Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 07 Jan 2026
Bagian dari Perda KTR, Dewan Desak Pemko Medan Tindak Tegas Rokok Ilegal
Sulit dan Mahal, Dewan Minta Urusan PBG Dievaluasi
Dewan Usulkan Satu Lingkungan Satu Becak Sampah
Pemprov Sumut Targetkan Dokumen R3P Rampung Akhir Januari 2026
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Bagian dari Perda KTR, Dewan Desak Pemko Medan Tindak Tegas Rokok Ilegal
Sulit dan Mahal, Dewan Minta Urusan PBG Dievaluasi
Dewan Usulkan Satu Lingkungan Satu Becak Sampah
Pemprov Sumut Targetkan Dokumen R3P Rampung Akhir Januari 2026
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 404
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Kobaran api melahap Gedung Hotel Madinah Al Munawarroh di kompleks Asrama Haji Medan, Rabu, 30 Juli 2025 siang.
Baca Juga
Bangunan di Asrama Haji Medan Terbakar
30 Jul 2025

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Anggota DPRD Medan menggelar sidang paripurna pembukaan masa sidang kedua tahun 2024 di Gedung DPRD, Kamis (2/5/2024). Anggota dewan memprioritaskan perubahan atas Perda Kota Medan No6/2015 tentang pengelolaan persampahan.
Baca Juga
Masa Sidang Kedua DPRD Dibuka, Perubahan Perda No6/2015 Jadi Prioritas
02 Mei 2024

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Bobby Doakan Nabila, Penderita Syaraf Motorik Segera Sembuh
Gol Firmino Selamatkan Liverpool Dari Kekalahan Kandang Saat Menjamu Arsenal
Gus Irawan Kembali Ingatkan Posisi Utang Pemerintah
Ditanya Penderita Stunting Tidak Diberi Susu, Staf Dinkes Medan Menghindar
Gus Irawan Minta The Kitchen of Asia Dorong Pariwisata
Jumat Berkah, 300 KK Di Aek Kuasan Dapat Sembako

Pos Terkait

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
2 tahun  lalu
Gus Irawan Apresiasi Xpora BNI Dukung Ekspor Sumut
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
5 tahun  lalu
Langgar Perwal Karantina Kesehatan, Izin Usaha Bisa Dicabut
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
4 tahun  lalu
Gus Irawan Apresiasi Perbankan Jawa Barat
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar
3 tahun  lalu
Nilai Ujian Akhir 80,5 Silahkan Daftar SMP Negeri
Harga Emas Antam Capai Rp 881 Ribu Per Gram
5 tahun  lalu
Harga Emas Antam Capai Rp 881 Ribu Per Gram
Masjid Raya Al- Mashun Senin (12/4/2021) malam menggelar Salat Tarawih pertama di Ramadan 1442 Hijriah setelah Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa dimulai Selasa besok.
4 tahun  lalu
Tarawih Pertama di Masjid Al Mashun Meluber Sampai Teras

Trending

01.
1 hari  lalu
Hasil Pleno, Jadwal Musda Golkar Sumut Dibawa ke Bahlil
02.
5 hari  lalu
Duel Sengit Papan Tengah: PSMS Medan Tantang Persikad Depok di Pakansari
03.
6 hari  lalu
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
04.
5 hari  lalu
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
05.
5 hari  lalu
Sudah Lama Dijabat Plt, Komisi 1 Minta Wali Kota Segera Lantik Kadis SDABMBK Definitif

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dewan Usulkan Satu Lingkungan Satu Becak Sampah
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Pemprov Sumut Targetkan Dokumen R3P Rampung Akhir Januari 2026
Sulit dan Mahal, Dewan Minta Urusan PBG Dievaluasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya