Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 12 Apr 2026
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Drama Penalti! MSJC ke Semifinal, Asahan FC Menggila di PORWASU 2026
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Drama Penalti! MSJC ke Semifinal, Asahan FC Menggila di PORWASU 2026
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 556
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution
Baca Juga
Mobilitas Warga Medan Marelan Masih Tinggi
19 Apr 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, SH,MH mengunjungi Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan di Kotapinang, Rabu (7/6/2023).
Baca Juga
Di Kajari Labusel, Kajati Sumut Ingatkan soal Kekompakan dan Integritas Jaksa
07 Jun 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
UIN Sumut Buka Pendaftaran Rektor, Salah Satu Syaratnya Harus Beriman
Arifuddin Muda Ketua ISNU Sumut: Sarjana NU Lebih Kreatif, Jaga Ukhuwah, Dukung Pemilu Damai
Polda Sumut Gencarkan Edukasi Massal demi Tertib Lalu Lintas dalam Operasi Patuh Toba 2025
Hari ini, Gubernur dan Forkompinda Sumut Divaksin Covid-19
Diduga Terlibat Prostitusi, Artis HH Diamankan Polisi Medan
Plt Bupati Ajukan Ranperda APBD Langkat 2024 ke Dewan

Pos Terkait

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
1 bulan  lalu
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Sebanyak 14 juru parkir liar berhasil diamankan oleh Tim Subsatgas Tindak Operasi Pekat Toba 2025 dari Polda Sumatera Utara (Sumut). Mereka diduga melakukan pungutan liar (pungli) di sejumlah lokasi rawan di Kota Medan.
11 bulan  lalu
Operasi Pekat Toba 2025: 14 Juru Parkir Liar Diamankan di Medan
Sekretaris Komisi 1 DPRD Medan Syaiful Ramadhan
4 bulan  lalu
Komisi 1 Ingatkan Pemko Medan Permudah Pengurusan Administrasi Kependudukan bagi Warga Korban Banjir
Sekretaris BKD dan PSDM Kota Medan, Baginda
6 tahun  lalu
Pelantikan Eselon II Pemko Medan Menunggu Keputusan Mendagri
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
6 hari  lalu
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
Hadi Suhendra
8 bulan  lalu
Penculikan Siswa Gegerkan Medan, DPRD Desak Sekolah Perketat Prosedur Pengamanan

Trending

01.
4 hari  lalu
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
02.
5 hari  lalu
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
03.
5 hari  lalu
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
04.
6 hari  lalu
Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan
05.
4 hari  lalu
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
Drama Penalti! MSJC ke Semifinal, Asahan FC Menggila di PORWASU 2026
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Home Trending Cari Bagikan Lainnya