Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 03 Mar 2026
PAD Hanya Rp400 Juta, Komisi 3 Desak PUD Pasar Hentikan Kerjasama Pihak Ketiga
Pemko Medan Percepat Syarat Pembangunan Rusun Seruwai 2026
Dishub Medan Tegaskan Penurunan Tarif Parkir Sesuai Perda No.1/2024
DPRD Medan Tolak PHK 100 Honorer PUD Pasar, Minta Dirut Evaluasi Internal
Bupati Syah Afandin Sidak Pasar Baru, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idul Fitri
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Pemprov Sumut Anggarkan Perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muarasoma dan Lubukpakam–Galang Tahun 2026
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
PAD Hanya Rp400 Juta, Komisi 3 Desak PUD Pasar Hentikan Kerjasama Pihak Ketiga
Pemko Medan Percepat Syarat Pembangunan Rusun Seruwai 2026
Dishub Medan Tegaskan Penurunan Tarif Parkir Sesuai Perda No.1/2024
DPRD Medan Tolak PHK 100 Honorer PUD Pasar, Minta Dirut Evaluasi Internal
Bupati Syah Afandin Sidak Pasar Baru, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idul Fitri
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Pemprov Sumut Anggarkan Perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muarasoma dan Lubukpakam–Galang Tahun 2026
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 492
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Naswa Aulia Ramadhani
Baca Juga
Atlet Shindoka Sumut Sumbang Emas Untuk Indonesia di Portugal
04 Des 2023

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution merespons serius keluhan para driver ojek online (ojol) yang menuntut keadilan dalam sistem tarif dan perlindungan keselamatan kerja.
Baca Juga
Dengar Aspirasi Ojol, Bobby Nasution Inisiasi Satgas Pengawasan Demi Keadilan dan Keselamatan Pekerja
03 Okt 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Pilkada Deliserdang: Aci-Lom Lom Mendaftar, Menanti Lawan dari NasDem-PAN dan Demokrat-PKS
Bank Sumut Gelar Seminar Nasional Literasi Keuangan Bagi Generasi Z
Warga Nasrani Medan Labuhan Ngadu ke Bobby Kondisi Lahan Perkuburan
Reminder, Besok Terakhir Daftar Akun LTMPT
Wakil Walikota Siantar Terpilih Temui Gubsu Edy
Tak Ingin Warga Larut Dalam Duka, Gus Irawan Serahkan 25 Sapi Sambut Ramadhan

Pos Terkait

Edwin Sugesti
1 tahun  lalu
Dewan: Jangan Karena Kinerja Lemah, Jukir Dikorbankan
74 mahasiswa Fakultas Ekonomi Unimed saat foto bersama di di ruang Laboratorium Akuntansi gedung FE.
5 tahun  lalu
FE Unimed Bekali Mahasiswa Dengan Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah
Rapat Koordinasi Penertiban PSU Perumahan di Balai Kota Medan, Selasa (25/8/2020).
5 tahun  lalu
Selain Amankan Aset, KPK Ingatkan Pemko Medan Tingkatkan PAD
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin
2 tahun  lalu
Plt Bupati Langkat Miris Dengan Honor Guru Ngaji Saat Ini, Dibayar Hanya Sebatas Uang Kasih Sayang
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menerima audiensi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di rumah dinasnya Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (8/11). Menkes mendukung Pemprov Sumut untuk membangun dan meningkatkan Rumah Sakit (RS) Haji Medan menjadi rumah sakit bertaraf Internasional. (DISKOMINFO SUMUT)
4 tahun  lalu
Diminta Gubsu Edy, Menkes Usulkan Pembangunan RS Haji Internasional ke Bappenas
Tempat hiburan malam One King Golden (OKG) yang berlokasi di Jalan Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, kembali disegel Tim Terpadu Pemprovsu, kemarin.
2 tahun  lalu
One King Golden Kembali Disegel Tim Terpadu Pemprovsu dan Pemkab Langkat

Trending

01.
3 hari  lalu
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
02.
2 hari  lalu
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
03.
6 hari  lalu
FKUB dan Majelis Agama Dukung Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan
04.
5 hari  lalu
Rico Waas Sorot Kinerja RPH Medan: Aset 5,2 Hektare Tak Sejalan dengan Pendapatan
05.
5 hari  lalu
Tarif Parkir Turun, Zulham Desak Pemko Medan Berantas Kebocoran PAD

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
DPRD Medan Tolak PHK 100 Honorer PUD Pasar, Minta Dirut Evaluasi Internal
Home Trending Cari Bagikan Lainnya