Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 28 Apr 2026
Mendagri Apresiasi Sumut Salurkan Hibah Rp260 Miliar untuk Aceh
Wabup Tiorita Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Langkat
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
PSI Desak Evaluasi PUD Pasar, DPRD Medan Soroti Rekomendasi LKPJ 2025
Raih National Governance Award 2026, Rico Waas Dinilai Kuat di Layanan Digital
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Mendagri Apresiasi Sumut Salurkan Hibah Rp260 Miliar untuk Aceh
Wabup Tiorita Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Langkat
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
PSI Desak Evaluasi PUD Pasar, DPRD Medan Soroti Rekomendasi LKPJ 2025
Raih National Governance Award 2026, Rico Waas Dinilai Kuat di Layanan Digital
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 581
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Ilustrasi Banjir setinggi betis. (Int)
Baca Juga
Penanganan Belum Komprehensif, Banjir Masih Jadi Momok Warga Medan
12 Agu 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Wali Kota Medan Rico Waas saat berdialog dengan pedagang daging ketika melakukan sidak ke pasar tradisional, Kamis (18/12/2025). Foto; Reza Sahab/kaldera.id
Baca Juga
Sidak Jelang Nataru, Wali Kota Medan Temukan Produk Kadaluwarsa di Supermarket
18 Des 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Pemko Harus Jelaskan Pengelola Parkir Berlangganan
Aulia Rachman Resmi Diganti Haris Damanik
Wali Kota Medan Tekankan Profesionalisme Petugas Pajak Saat Buka Bimtek Penilai PBB P2
Akhyar: Kreatifitas Bisa Atasi Keterpurukan Ekonomi
Bobby Ajak Dandim 0201/Medan Kolaborasi Sukseskan Program Pemko Medan
Kalahkan Swiss 3-0,Italia Tim Pertama Lolos ke Babak Knock Out

Pos Terkait

PKPA menginisiasi Workshop Refleksi dan Evaluasi Resbound yang menghadirkan berbagai Multi-stakeholder yang bertempat di Hotel Harper Medan (11/03/2020).
6 tahun  lalu
Resbound Gagas Kemandirian Desa
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution ketika bertemu Ketua DPD REI Kota Medan, Andi Atmoko di Balai Kota Medan, Rabu (14/9/2022)
3 tahun  lalu
Masih Bingung, Developer Minta Arahan Walikota Terkait RTH di Kota Medan
Pemprov Sumatera Utara (Sumut) memutuskan upah minimum provinsi (UMP) naik 0,93% di tahun 2022. Dengan kenaikan ini UMP Sumut akan menjadi Rp 2.552.609,94.
4 tahun  lalu
Tidak Sampai 1%, UMP di Sumut Cuma Naik Rp 23 Ribu
Hotman Paris Hutapea
3 tahun  lalu
Karyawannya Diintimidasi Pelanggan Pengambil Coklat, Alfamart Sewa Hotman Paris
Banjir besar melanda Tapanuli Tengah (Tapteng) dan sementara merenggut nyawa 6 penduduk setempat.
6 tahun  lalu
Banjir di Tapteng, Anggota DPRD Kumpulkan Dana Bantuan
Calon Walikota Medan, Bobby Nasution saat mengunjungi Pasar Kampung Lalang, Jalan Kelambir V, Kota Medan.
5 tahun  lalu
Bobby Kritisi Pengelolaan Pasar di Kota Medan: Seperti Ada Pembiaran

Trending

01.
6 hari  lalu
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
02.
6 hari  lalu
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
03.
4 hari  lalu
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
04.
6 hari  lalu
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
05.
6 hari  lalu
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Raih National Governance Award 2026, Rico Waas Dinilai Kuat di Layanan Digital
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
PSI Desak Evaluasi PUD Pasar, DPRD Medan Soroti Rekomendasi LKPJ 2025
Wabup Tiorita Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Langkat
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
Home Trending Cari Bagikan Lainnya