Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 14 Apr 2026
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Bobby Nasution: Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran
Bobby Nasution Ultimatum Proyek Tanggul Tukka, Target Progres Sepekan
Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan
Rico Waas Genjot Layanan Haji 2026, 1.883 Jemaah Medan Siap Berangkat
Bobby Nasution Desak Percepatan Pembangunan Tanggul Sungai Badiri
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Bobby Nasution: Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran
Bobby Nasution Ultimatum Proyek Tanggul Tukka, Target Progres Sepekan
Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan
Rico Waas Genjot Layanan Haji 2026, 1.883 Jemaah Medan Siap Berangkat
Bobby Nasution Desak Percepatan Pembangunan Tanggul Sungai Badiri
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 558
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Kompol M Firdaus memaparkan ungkapan kasus curanmor di Polrestabes Medan.
Baca Juga
Pencuri Sepeda Motor Petugas Kebersihan di Dor Tim Siluman
08 Jan 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Ketua Gerindra Sumut yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut, Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Gerindra Dorong Gubsu Terbitkan Pergub Perlindungan Lahan Pertanian
23 Okt 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Pemko Medan Gelar Rapat Darurat Pasca Banjir, Wali Kota Siagakan Mitigasi Cuaca Buruk 1–9 Desember
Gubsu Menang Banding Gugatan soal Kepengurusan Karang Taruna Sumut
Oegroseno Lantik Pengprov PTMSI Riau
Polrestabes Medan Bongkar Narkotika Jaringan Malaysia – Tanjung Balai
Inggris dan Prancis Rematch Edisi 1982 di Babak 8 Besar
Virus Corona, AirAsia Grup Kandangkan Sebagian Besar Pesawat

Pos Terkait

Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut) meminta agar pengumuman pendaftaran seleksi Komisioner Komisi Informasi (KI) untuk dibatalkan. Pasalnya, pengumuman itu dinilai menyalahi aturan yang sudah ditentukan.
4 tahun  lalu
Pendaftaran Komisioner KI Sumut Dibatalkan
Deklarator KAMI Ditangkap Mabes Polri, Ketua KAMI Medan juga Sudah di Bareskrim
5 tahun  lalu
Deklarator KAMI Ditangkap Mabes Polri, Ketua KAMI Medan juga Sudah di Bareskrim
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020 dalam kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Penghargaan ini diberikan keberhasilan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).
4 tahun  lalu
Komitmen Gubsu Edy soal Keadilan Gender Diganjar Anugerah Parahita Ekapraya
Bangunan yang diduga tidak memiliki izin Persetujuan Mendirikan Bangunan (PBG ).
1 tahun  lalu
Komisi 4 Temukan Bangunan Diduga Bermasalah di Kawasan Medan Barat
5 tahun  lalu
Jalanan Tergenang, Pohon di Depan Kantor Camat Medan Sunggal Tumbang
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
4 bulan  lalu
Gubernur Bobby Kirim Tim dan Peralatan Evakuasi ke Sejumlah Wilayah Bencana di Sumut

Trending

01.
2 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
6 hari  lalu
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
03.
6 hari  lalu
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
04.
6 hari  lalu
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
05.
6 hari  lalu
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Bobby Nasution Desak Percepatan Pembangunan Tanggul Sungai Badiri
Rico Waas Genjot Layanan Haji 2026, 1.883 Jemaah Medan Siap Berangkat
Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan
Bobby Nasution Ultimatum Proyek Tanggul Tukka, Target Progres Sepekan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya