Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 23 Apr 2026
Genjot PAD, Pemprov Sumut Andalkan Pajak Digital dan Optimalisasi Aset
Musrenbang 2027, Bobby Prioritaskan Nias dan Dorong Enam Fokus Pembangunan
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
360 Jemaah Haji Kloter 1 Sumut Berangkat, Sekdaprov Tekankan Disiplin dan Keselamatan
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
Genjot PAD, Pemprov Sumut Andalkan Pajak Digital dan Optimalisasi Aset
Musrenbang 2027, Bobby Prioritaskan Nias dan Dorong Enam Fokus Pembangunan
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
360 Jemaah Haji Kloter 1 Sumut Berangkat, Sekdaprov Tekankan Disiplin dan Keselamatan
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 571
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Haris Kelana Damanik
Baca Juga
Dewan Dorong Bedah Rumah di Pesisir Belawan Jadi Prioritas
13 Mei 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Mediasi kedua belah pihak di Polsek Batang Kuis. (ist)
Baca Juga
Polresta Deli Serdang Mediasi Pengrusakan Warkop Jual Tuak
29 Apr 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Tak Boleh Dikubur, Jenazah Korban Virus Corona harus Dikremasi
Denden Tiba di Malaysia, Gantikan Amy jadi Vokalis Baru Search
2 Korban Longsor di Kabanjahe Tewas, 3 Masih Dicari
Bobby Nasution Cicipi Bandrek Buatan Pelaku UMKM Medan Johor
Dua Rekor Terpecahkan di Gebyar Pendidikan Kota Medan 2024
Fakta Menarik di Balik Peristiwa Isra Miraj dan Maknanya

Pos Terkait

Polda Sumut turunkan tim khusus ke lokasi kebocoran gas milik PT SMGP
5 tahun  lalu
Polda Sumut Juga Turunkan Tim Selidiki Gas Beracun di Madina, Lokasi Ditutup
Pelatih PSMS Medan, Nil Maizar
1 tahun  lalu
Hindari Degradasi, PSMS Medan Bidik Kemenangan Penting Kontra Persikota
Zulkarnain
2 tahun  lalu
Muscab Forki Medan Berakhir Ricuh, Tanda Tak Pegang Teguh Janji Karate
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), tewas setelah motor yang dikendarainya terjun ke sungai
5 tahun  lalu
Diduga Lupa Ada Jembatan, ASN Taput Tewas Terjatuh ke Sungai
Film Parasite.
6 tahun  lalu
Film Korea ‘Parasite’ jadi Juara, Ini Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2020
Penyidik Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Wildan Aswan Tanjung, Kamis (29/4/2021)
4 tahun  lalu
Poldasu Kirim Berkas Perkara Korupsi Mantan Bupati Labusel Tahap I ke Kejatisu

Trending

01.
6 hari  lalu
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
02.
6 hari  lalu
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
03.
6 hari  lalu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
04.
6 hari  lalu
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
05.
6 hari  lalu
Cegah Penyalahgunaan Mobil Dinas, Gubernur Bobby Imbau Pemasangan Stiker Kolaborasi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
360 Jemaah Haji Kloter 1 Sumut Berangkat, Sekdaprov Tekankan Disiplin dan Keselamatan
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
Musrenbang 2027, Bobby Prioritaskan Nias dan Dorong Enam Fokus Pembangunan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya