Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 01 Apr 2026
Halalbihalal Pemkab Langkat, Syah Afandin Serukan Soliditas Bangun Daerah
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
Usai Lebaran, Bupati Langkat Perintahkan ASN Fokus Tekan Pengangguran di Langkat
44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Pengawas Turun Tangan ke Perusahaan
DPRD Medan Semprot Dishub, Bongkar Muat di Jalan Picu Macet Harus Ditertibkan
Lahan RTH Tak Termanfaatkan, Pemko Medan Kaji Opsi Pembelian untuk Resapan Air
Komunikasi Politik Dan Transparansi Ke Pusat Kunci Bupati Tapsel Diapresiasi Mendagri dan Menteri PKP
Cek Stadion Teladan, Bobby Nasution Pastikan Rumput Siap dalam 30 Hari Jelang AFF U-19
Pujian Mendagri dan Menteri PKP Terkait Kecepatan Penangan Bencana, Bukti Pemkab Tapsel Rigit Dalam Data Dan Transparansi
Banjir Besitang, 1.381 Keluarga Terdata, Pemkab Langkat Siapkan Verifikasi Ulang
Halalbihalal Pemkab Langkat, Syah Afandin Serukan Soliditas Bangun Daerah
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
Usai Lebaran, Bupati Langkat Perintahkan ASN Fokus Tekan Pengangguran di Langkat
44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Pengawas Turun Tangan ke Perusahaan
DPRD Medan Semprot Dishub, Bongkar Muat di Jalan Picu Macet Harus Ditertibkan
Lahan RTH Tak Termanfaatkan, Pemko Medan Kaji Opsi Pembelian untuk Resapan Air
Komunikasi Politik Dan Transparansi Ke Pusat Kunci Bupati Tapsel Diapresiasi Mendagri dan Menteri PKP
Cek Stadion Teladan, Bobby Nasution Pastikan Rumput Siap dalam 30 Hari Jelang AFF U-19
Pujian Mendagri dan Menteri PKP Terkait Kecepatan Penangan Bencana, Bukti Pemkab Tapsel Rigit Dalam Data Dan Transparansi
Banjir Besitang, 1.381 Keluarga Terdata, Pemkab Langkat Siapkan Verifikasi Ulang
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 537
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Baca Juga
Rapid Test Gratis di Medan, Dompet Dhuafa Waspada Gandeng Tokped dan RS Sufina Aziz
21 Jul 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Manchester United kembali memperlihatkan penurunan performa yang mengkhawatirkan di Liga Inggris musim ini. Meski sudah mengganti pelatih, dari Erik Ten Hag ke Ruben Amorim, tim Setan Merah tetap tak bisa bangkit.
Baca Juga
Kekalahan Memalukan di Old Trafford: Manchester United Makin Terpuruk
20 Jan 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Dengar Aspirasi Ojol, Bobby Nasution Inisiasi Satgas Pengawasan Demi Keadilan dan Keselamatan Pekerja
Penculikan Siswa di Marelan Terungkap, Pelakunya Positif Narkoba
Muryanto Amin Lanjut Rektor USU Sampai 2031
Kejutan Maroko Untuk Belgia, Gawang Courtois Dibobol 2 Kali
Kepling Harus Punya Data PKL di Wilayah Kerja Masing – masing
Kebakaran Rumah Di Medan Amplas Akibatkan Enam Orang Tewas

Pos Terkait

Henry Jhon Hutagalung
7 bulan  lalu
Henry John Hutagalung Dorong Pemko Medan Tuntaskan Pelebaran Jalan ke Simalingkar B
Muhammad Alif (8) warga Desa Ladang Baru Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara yang terpeleset saat asik bermain disekitar Sungai Alang Tahar akhirnya berhasil ditemukan, Selasa (24/8/2021) sekitar pukul 09.10 WIB.
4 tahun  lalu
Bocah di Batubara yang Terpeleset ke Sungai Ditemukan Tewas
Ketua PWI Sumut Farianda P Sinik (pegang mic) melantik pengurus PWI Deliserdang yang dipimpin Lisbon Situmorang, kemarin
3 tahun  lalu
Farianda Sinik Fokus Kualitas SDM Wartawan, Lisbon SIB Terpilih Ketua PWI Deliserdang
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar
4 tahun  lalu
Ini Alasan PPKM Mikro Medan- Sibolga Diperketat
PT Pelni melakukan penyesuaian tarif kapal penumpang termasuk tarif kapal KM Kelud rute Batam tujuan Belawan dan Jakarta. Penyesuaian tarif tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2023.
2 tahun  lalu
Harga Tiket Kapal Batam-Belawan Naik jadi Rp362.000
Kompol Muhammad Ikhwan di Halaman Kantor Camat Kecamatan Kota Kisaran Barat.
5 tahun  lalu
Penarik Becak dan Juru Parkir Dapat Sembako Dari Polri

Trending

01.
5 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
3 hari  lalu
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
03.
5 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
04.
6 hari  lalu
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
05.
6 hari  lalu
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemprov Sumut Bangun Dua Ruas Jalan Strategis Toba–Labura, Anggaran Rp91,8 Miliar
Banjir Besitang, 1.381 Keluarga Terdata, Pemkab Langkat Siapkan Verifikasi Ulang
Pujian Mendagri dan Menteri PKP Terkait Kecepatan Penangan Bencana, Bukti Pemkab Tapsel Rigit Dalam Data Dan Transparansi
Bobby Nasution Ingatkan Wali Kota Medan Soal Perawatan Lapangan Kebun Bunga, Dinilai Belum Maksimal
Dewan Ingatkan Camat Turun Langsung ke Warga Sosialisasikan Program Wali Kota Medan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya