Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 01 Feb 2026
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 440
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Kas Hartadi
Baca Juga
PSMS Medan Targetkan Poin Penuh Lawan Sumsel United
27 Sep 2025

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melakukan terobosan dalam pengembangan dan pengemasan Ikan Sale khas Kabupaten Mandailing Natal
Baca Juga
Pengemasan Ikan Sale Madina Siap Ekspor Karya Anak UMSU
21 Agu 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
HKTI Sumut Terus Kampanyekan Ketahanan Pangan
4 Gejala Rabies Pada Manusia
Perkuat Branding Universitas, USU Kolaborasi dengan Forum Jurnalis Alumni
Akhyar Paparkan Rencana Penataan Kawasan Kumuh di Ditjen Cipta Karya
GSI, Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Tak Hanya Terfokus Kualitas Akademik
Peringatan Hardiknas, Guru Semakin Berani Lakukan Hal Baru Agar Dikenal Siswa

Pos Terkait

Kapolres Langkat bersama jajaran Forkopimda Langkat saat memerikasa armada Terkait kegiatan operasi keselamatan Toba 2022di Mapolres Langkat, Selasa (1/3/2022)
3 tahun  lalu
Opsel Toba 2022, Main Ponsel Saat Berkendara Bakal Ditindak
Pemain Milan, Saelemaekers menceplodkan bola ke arah gawang AS Roma ketika kedua tim bertemu di Stadion Olimpico dalam lanjutan Liga Italia, Sabtu (29/4/2023). Dalam laga tersebut kedua tim bermain imbang 1-1. Foto:Reuters
2 tahun  lalu
Bermain Imbang 1-1 di Olimpico, Roma Gagal Perbaiki Peringkat di Klasemen Sementara
Walikota Medan Bobby Nasution ucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada unsur pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Medan atas terlaksananya Rapat Kerja (raker) DPRD Kota Medan yang menghasilkan program kerja 2025.
1 tahun  lalu
Walikota Apresiasi Raker DPRD, Hasilkan Program Kesejahteraan Masyarakat Medan
Terkendala Peralatan, Pengprov PSAWI Sumut Tetap Optimis di PON 2024. Walaupun dengan peralatan yang kurang memadai, Pengurus Provinsi Persatuan Ski Air dan Wake Board Indonesia (PSAWI) Sumut tetap optimis menghadapi PON 2024 mendatang. Target 3 medali emas pun dibidik.
2 tahun  lalu
Alat jadi Kendala, PSAWI Optimis Tatap PON 2024
Petugas sedang menyiapkan makanan untuk warga Dusun Huta 2 Nagori Tanjung Hantaran Kab Simalungun yang diisolasi.
5 tahun  lalu
27 Orang Positif Covid-19, Dusun di Simalungun Diisolasi
Ketua DPRD Sumatera Utara,Baskami Ginting meminta PT Indonesia Power Unit PLTU Pangkalan Susu, terus konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat.
2 tahun  lalu
Baskami Minta PLTU Pangkalan Susu Konsisten Luncurkan CSR Ke Masyarakat

Trending

01.
2 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
2 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
4 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
04.
4 hari  lalu
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
05.
4 hari  lalu
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Home Trending Cari Bagikan Lainnya