Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 22 Apr 2026
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
360 Jemaah Haji Kloter 1 Sumut Berangkat, Sekdaprov Tekankan Disiplin dan Keselamatan
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
360 Jemaah Haji Kloter 1 Sumut Berangkat, Sekdaprov Tekankan Disiplin dan Keselamatan
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 570
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Irwasum Polri, Komjen Pol Agung
Baca Juga
Istri FS Ditetapkan Tersangka Terkait Tewasnya Brigadir J
19 Agu 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Bupati Langkat Syah Afandin saat menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartanton. Foto: Dokumen Dinas Kominfo Langkat
Baca Juga
Langkat Raih Penghargaan TPAKD Awards 2025, Kabupaten Terbaik se-Sumatera
11 Okt 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Kedapatan Selingkuh, Suami Malah Bakar Istri
Golkar Sumut Gelar Musda sebelum 5 Maret 2020
Dominasi Atlet Barongsai Sumut Tidak Terbendung, Sumbang Tiga Emas Sampai Hari Kedua
Terkait Data Sawit, Gus Irawan Sarankan Ditangai Sejak Dini
Tandukkan Lewandowski di Injury Time Selamatkan Barca Dari Kekalahan
Edy Setijono: Tiket Naik Ke Candi Rp 750 Ribu, Tiket Masuk Kawasan Tetap Rp 50 Ribu

Pos Terkait

Toni Kroos menguasai bola di lapangan.
6 tahun  lalu
Seri Lawan Celta Vigo, Posisi Madrid Belum Aman
Suasana seleksi wawancara secara virtual Ridho Affandi oleh Kemenpora di Kantor Dispora Langkat
5 tahun  lalu
Ridho Pemuda Langkat jadi Wakil Sumut Seleksi Pemuda Pelopor 2020
Wali Kota Medan, Rico Waas
3 minggu  lalu
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Pengprov PASI Sumatera Utara mengusung misi realistis di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.
2 tahun  lalu
Atletik Sumut Latih Atlet di Dataran Tinggi Siosar Karo, Target 6 Emas
Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution saat meninjau Benteng Sungai Deli.
5 tahun  lalu
Antisipasi Banjir di Marelan, Akhyar Buat Kolam Penampungan dan Pompa Air
Diduga Akibat Gas Bocor, Fountain Cafe Porak-poranda.
6 tahun  lalu
Diduga Akibat Gas Bocor, Fountain Cafe Porak-poranda

Trending

01.
6 hari  lalu
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
02.
6 hari  lalu
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
03.
6 hari  lalu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
04.
6 hari  lalu
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
05.
5 hari  lalu
Cegah Penyalahgunaan Mobil Dinas, Gubernur Bobby Imbau Pemasangan Stiker Kolaborasi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
360 Jemaah Haji Kloter 1 Sumut Berangkat, Sekdaprov Tekankan Disiplin dan Keselamatan
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Home Trending Cari Bagikan Lainnya