Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 26 Jan 2026
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Samera Djohor Resmi Luncurkan Rumah Contoh Damara 2
Rico Waas Sentil Pelayanan Publik Pemko Medan: Nilai A Tak Berarti Jika Warga Masih Mengeluh
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Samera Djohor Resmi Luncurkan Rumah Contoh Damara 2
Rico Waas Sentil Pelayanan Publik Pemko Medan: Nilai A Tak Berarti Jika Warga Masih Mengeluh
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 433
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sumut diharapkan mengambil peran besar dalam memulihkan dan membangkitkan kembali perekonomian, terutama di Kota Medan pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga
HIPMI Sumut Diharapkan Ambil Peran Besar Dalam Pemulihan Ekonomi
01 Okt 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Konferensi pers terkait kasus penyitaan 5 kilogram sabu dari Mes Pemko Tanjungbalai.
Baca Juga
Kabag Umum Tidak Pernah Izinkan JSP Pakai Mes Pemko Tanjungbalai
09 Okt 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Kalah 1-4, Posisi Arsenal Rawan Dikudeta Manchester City
Farianda Apresiasi Taufik WH: Teliti Independensi Wartawan, Pengurus PWI Sumut Raih Doktor di UINSU
Akhyar Serahkan LKPJ APBD 2019
Unggul Diberbagai Survei, TKD Sumut Yakin Prabowo – Gibran Menang Satu Putaran
Disdukcapil Medan Terkendala Penjemputan Blanko E-KTP
Yohana Persembahkan Lagu Untuk Bang Bobby

Pos Terkait

Anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu
4 tahun  lalu
Komisi XI Bahas Kerangka Ekonomi Makro 2022
Bobby Nasution resmi ditetapkan sebagai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) terpilih bersama wakilnya, Surya untuk periode 2025-2030.
11 bulan  lalu
Bobby Nasution Siap Jalankan Amanah sebagai Gubernur Sumut
Ilustrasi Penganiayaan
3 tahun  lalu
Pelaku Penganiaya Pelajar SMA di Jalan Kapten Sumarsono Diamankan
Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus
2 tahun  lalu
Dewan Imbau Pihak Kepolisian Bangun Kolaborasi Dalam Ciptakan Rasa Aman Saat Ramadhan
Gus Irawan Pasaribu
1 tahun  lalu
Gus Irawan Ingatkan Risiko Central Counterparty BI
Teriakan `2024 Prabowo Presiden` menggema di acara deklarasi Prbowo Mania 08 Sumut Ribuan massa meneriakkan `2024 Prabowo Presiden` pada acara pelantikan dan deklarasi DPD Prabowo Mania 08 (PM 08) Sumut di Hotel Danau Toba, Medan, Minggu (6/8/2023).
2 tahun  lalu
Gus Irawan Dampingi Hasyim Djojohadikusumo Hadiri Deklarasi Prabowo Mania 08

Trending

01.
6 hari  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
02.
3 hari  lalu
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
03.
6 hari  lalu
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
04.
3 hari  lalu
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi
05.
1 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Home Trending Cari Bagikan Lainnya