuk Negeri ini akan semakin membuat tegaknya Sang Saka Merah Putih.

“Ada tiga hal disampaikan kepada anak-anak kita selaku generasi ke depan yang terkandung dalam Sang Saka Merah Putih. Pertama, kehormatan bangsa ada di dalam Merah Putih. Kedua, harga diri bangsa ada dalam Merah Putih, ketiga jati diri bangsa ada dalam Merah Putih. Mari kita jaga dan tegakkan Sang Saka Merah Putih sehingga melahirkan NKRI harga mati,” harapnya menutup tausiah.

Doa Untuk Negeri dan Kirab Merah Putih 2022 di Lapangan Benteng Medan, Selasa (13/9) malam. Acara yang digagas Forum Komunikasi Lintas Umat (Forkalimat) ini, diharapkan semakin memperkokoh dan mempererat keragaman yang ada sehingga tak dapat dipecahbelah oleh pihak manapun.

Acara yang mengusung tema “Menjaga Keharmonisan Menjunjung Tinggi Toleransi’ ini diisi dengan pembacaan doa yang disampaikan secara bergilir pleh lima perwakilan agama yakni Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Setelah itu dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus Dewan Kehormatan Forkolimat Habib M Luthfi bin Yahya.

Pelaksanaan berlangsung dengan penuh khidmat. Peserta yang hadir pun berasal dari lintas agama yang ada. Semua mengikuti acara dengan penuh antusias hingga berakhir.

Usai acara, Walikota Medan, Bobby Nasution tampak puas. Sebab, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keberagaman guna memperkokoh rasa persatuan. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan penuh khidmat,” kata Bobby Nasution .

Menantu Presiden Joko Widodo ini berharap agar acara ini dapat menjaga keberagaman yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Medan yang dijuluki sebagai miniaturnya Indonesia. “Semoga acara ini semakin membawa keharmonisan bagi warga Kota Medan dengan senantiasa saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai toleransi, sehingga menjadikan keberkahan bagi kota yang kita cintai bersama ini,” harapnya.(reza)

Exit mobile version