Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 02 Mei 2026
May Day 2026 di Medan, Wali Kota: Buruh Denyut Nadi Ekonomi
PSMS Targetkan Kemenangan di Laga Penutup
May Day 2026, Gubernur Sumut:: Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Deklinasi Bulutangkis Nasional
May Day 2026 di Medan, Wali Kota: Buruh Denyut Nadi Ekonomi
PSMS Targetkan Kemenangan di Laga Penutup
May Day 2026, Gubernur Sumut:: Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Deklinasi Bulutangkis Nasional
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 589
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Pemko Medan terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan, khususnya di bidang transportasi dengan menghadirkan 60 unit bus listrik baru.
Baca Juga
Sebanyak 60 Unit Bus Listrik Segera Beroperasi di Medan
22 Nov 2024

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Wakil Gubernur Sumut Surya saat menerima kedatangan Wali Kota Pekanbaru. Foto; dokumen Dinas Kominfo Sumut
Baca Juga
Pekanbaru Serahkan Bantuan Rp1 Miliar dan Logistik kepada Pemprov Sumut
09 Des 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Ihwan Ritonga Bagikan Takjil Olahan Pelaku UMKM Lokal
RUPS LB Resmi Berhentikan Rahmat Fadillah, Penjaringan Dirut Dimulai
Gubsu Edy Besuk Adam-Aris: Sehatlah Sampai Besar Duhai Kembar
Medan Denai Dominasi Medali Porwil Arung Jeram FAJI 2021
Dikeluhkan Warga, Jalan Pancing 1 Segera Dibeton
Samsir Pohan: Pleno KNPI Sumut di Kanaya Itu Rapat Liar

Pos Terkait

Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman
5 tahun  lalu
Untuk Makan Minum, Pemko Medan Habiskan Rp50 Miliar
Elfenda Ananda.
6 tahun  lalu
Penghapusan Honorer bisa Ganggu Layanan Publik
pengurus PSMS Medan ziarah ke makam mantan pemain, pelatih dan pengurus
6 tahun  lalu
70 Tahun PSMS, Gara-gara Corona Tak Ada Tiup Lilin
Masyarakat Kota Medan wajib membantu pihak penyelenggara mensukseskan Pilkada 27 November 2027. Sebab, peran masyarakat sangat penting ikut memberikan sosialisasi agar pelaksanaan pilkada berlangsung lancar, kondusif, aman dan damai.
1 tahun  lalu
JKIP Sumut dan KPU Medan Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pilkada 2024
Walikota Medan, Bobby Nasution saat berdiskusi dengan para seniman dan budayawan
2 tahun  lalu
Dukung DKM Diaktifkan Kembali, Bobby Bakal Revisi Perwal No10/2014
Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok, manakala Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu melepas 174 orang calon jamaah haji (Calhaj) menuju Asrama Haji Medan (Ahmed) dengan diiringi lantunan azan yang dikumandangkan pimpinan DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe, Sabtu (24/5/2025).
11 bulan  lalu
Bupati Tapsel Lepas Keberangkatan 174 Calhaj Menuju Ahmed

Trending

01.
5 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
02.
6 hari  lalu
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
03.
1 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
04.
6 hari  lalu
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
05.
5 hari  lalu
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
May Day 2026, Gubernur Sumut:: Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
May Day 2026 di Medan, Wali Kota: Buruh Denyut Nadi Ekonomi
PSMS Targetkan Kemenangan di Laga Penutup
Home Trending Cari Bagikan Lainnya