Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 19 Jan 2026
Wali Kota Medan Minta Hasil Reses DPRD Ditindaklanjuti, Tekankan Sinergi Pembangunan
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
Wagub Surya Ingatkan Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
Pekan Kreatif dan Pengabdian UMA Gelar Talkshow Komunikasi Kesehatan
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
Hujan Sekejap Langsung Banjir, Warga Medan Deli Desak Dinas SDABMBK Medan SegeraPerbaiki Seluruh Drainase
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
PSMS Targetkan Hasil Positif di Kandang Persiraja
Wali Kota Medan Minta Hasil Reses DPRD Ditindaklanjuti, Tekankan Sinergi Pembangunan
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
Wagub Surya Ingatkan Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
Pekan Kreatif dan Pengabdian UMA Gelar Talkshow Komunikasi Kesehatan
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
Hujan Sekejap Langsung Banjir, Warga Medan Deli Desak Dinas SDABMBK Medan SegeraPerbaiki Seluruh Drainase
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
PSMS Targetkan Hasil Positif di Kandang Persiraja
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 424
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Alumni Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Fisip USU yang juga Ketua Dewan Kehomatan PWI Sumatera Utara, M Syahrir, menerima Press Card Number One (PCNO) pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Jakarta, Selasa (20/2/2024).
Baca Juga
Alumni MIKOM Fisip USU M Syahrir Terima Press Card Number One
20 Feb 2024

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Seorang wanita berinisial S (35) di Jalan Dwikora, Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang, membakar rumah orang tuanya diduga karena tak diberi uang untuk membeli narkoba.
Baca Juga
Tidak Diberi Uang untuk Beli Narkoba, Wanita Di Deli Serdang Bakar Rumah Orang Tuanya
22 Des 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Mengenal Pocut Meurah Intan, Pejuang asal Aceh yang Makamnya Bakal Dipugar Ganjar
Akibat Covid-19, Pemko Medan Berpotensi Kehilangan Rp780 Miliar
Emas Antam Naik Rp1.000, Buybacknya Rp2.000
September 2023, Seleksi 1 Juta Formasi CPNS & PPPK Dibuka
JPRMI Sumut Minta Presiden Jokowi Copot Menag Yaqut
Titik Banjir Belum Teratasi Sepenuhnya, Kinerja OPD Terkait Dinilai Belum Maksimal

Pos Terkait

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPTD) Kota Medan tetap tarik pajak hiburan malam yang menyalahi ketentuan jam operasional selama pandemi Covid-19
4 tahun  lalu
Di Medan, Pelanggar Jam Operasional Tetap Dikenakan Pajak Hiburan
Daftar harga tiket dan lanskap tempat duduk konser Coldplay Music of The Shperes World Tour Jakarta resmi dirilis. Dilansir dari akun Instagram PK Entertainment @pkentertainment.id, Kamis (11/5/2023), harga tiket konser Coldplay dibanderol mulai harga Rp 800.000 sampai Rp 11 juta.
2 tahun  lalu
Akan Konser Di Indonesia, Berikut Harga Harga Tiket Coldplay
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyaksikan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1446 H di halaman Masjid Jamik Hanifah, Jalan Chaidir, Kampung Nelayan, Labuhan, Sabtu (7/6/2025).
7 bulan  lalu
Bobby Nasution Saksikan Kurban dan Bagikan Sembako
Ketua DPD Gerindra Sumut, H. Gus Irawan Pasaribu
3 tahun  lalu
Komisi XI Desak Dekom OJK Punya Strategi Khusus Hadapi Perekonomian Global
Haji 2020: Pakistan ada Pembatasan Jamaah, Singapura tetap Tunda Keberangkatan
5 tahun  lalu
Haji 2020: Pakistan ada Pembatasan Jamaah, Singapura tetap Tunda Keberangkatan
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.
5 tahun  lalu
Meutya Hafid Minta Pemerintah Stop Turis Asal China Masuk Indonesia

Trending

01.
2 hari  lalu
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
02.
6 hari  lalu
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
03.
1 hari  lalu
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
04.
6 jam  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
05.
4 hari  lalu
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
Pekan Kreatif dan Pengabdian UMA Gelar Talkshow Komunikasi Kesehatan
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
Wagub Surya Ingatkan Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
Home Trending Cari Bagikan Lainnya