Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 21 Apr 2026
Kadis SDABMBK Diganti, DPRD Medan Kritik: Program Banjir Terancam Terganggu
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Kadis SDABMBK Diganti, DPRD Medan Kritik: Program Banjir Terancam Terganggu
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 567
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Salah satu pemain Chelsea berusaha melewati hadangan para pemain Real Madrid
Baca Juga
Hattrick Benzema Bungkam Publik Stamford Bridge
07 Apr 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumut Dedi Irawan yang dalam hal ini mewakili Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumut membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Keamanan Siber untuk Cyber Security Drill Test (CSIRT) yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Penguatan Keamanan Siber
30 Nov 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Tanam Satu Juta Pohon Bersama Utusan Khusus Presiden, Gubsu: Menjaga Lingkungan Tugas Bersama
Inggris Waspadai Kebangkitan Skotlandia
Mentan Syahrul Yassin Limpo Mundur, Apresiasi Presiden Jokowi
Piala Afrika: Mane Sudah, Tinggal Salah
RSUD Bachtiar Djafar di Soft Launching, Bobby Ingatkan Layani Warga Yang Membutuhkan
Tingkatkan Kualitas Generasi Masa Depan, Pemko Ajukan Ranperda Perlindungan Anak

Pos Terkait

Hendra Dermawan Siregar disalami Gubsu usai dilantik jadi Kabiro Humas dan Protokol Provsu, beberapa waktu lalu. Hendra kembali rangkap jabatan dengan dilanti sebagai Pj Sekda Pematangsiantar.
5 tahun  lalu
Hendra Dermawan Rangkap Jabatan Lagi
Suasana Jalanan yang di datangi monyet - monyet dan berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk india.
6 tahun  lalu
India Lockdown, Ratusan Monyet dan Gajah Kuasai Jalanan
Kepala Dinas Kominfo Sumut, Irman Dj Oemar
5 tahun  lalu
Irman Libatkan BPKP Bahas Dana Hibah KPID Sumut: Harusnya sudah Demisioner
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
5 tahun  lalu
PKS Sumut Rekomendasikan Akhyar ke DPP Partai
Kriteria Orang yang Perlu Pemeriksaan Corona
6 tahun  lalu
Kriteria Orang yang Perlu Pemeriksaan Corona
Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) merupakan cerminan masa depan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). GMPI juga laboratorium kader yang diantara tugasnya menyiapkan kader pemimpin bagi PPP.
4 tahun  lalu
Ketua DPW PPP Sumut: Bangkitkan GMPI untuk Kemenangan Partai

Trending

01.
4 hari  lalu
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
02.
4 hari  lalu
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
03.
4 hari  lalu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
04.
4 hari  lalu
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
05.
4 hari  lalu
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
Home Trending Cari Bagikan Lainnya