Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 02 Apr 2026
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
DPRD Medan Dukung Rehab Puskesmas 2026, Minta Tambah Ambulans dan Dokter
Halalbihalal Pemkab Langkat, Syah Afandin Serukan Soliditas Bangun Daerah
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
Usai Lebaran, Bupati Langkat Perintahkan ASN Fokus Tekan Pengangguran di Langkat
44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Pengawas Turun Tangan ke Perusahaan
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
DPRD Medan Dukung Rehab Puskesmas 2026, Minta Tambah Ambulans dan Dokter
Halalbihalal Pemkab Langkat, Syah Afandin Serukan Soliditas Bangun Daerah
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
Usai Lebaran, Bupati Langkat Perintahkan ASN Fokus Tekan Pengangguran di Langkat
44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Pengawas Turun Tangan ke Perusahaan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 539
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Ihwan Ritonga
Baca Juga
Ihwan Ritonga: DPRD Mitra Sejajar Kepala Daerah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan
02 Jan 2023

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Perhimpunan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumut (MITSU) memberikan bantuan alat kesehatan dan alat pelindung diri kepada 20 rumah sakit di Sumatera Utara.
Baca Juga
MITSU Bantu APD dan Alkes Untuk 20 Rumah Sakit di Sumut
02 Apr 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Herindra Diusulkan jadi Kepala BIN, Besok Jalani Tes di DPR
UIN Sumut Kerjasama dengan Kedubes Afghanistan, Perkuat Jaringan Intelektual Global
Anggota Komisi XI DPR Prediksi Perang Rusia-Ukraina Berimbas Ke Ekonomi Dalam Negeri
Catat Waktu 10 Detik, Bobby Nasution Tercepat Di Racer Day Out
Bobby Ingin Sebelum Lebaran, Premanisme Diberantas
Siap-siap, Parkir Berlapis Pengelola dan Jukir Kena Tindak

Pos Terkait

Harga cabai rawit mengalami kenaikan sebesar Rp20.000 per kilo di Pasar Sei Sikambing, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (22/12/2021).
4 tahun  lalu
Di Pasar Sei Sikambing Harga Cabai Rawit Rp50 Ribu Per Kilogram
Rumah Tetangganya Meledak, Prabowo Terluka
5 tahun  lalu
Rumah Tetangganya Meledak, Prabowo Terluka
Hendra DS
1 tahun  lalu
Dewan Sarankan Dishub Siapkan Payung Hukum Sebelum Terapkan Parkir Berlangganan
KPUD Asahan Ajak Warga Sukseskan Gerakan Perekaman E-KTP
5 tahun  lalu
KPUD Asahan Ajak Warga Sukseskan Gerakan Perekaman E-KTP
Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Dhiyaul Hayati
3 tahun  lalu
Keberadaan Perpustakaan Kota Medan Dianggap Tak Mampu Dongkrak Minat Baca Warga
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Medan Binjai Deli Serdang (Mebidang). SPAM Mebidang itu menelan anggaran sebesar Rp 948 miliar.
2 tahun  lalu
Presiden Jokowi Resmikan SPAM Regional Medan Binjai Deli Serdang

Trending

01.
6 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
4 hari  lalu
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
03.
6 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
04.
5 hari  lalu
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
05.
6 hari  lalu
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Home Trending Cari Bagikan Lainnya