Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 17 Mar 2026
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 514
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Henry Jhon Hutagalung
Baca Juga
Pemko Medan Akan Bangun 6 Underpass, Salah satunya di Kampung Lalang
23 Jul 2025

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Hatunggal Siregar diwakili Bambang Kencono (dua dari kanan) mengambil formulir pendaftaran Ketum KONI Sumut. Tim penjaringan akan mengumumkan hasil verifikasi pada 14 April 2025 setelah ada pengembalian formulir.
Baca Juga
Suksesi Ketum KONI Sumut, Duo Siregar Ambil Formulir Pendaftaran
09 Apr 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
MIND ID dan LKBN Antara Gelar Kompetisi Bagi Jurnalis Indonesia
Jadi Terdakwa Dzulmi Eldin Diberhentikan Sementara
Staf Work Form Home, Sekda Medan Malah Jarang Masuk Kantor
Milan Kembali Ke Jalur, Real Madrid Tumbang di Kandang
UMSU Borong Prestasi di MTQN Mahasiswa di UNY
Sekda Lantik 7 Pejabat Administrator Pemko Medan Ini Namanya

Pos Terkait

Gerindra Kota Medan melakukan konsolidasi menjelang pemilihan umum 2024.
2 tahun  lalu
Konsolidasi Kader, Gus Irawan Yakinkan Prabowo Presiden
Gus Irawan Pasaribu
1 tahun  lalu
Gus Irawan Didaulat Maju Jadi Cagubsu 2024
Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala berfoto bersama staf pengajar Sekolah Islam Annizam
3 tahun  lalu
Rajudin: Lulusan Sekolah Islam Bisa Mengurus Bangsa dan Negara, Tidak Hanya Masjid
Pj Bupati Langkat menerima kunjungan Field Manager PT Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Selasa (12/11/2024).
1 tahun  lalu
Bertemu Manajemen Pertamina Pangkalan Susu, Pj Bupati Dorong Kebangkitan Minyak di Langkat
Aston Villa dan AC Milan, Dua Tim Hasil Sempurna di Awal Musim
5 tahun  lalu
Aston Villa dan AC Milan, Dua Tim Hasil Sempurna di Awal Musim
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah, Ketua MUI Maratua Simanjuntak dan Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap saat menghadiri acara tahlilan malam ketiga Mantan Ketua MU Sumut Almarhum Prof Abdullah Syah, Selasa (14/12/2021) malam.
4 tahun  lalu
Ijeck Cerita Nasihat Prof Abdullahsyah saat Eramas Maju Pilgubsu: Beliau Panutan untuk Semua

Trending

01.
4 hari  lalu
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
02.
5 hari  lalu
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
03.
5 hari  lalu
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
04.
4 hari  lalu
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda
05.
5 hari  lalu
Bobby Nasution–KSAD Resmikan Jembatan Bailey di Nias Selatan, Akses Daerah Terisolir Akhirnya Terbuka

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya