Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 14 Mar 2026
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Akhir Ramadan, Bupati Langkat Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Rumah Dinas
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Rico Waas Tegaskan Keterbukaan Terima Masukan saat Buka Puasa KAHMI Sumut
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Akhir Ramadan, Bupati Langkat Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Rumah Dinas
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Rico Waas Tegaskan Keterbukaan Terima Masukan saat Buka Puasa KAHMI Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 508
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Tiga wanita yang mencekoki minuman keras (miras) berjenis soju pada seekor kucing di salah satu kos di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Padang, hari ini.
Baca Juga
Tiga Perempuan Penyiksa Kucing Terancam 9 Bulan Penjara
07 Sep 2023

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

APBN
Baca Juga
Gus Irawan Apresiasi APBN 2025 Punya Semangat Keberlanjutan
27 Agu 2024

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Kawanan Begal Sadis Ditembak
Harga Emas Di Pasar Dekati Rp800 Ribu Per Gram
Menko Pangan Tinjau Pasar Sei Sikambing Medan: Harga Stabil, Tapi Gula Pasir dan Minyak Goreng Jadi Sorotan
Alumni SMA 3 Medan Deklarasi Relawan Akhyar-Salman
Bobby Sumbang Hewan Kurban ke PDI Perjuangan dan Golkar
SMSI Berduka, Mantan Ketua PWI Pusat Margiono Tutup Usia

Pos Terkait

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
4 tahun  lalu
Gus Irawan: RUU HKPD Masuki Tahap Final Didorong Rasa Keadilan
Plt Dirut PUD Pasar
1 tahun  lalu
Nunggak Bayar 3 Bulan, PUD Pasar Ambil Alih Pengelolaan Kamar Mandi di Pusat Pasar
Sudari
2 tahun  lalu
Komisi 2 Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Medan
Seorang ibu, warga Lingkungan 13 Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai yang enggan menyebutkan namanya itu curhat tentang anak perempuannya yang mengalami kelainan fisik di mulut sejak lahir kepada Walikota Medan, Bobby Nasution saat keduanya bertemu di Posyandu Lingkungan IX, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Sabtu (12/3/2022).
4 tahun  lalu
Selesai Curhat Anaknya Alami Kelainan Fisik ke Bobby, Langsung Ditangani Serius Pemko Medan
Kabag Humas Setdako Medan, Arrahman Pane. (FOTO: ANALISADAILY)
5 tahun  lalu
Kondisi Akhyar Sehat Selama Isolasi Mandiri
5 tahun  lalu
Terpilih Aklamasi, Agung Bakal Majukan Futsal Deliserdang

Trending

01.
6 hari  lalu
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
02.
6 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
03.
6 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
04.
6 hari  lalu
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
05.
5 hari  lalu
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Home Trending Cari Bagikan Lainnya