Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 02 Mar 2026
Luncurkan Internet Gratis di 8 Kota Wilayah Sumut, Gubernur Bobby Sindir Wali Kota Medan Soal Kamera Gelap
Bobby Nasution Desak Pengerjaan Hunian Tetap Korban Bencana Rampung Sebelum Lebaran
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
Sekda Amril Pimpin Safari Ramadan di Stabat, Hibah Rp20 Juta untuk Masjid Halimah Abdul Hamid
KORMI Medan Gaspol Susun Program Besar, FORDA Sumut 2026 Siap Digelar
Medan Jadi Kota Termiskin di Sumut, DPRD Desak Tambah Kuota Bansos
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Luncurkan Internet Gratis di 8 Kota Wilayah Sumut, Gubernur Bobby Sindir Wali Kota Medan Soal Kamera Gelap
Bobby Nasution Desak Pengerjaan Hunian Tetap Korban Bencana Rampung Sebelum Lebaran
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
Sekda Amril Pimpin Safari Ramadan di Stabat, Hibah Rp20 Juta untuk Masjid Halimah Abdul Hamid
KORMI Medan Gaspol Susun Program Besar, FORDA Sumut 2026 Siap Digelar
Medan Jadi Kota Termiskin di Sumut, DPRD Desak Tambah Kuota Bansos
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 489
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Chandra Lingga resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Medan untuk periode 2025-2030.
Baca Juga
Chandra Lingga Terpilih Pimpin IPK Kota Medan
16 Sep 2025

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Calon Presiden Nomor Urur 2 , Prabowo Subianto melakukan kampanye di Sumatera Utara, Sabtu (14/1/2024).
Baca Juga
Disambut Belasan Ribu Pendukungnya di Sumut, Prabowo Merasa Diberi Nilai 100 Bukan 11
13 Jan 2024

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Daftar Mahasiswa Dicabuli Makin Panjang, Kampus Lain Menyusul
Dianggap Tidak Mampu Ikuti Program Gercep Walikota, Dirut PUD Pasar Diminta Legowo
Bobby Bawa Anak Yatim Belanja Pakaian Lebaran, Dapat Duit Rp200 Ribu Lagi
Bobby Ajak Gerindra Sumut Terus Bangun Kolaborasi
MU dan Tottenham Raih Poin Positif, Arsenal Ditahan Imbang Fulham
Peduli Kaum Disabilitas, Prabowo Siapkan Pendidikan dan Pekerjaan Biar Bisa Hidup Mandiri

Pos Terkait

Pelaku PB, 45, warga Jalan Argadusema Kel Delitua Timur Kec Delitua, berhasil ditangkap
5 tahun  lalu
Ribut Uang Bongkar Muat, Jamaluddin Tewas Ditikam
Wakil Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Utara (Sumut) Sri Ayu Mihari menghadiri kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Dharma Wanita Unit Fakultas Syariah dan Hukum bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumut di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kampus Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/3). (kaldera/diskominfo)
3 tahun  lalu
Sambut Ramadan dengan Kegiatan Sosial, Sri Ayu Mihari Apresiasi UIN Sumut
Wakil Bupati Langkat, Syah Affandin (tengah) mengikuti webinar bersama Menpan RB dan KPK dari Ruang LCC, Kantor Bupati Langkat, Kamis (16/9/2021)
4 tahun  lalu
Kempan RB Terbitkan Program Menuju Birokrasi Bersih
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) persero menunjukkan komitmen dalam mendukung dunia pendidikan di Sumatera Utara
3 tahun  lalu
Majukan Kualitas Pendidikan, Inalum Berikan Pelatihan 194 Guru di Sumut
Asisten Pemerintahan Setdakab Langkat saat menerima Anggota DPRD Sumut
2 tahun  lalu
Terima Kunker Anggota DPRD Sumut, Pemkab Langkat Harapkan Terjalin Komunikasi Yang Baik
Samsir Pohan (kanan)
6 tahun  lalu
Golkar Sumut ajak Anak Muda Gabung ke Beringin

Trending

01.
2 hari  lalu
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
02.
6 hari  lalu
Setahun Bobby Nasution Pimpin Sumut, Kadin Nilai Ekonomi Tetap Tumbuh dan Respons Bencana Cepat
03.
6 hari  lalu
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas
04.
5 hari  lalu
Datuk Iskandar Muda Dukung Penertiban Usaha, Minta Berlaku Adil untuk Semua
05.
4 hari  lalu
FKUB dan Majelis Agama Dukung Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
Bobby Nasution Desak Pengerjaan Hunian Tetap Korban Bencana Rampung Sebelum Lebaran
Luncurkan Internet Gratis di 8 Kota Wilayah Sumut, Gubernur Bobby Sindir Wali Kota Medan Soal Kamera Gelap
Home Trending Cari Bagikan Lainnya