Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 10 Jan 2026
RE Nainggolan: Raih Satya Lencana dari Presiden Bukti Negara Akui Kerja Nyata Bobby Nasution
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
Sepanjang 2025, Penumpang Bus Listrik di Medan Tembus 2,7 Juta Orang
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
Wagub Sumut Laporkan 5 Daerah Masih Terdampak Parah Bencana ke Mendagri
Kinerja Disorot DPRD Medan, Kadis Perkimcikataru Pangkas Birokrasi PBG dan Gratiskan Konsultan untuk Bangunan Kecil
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
Polres Tanjungbalai Bongkar Peredaran Kokain 3 Kg, Dua Nelayan Ditangkap
Pemko Batam Serahkan Donasi Bencana Rp4,7 Miliar ke Gubernur Sumut
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
RE Nainggolan: Raih Satya Lencana dari Presiden Bukti Negara Akui Kerja Nyata Bobby Nasution
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
Sepanjang 2025, Penumpang Bus Listrik di Medan Tembus 2,7 Juta Orang
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
Wagub Sumut Laporkan 5 Daerah Masih Terdampak Parah Bencana ke Mendagri
Kinerja Disorot DPRD Medan, Kadis Perkimcikataru Pangkas Birokrasi PBG dan Gratiskan Konsultan untuk Bangunan Kecil
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
Polres Tanjungbalai Bongkar Peredaran Kokain 3 Kg, Dua Nelayan Ditangkap
Pemko Batam Serahkan Donasi Bencana Rp4,7 Miliar ke Gubernur Sumut
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 412
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Walikota Medan, Bobby Nasution saat membuka Medan Festival Kuliner, Selasa (10/9/2024) sore di Lapangan Benteng Medan.
Baca Juga
Medan Festival Kuliner, Sejumlah Makanan Khas Ditampilkan
11 Sep 2024

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Benny Dollo
Baca Juga
Legenda Sepak Bola Indonesia, Benny Dollo Meninggal
02 Feb 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Percepat Tambah Guru Besar, UIN Sumut Bentuk AWC
P-APBD Medan 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Turun Jadi Rp6,96 Triliun
XL Future Leaders Tembus 35 Ribu Pendaftar, yang Lulus 160 Saja
Peserta Lelang Jabatan Eselon II Pemko Medan Jalani Tes Wawancara dan Tertulis
Ada 5 Kebijakan Yang Harus Diperhatikan Dalam Penyusunan Payung Hukum UMKM di Medan
Polisi Bantu Warga Bersihkan Rumah Terdampak Longsor di Humbahas

Pos Terkait

Ade Jona Prasetyo
1 tahun  lalu
Masa Tenang, Jangan Ada Upaya Timbulkan Kegaduhan
Para warga dan wisatawan yang berkunjung ke daerah Danau Toba kini tak perlu khawatir lagi blank spot. XL Axiata memastikan telah menyelimuti sekitar 70 desa di sekeliling Danau Toba dengan jaringan mereka.
4 tahun  lalu
Sekitar 70 Desa Seputaran Danau Toba Dikover 4G XL
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu
5 bulan  lalu
Bupati Gus Irawan Konsolidasikan Koperasi Merah Putih Demi Ekonomi Desa
5 tahun  lalu
Sungai Asahan Meluap, Rumah Warga Terendam Banjir
Herry Wirawan
4 tahun  lalu
Jaksa Siapkan Tuntutan Maksimal untuk Guru Pemerkosa Santri di Bandung
Bahrumsyah
3 bulan  lalu
Dewan Minta Pemko Medan Serius Urus RSUD Pirngadi dan Bachtiar Djafar

Trending

01.
4 hari  lalu
Hasil Pleno, Jadwal Musda Golkar Sumut Dibawa ke Bahlil
02.
1 hari  lalu
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
03.
1 hari  lalu
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
04.
4 hari  lalu
Komisi 4 Tegaskan Proyek Pembangunan di Medan Tanpa Perencanaan Matang
05.
4 hari  lalu
Direksi PUD Kota Medan Diminta Fokus Kerja Nyata

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
Kinerja Disorot DPRD Medan, Kadis Perkimcikataru Pangkas Birokrasi PBG dan Gratiskan Konsultan untuk Bangunan Kecil
Wagub Sumut Laporkan 5 Daerah Masih Terdampak Parah Bencana ke Mendagri
Sepanjang 2025, Penumpang Bus Listrik di Medan Tembus 2,7 Juta Orang
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
Home Trending Cari Bagikan Lainnya