Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 16 Apr 2026
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Gubernur Sumut Rekonstruksi Tanggul Sibuluan, Warga Direlokasi
Sumut Tuan Rumah AFF U-19, Bobby Dorong Sport Tourism
Komisi 4 Geram, Perkimcikataru Mangkir dari RDP
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Gubernur Sumut Rekonstruksi Tanggul Sibuluan, Warga Direlokasi
Sumut Tuan Rumah AFF U-19, Bobby Dorong Sport Tourism
Komisi 4 Geram, Perkimcikataru Mangkir dari RDP
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 561
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Wali Kota Medan Rico Waas berdialog dengan warga sekitar di sela sela peninjauan jembatan gantung di Kelurahan Kota Bangun. Foto ; Dokumen Dinas Kominfo Medan
Baca Juga
Jembatan Gantung Kota Bangun Rusak Diterjang Banjir, Wali Kota Perintahkan Penguatan Darurat
17 Des 2025

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution
Baca Juga
Dilintasi Truk Tonase Besar, Jalan Bunga Asoka Rusak Berat
06 Jul 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Pelatihan Komunikasi Teurapetik Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Jeka Tahan Dua Ronde, Kalah TKO dari Anshul Jubli si Guru Matematika
Dosen USU Bantu Pembuatan Kompos dari Daun Kering di SMAN 1 Bangun Purba
Meriahkan Hari Lansia Tingkat Nasional ke-29, Pemprov Sumut Gelar Lansia Mengaji Untuk Sumut Berkah
Anggota Komisi X DPR Temui Plt Bupati Langkat Terkait Seleksi 1 Juta Guru PPPK
Pemkab Asahan Mulai Salurkan BST JPS Kepada 56.418 KPM

Pos Terkait

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, Rabu malam tadi (26/6/2024) menerima penghargaan dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Marthinus Hukom.
1 tahun  lalu
Kajatisu Idianto Terima Penghargaan dari BNN, Komit Indonesia Bersih Narkoba
6 tahun  lalu
Seminar Internasional Islam Transitif Hadirkan Pembicara dari 4 Negara
kecelakaan maut di Jalan Lintas Tebingtinggi-Pematang Siantar yang menewaskan 9 orang remaja Masjid Al-Iman
5 tahun  lalu
Kecelakaan Maut : Empat Jenazah Dimakamkan Lebih Dahulu
Bobby Nasution
1 tahun  lalu
Kadis Kesehatan Medan Non Aktif Direkomendasikan Dicopot
Sejumlah penumpang KM Kelud sedang berjalan menuju terminal di atas garbarata saat tiba di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan yang dikelola PT Pelindo 1, belum lama ini. Kementerian BUMN merencanakan merger Pelindo 1 - Pelindo 4 dalam waktu dekat. (kaldera/yogo pamungkas)
4 tahun  lalu
Masa Depan Pelabuhan Indonesia dari Sinergi, Integrasi dan Harapan tentang Lapangan Kerja
Ilustrasi
3 tahun  lalu
Aksi Tawuran Berujung Maut Coreng Dunia Pendidikan

Trending

01.
3 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
3 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
03.
5 hari  lalu
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
04.
6 hari  lalu
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota
05.
6 hari  lalu
Bupati Syah Afandin Buka Jambore Budaya DSML 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelopor dan Inovator Budaya

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Home Trending Cari Bagikan Lainnya