Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 03 Mei 2026
Pengamat: NasDem Lirik Bobby Nasution ke Panggung Nasional
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
Pengamat: NasDem Lirik Bobby Nasution ke Panggung Nasional
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 590
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Pengelola akun instagram atcsmedan milik Dinas Perhubungan Medan menghapus postingan diduga endorse dari konsultan atau obat pelangsing tubuh.
Baca Juga
Postingan Pelangsing Tubuh di Ig ATCS Medan Dihapus
01 Okt 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Dr. Ir. Ahmad Perwira Mulia Tarigan, M.Sc
Baca Juga
Pentingnya Data Geospasial Untuk Pengambilan Keputusan Penanganan Covid-19
16 Apr 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
KH Miftahul Akhyar: Pedomani Alquran agar Hidup Bermartabat
Bantu Parpol Proses Mendaftar, KPU Medan Aktifkan Helpdesk
Akhyar Minta Pejabat Eselon III dan IV di Daerah Jangan Dihapus
ASN Pemkab Langkat Tandatangani Pakta Integritas Netralitas di Pemliu 2024
Pelantikan PJs Kepala Daerah Dijadwalkan Jumat ini
Gerindra Sumut Targetkan 1.000 Kantong Darah di Februari

Pos Terkait

Sebanyak 250 personel gabungan, atau setara satu kompi dalam istilah militer, diturunkan untuk melakukan pengamanan dalam pelantikan 10 kepala daerah di Sumut.
5 tahun  lalu
Personel Gabungan Setara Satu Kompi Kawal Pelantikan di Rumdis Gubsu
Penyerang Manchester United, Mason Greenwood ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan setelah kepolisian menginterogasinya selama beberapa hari atas dugaan kekerasan seksual dan ancaman pembunuhan yang dilakukan pemain berusia 20 tahun itu.
4 tahun  lalu
Pemain MU Mason Greenwood: Ditahan Polisi, Didepak Sponsor, Dihapus Game FIFA 22
5 tahun  lalu
Ada Kawan, Duo Merah Kompak Dibantai Lawan
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI), Komjen Pol (Purn) Oegroseno melepas keberangkatan dua atlet putra dan satu atlet putri untuk mengikuti ajang kejuaraan tenis meja tingkat dunia yang digelar di Doha, Qatar.
5 tahun  lalu
Tanpa Dukungan Pemerintah, PTMSI Kirim Atlet ke Kejuaraan Dunia di Qatar
Ita Yuliati
1 tahun  lalu
Federasi Gimnastik Indonesia jadi Nama Baru Persani
Calon Jemaah Umrah asal Sumut Gagal Berangkat Capai 1.500 orang
6 tahun  lalu
Calon Jemaah Umrah asal Sumut Gagal Berangkat Capai 1.500 orang

Trending

01.
6 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
02.
3 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
03.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
04.
5 hari  lalu
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
05.
2 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya