Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 11 Apr 2026
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Gubsu Bobby Berhasil Perjuangkan Dana Pemulihan Pascabencana Hingga Rp23,32 Triliun Periode 2026-2028
Limbah Pabrik Kecap Cemari Drainase, DPRD Medan Desak Izin Dicabut dan DLH Dievaluasi
Rommy Van Boy Desak Pemko Medan Tambah UPT dan Armada Damkar 100 Meter
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
Dimulai Besok, 36 Wartawan Bakal Adu Strategi di Cabor Catur Porwasu 2026 Piala Gubsu
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Gubsu Bobby Berhasil Perjuangkan Dana Pemulihan Pascabencana Hingga Rp23,32 Triliun Periode 2026-2028
Limbah Pabrik Kecap Cemari Drainase, DPRD Medan Desak Izin Dicabut dan DLH Dievaluasi
Rommy Van Boy Desak Pemko Medan Tambah UPT dan Armada Damkar 100 Meter
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
Dimulai Besok, 36 Wartawan Bakal Adu Strategi di Cabor Catur Porwasu 2026 Piala Gubsu
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 554
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol bunuh diri Pedri pada menit ke-20, Spanyol akhirnya menang 5-3 atas Kroasia di Stadion Parken babak 16 besar Euro 2020, Senin (28/6/2021).
Baca Juga
Stamina Kedodoran, Kroasia Nyerah 3-5 Dari Spanyol
29 Jun 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Patung Sigale-Gale
Baca Juga
Sejarah Patung Sigale-Gale Asal Toba
06 Jun 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Inilah Kata Meutya Hafid
Prajurit TNI AU Freefall, Warga bisa Lihat dari Dekat
Medan Utara Terpinggirkan, DPRD Desak 35 Persen APBD untuk Normalisasi Sungai dan Atasi Banjir
Sandro, Bantu All Star Rahuning Juara Piala Soeratin, Kini Dipanggil TC Timnas
Bobby: Lampu Jalan “Pocong” akan Dibongkar, Pemborongnya Diminta Kembalikan Uang
Petani di Langkat Dapat Bantuan 337 Konversi BBM ke BBG dari Kementrian ESDM

Pos Terkait

Zinedine Zidane resmi meninggalkan Real Madrid per Kamis (27/5/2021) lewat rilis dari klub.
4 tahun  lalu
Zidane Pamit Dari Madrid
Ilustrasi kebisingan lalulintas
3 tahun  lalu
Kebisingan Lalu Lintas Dapat Menyebabkan Risiko Hipertensi
5 tahun  lalu
Bupati Terbit Rencana Kukuhkan Sekda Langkat dan Puluhan Pejabat
Ketua Harian Yayasan Sultan Ma'moen Al Rasyid, Tengku Ma’moon Al Rasjid
5 tahun  lalu
Bobby Disarankan Cari Pendamping Yang Berpengalaman Politik dan Birokrasi
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Langkat terus berupaya terwujudnya visi misi Bupati Langkat Terbit Rencana PA, yakni Langkat Religius.
5 tahun  lalu
Wujudkan Langkat Religius, Kesra Salurkan Rp1,2 Miliar ke FKDT
Istana Kepresidenan menegaskan tidak benar ada upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk mencaplok empat pulau yang menjadi sengketa wilayah dengan Aceh.
9 bulan  lalu
Istana Tegaskan: Tidak Benar Sumut Ingin Caplok 4 Pulau

Trending

01.
6 hari  lalu
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
02.
3 hari  lalu
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
03.
6 hari  lalu
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
04.
4 hari  lalu
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
05.
4 hari  lalu
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Home Trending Cari Bagikan Lainnya