Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 08 Feb 2026
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 449
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Mendag: Harga Eceran Tertinggi Gula Pasir Tetap Rp12.500/kg
Baca Juga
Di Kota Medan, Harga Gula Melonjak Rp15.000/kg
21 Feb 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
Baca Juga
UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen, Bobby Nasution: Sudah Disepakati Serikat Pekerja dan Pengusaha
19 Des 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
INALUM Kobarkan Semangat Generasi Muda Lewat Wondr Futsal Series 2025 Regional Medan
Syah Afandin Titip Tiga Pesan Kepada Calon Jamaah Haji Asal Langkat
KONI Sumut Pelatdakan 1.181 Atlet Menuju PON, Target 5 Besar
Dihantam Pandemi: Utang Negara Meledak, Red Alert BUMN
Anggota DPRD Medan Apresiasi Hapus Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru
Depak Real Madrid, Atletico Kokoh di Puncak Klasemen

Pos Terkait

Universitas Sumatera Utara (USU).
5 tahun  lalu
USU Siap Masuki New Normal
Kadis Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Harahap
3 tahun  lalu
Ada 48 Sekolah di Medan Berpredikat Adiwiyata, Bukti Sekolah di Medan Ramah Anak
Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Sumut, Supeni (kiri) dan Wasping KONI Sumut, Doni Damanik memberikan keterangan pada wartawan terkait persiapan cabor ini.(kaldera/HO)
2 tahun  lalu
Menuju PON 2024, Target Satu Emas Angkat Besi Realistis
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Walikota Medan, Bobby Nasution mengunjungi Gedung Isolasi Terpadu (isoter) di eks Hotel Soechi Medan, Sabtu (14/8/2021).
4 tahun  lalu
Bobby Paparkan Kondisi Covid-19 di Medan ke Kapolri dan Panglima TNI
Plt Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro
4 tahun  lalu
Pengumuman: Kepala Daerah tak Diberi Izin ke Luar Negeri
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin resmikan Desa Tangguh di Desa Sei Mangkei Kec Limapuluh Kab Batu Bara
5 tahun  lalu
Kapolda Resmikan Desa Tangguh di Batu Bara

Trending

01.
4 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
3 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
03.
6 hari  lalu
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
04.
3 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
05.
6 hari  lalu
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
Home Trending Cari Bagikan Lainnya