Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 20 Feb 2026
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 473
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Presiden Joko Widodo menghadiri pengukuhan kepengurusan dewan pimpinan pusat (DPP) dan peresmian pembukaan rapat kerja nasional (rakernas) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tahun 2023.
Baca Juga
Ketua DPRD Sumut: Pesan Presiden, Bersatu untuk Indonesia Maju!
20 Agu 2023

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Gading Wijaya Manurung (53), sopir angkot yang tewas usai ditikam di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai
Baca Juga
Pembunuh Sopir Angkot di Mandala Ditangkap
22 Mar 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
MAJU Indonesia Diapresiasi Ilham Habibie, Usulkan BJ Habibie sebagai Pahlawan Nasional
Relawan Bobby Gaungkan Slogan Jangan Kasih Kendor
Anggota Komisi 4 Minta PBG Perumahan Singkarak Palace Ditinjau Ulang
Sudah Sepekan Dolar AS Tertahan di Rp 16.000-an
Polres Pematang Siantar Dukung Program Penghijauan dengan Menanam 1.600 Bibit Pohon di Wilayah Tugas
Pengadaan Berkaitan Dengan Kesehatan Diminta Segera Lakukan Lelang

Pos Terkait

Liverpool tampil di Final Liga Champions musim 2021/2022 setelah menang secara dramatis atas Villarreal 3-2 di leg kedua di Stadion El Madrigal, Rabu (4/5/2022).
3 tahun  lalu
Epic Comeback, Liverpool Menang 3-2
Hendra DS
1 tahun  lalu
Dewan Sarankan Dishub Siapkan Payung Hukum Sebelum Terapkan Parkir Berlangganan
Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumatra Utara menargetkan meraih 2 medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh Sumut.
2 tahun  lalu
FOPI Sumut Targetkan Dua Emas di PON 2024
Plt Rektor UINSU diwakili WR IV UINSU Dr Maraimbang membuka pelatihan vokasi pengelolaan sampah kerjasama UINSU dengan Kementerian PUPR di Medan, Senin (5/12/2022).
3 tahun  lalu
WR IV Maraimbang: Sampah Picu Masalah, UINSU harap Vokasi Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid -19 Asahan, Rahmat Hidayat Siregar
5 tahun  lalu
Lagi, Warga Asahan Meninggal Akibat Covid-19
Customer service Shopee menjadi salah satu layanan penting yang ada di aplikasi Shopee. Bahkan bisa menjadi layanan yang paling sibuk dibandingkan dengan layanan lainnya.
2 tahun  lalu
5 Cara Mudah Ajukan Komplain di Shopee

Trending

01.
5 hari  lalu
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
02.
6 hari  lalu
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
03.
3 hari  lalu
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
04.
6 hari  lalu
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
05.
5 hari  lalu
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya