Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 08 Mar 2026
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
Antrean BBM Merebak di Sumut, Gubernur Bobby Minta Warga Tak Panik
GMNI Langkat Apresiasi Setahun Kepemimpinan Syah Afandin–Tiorita, Tetap Tegaskan Fungsi Kritis Mahasiswa
Bupati Langkat Imbau Warga Tak Panic Buying BBM
Bobby Nasution Salurkan Hibah Rp350 Juta ke Masjid di Pematangsiantar, Minta Dana Tak Hanya untuk Bangunan
Program Mudik Gratis Medan Diprotes Warga, Dewan Desak Dishub Benahi Sistem Pendaftaran
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
Pemprov Sumut Siapkan 5.500 Kursi Mudik Gratis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 10 Maret
Safari Ramadan PT LNK di Langkat: 1.000 Warga Didaftrakan BPJS, Pemkab Apresiasi Peran Perusahaan
Rico Waas Targetkan 2.001 Poskamling Aktif di Medan
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
Antrean BBM Merebak di Sumut, Gubernur Bobby Minta Warga Tak Panik
GMNI Langkat Apresiasi Setahun Kepemimpinan Syah Afandin–Tiorita, Tetap Tegaskan Fungsi Kritis Mahasiswa
Bupati Langkat Imbau Warga Tak Panic Buying BBM
Bobby Nasution Salurkan Hibah Rp350 Juta ke Masjid di Pematangsiantar, Minta Dana Tak Hanya untuk Bangunan
Program Mudik Gratis Medan Diprotes Warga, Dewan Desak Dishub Benahi Sistem Pendaftaran
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
Pemprov Sumut Siapkan 5.500 Kursi Mudik Gratis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 10 Maret
Safari Ramadan PT LNK di Langkat: 1.000 Warga Didaftrakan BPJS, Pemkab Apresiasi Peran Perusahaan
Rico Waas Targetkan 2.001 Poskamling Aktif di Medan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 495
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Aturan DBH Sawit Perlu Masuk dalam RUU HKPD
07 Jul 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

https://kaldera.id/news/nasional/-dunia-di-qatar/
Baca Juga
Motif Pembunuhan Dua Perempuan Belum Terang, Oknum Polisi Ditangkap
25 Feb 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
DPR RI Apresiasi Program Berobat Gratis Sumut, Sebut Bobby Nasution Jadi Role Model Kesehatan
Perda Disahkan, PAD Parkir Tepi Jalan Umum Harus Lebih Optimal
Al Washliyah Minta Walikota Perhatikan Kualitas Pendidikan Islam di Medan
Relawan Yakin 90% Masyarakat Brayan Kota Coblos Akhyar – Salman
Gol Jarak Jauh Fagioli Bawa Juventus Menang 2-0 Atas Inter
Penyaluran Bansos Tidak Tetap Sasaran Kerap Dipersoalkan Warga Medan

Pos Terkait

Master Juslin Lingga dan Master Mangapul dari Inorga AKTI Sumut diabadikan usai meraih medali emas di Fornas VI Palembang, tadi malam.
3 tahun  lalu
Sumut Tembus 11 Medali Emas di Fornas VI Palembang, AKTI Sapu 14 Medali
Musyawarah Daerah (Musda) X DPD II Partai Golkar Medan yang digelar di Medan Club
5 tahun  lalu
Sah! Syaf Lubis Terpilih 3 Periode Pimpin Golkar Medan
Bakal Calon Walikota Medan, Bobby Nasution saat mengunjungi Istana Maimoon beberapa waktu lalu.
5 tahun  lalu
Bobby Ingin Kembalikan Kejayaan Medan Sebagai Paris Van Sumatera
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat memberikan keterangan terkait PT TPL di Kantor Gubernur Sumut, Senin (24/11/2025). Foto: Reza Sahab/kaldera.id
3 bulan  lalu
Evaluasi Operasional PT TPL, Gubernur Sumut Siapkan Penyusunan Bersama Rekomendasi ke Pusat
Jaksa Daring yang digelar secara live di akun media sosial IG Kejati Sumut mengangkat topik tentang Peran Kejaksaan Dalam Mengawal Pelaksanaan Pilkada menghadirkan narasumber Koordinator Kejati Sumut Yos A Tarigan, SH,MH, Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia Sumatera Utara (JaDI Sumut) Nazir Salim Manik, S.Sos, MSP dan dipandu host Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting, Kamis (10/10/2024).
1 tahun  lalu
Kejati Sumut Pantau Tahapan Pilkada 2024, Kawal Demokrasi di Daerah
6 tahun  lalu
Penumpang KA Jalur Layang Naik Tipis tapi Mengurangi Kemacetan Medan

Trending

01.
17 jam  lalu
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
02.
6 hari  lalu
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
03.
5 hari  lalu
Luncurkan Internet Gratis di 8 Kota Wilayah Sumut, Gubernur Bobby Sindir Wali Kota Medan Soal Kamera Gelap
04.
4 hari  lalu
DPRD Medan Tolak PHK 100 Honorer PUD Pasar, Minta Dirut Evaluasi Internal
05.
4 hari  lalu
Pemko Medan Percepat Syarat Pembangunan Rusun Seruwai 2026

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
Bobby Nasution Salurkan Hibah Rp350 Juta ke Masjid di Pematangsiantar, Minta Dana Tak Hanya untuk Bangunan
Antrean BBM Merebak di Sumut, Gubernur Bobby Minta Warga Tak Panik
Program Mudik Gratis Medan Diprotes Warga, Dewan Desak Dishub Benahi Sistem Pendaftaran
Bupati Langkat Imbau Warga Tak Panic Buying BBM
Home Trending Cari Bagikan Lainnya