Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 25 Feb 2026
Afif Abdillah Sentil RS di Medan: Jangan Tahan Pasien Darurat Demi Berkas dan Untung
FKUB dan Majelis Agama Dukung Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair 2026, Desak Transparansi Anggaran Rp3 Miliar
Datuk Iskandar Muda Dukung Penertiban Usaha, Minta Berlaku Adil untuk Semua
Huntap Korban Banjir Langkat Dapat Lahan 4,6 Hektare
Bupati Langkat Tekankan Sinergi DPRD–Pemkab Demi Percepatan Pembangunan
Pemprov Sumut Raih Opini Tertinggi, Wagub Surya Bidik Level Maksimal 2026
Cegah Lonjakan Harga Jelang Idulfitri, Sumut Gencarkan Operasi Pasar
Wakil Wali Kota Binjai Ajak Warga Maksimalkan Layanan UHC
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas
Afif Abdillah Sentil RS di Medan: Jangan Tahan Pasien Darurat Demi Berkas dan Untung
FKUB dan Majelis Agama Dukung Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair 2026, Desak Transparansi Anggaran Rp3 Miliar
Datuk Iskandar Muda Dukung Penertiban Usaha, Minta Berlaku Adil untuk Semua
Huntap Korban Banjir Langkat Dapat Lahan 4,6 Hektare
Bupati Langkat Tekankan Sinergi DPRD–Pemkab Demi Percepatan Pembangunan
Pemprov Sumut Raih Opini Tertinggi, Wagub Surya Bidik Level Maksimal 2026
Cegah Lonjakan Harga Jelang Idulfitri, Sumut Gencarkan Operasi Pasar
Wakil Wali Kota Binjai Ajak Warga Maksimalkan Layanan UHC
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 480
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Penyemprotan Disinfektan dilakukan guna pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di mulai dari TPU Simalingkar -B dan lainnya.
Baca Juga
Masyarakat Terus Diingatkan Untuk Tetap di Rumah
04 Apr 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Dhiyaul Hayati
Baca Juga
DPRD Dorong Pemko Medan Bangun MPP Perluas Fungsi PTSP
27 Okt 2022

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Perdana Main di PON 2024, Barongsai Incar Tiga Medali Emas
Sri Mulyani Sindir BPJS, Setahun Tak Bayar Iuran
Jumlah Terpapar Covid Tinggi, Dua Lingkungan di Isolasi
Per 17 Agustus, Jumlah Meninggal Akibat Covid-19 di Medan Capai 177 Orang
Wakapolri Tinjau Eks Hotel Soechi, Tempat Isolasi Terpusat Covid-19
Gus Irawan Apresiasi BI Jadikan QRIS Transaksi Antar Negara

Pos Terkait

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Yos A. Tarigan, SH, MH, M.I.Kom, secara resmi melantik dua pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Negeri Poso dalam sebuah prosesi khidmat yang dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, jaksa, dan pegawai, Rabu (11/2/2026) di Aula Kejari Poso.
1 minggu  lalu
Kajari Poso Yos Tarigan Minta Jajaran Solid dan Inovatif
Fakta sejarah peradaban Islam Indonesia dari Barus, Tapanuli Tengah, akan diperkuat dengan penelitian yang digagas UIN Sumatera Utara dan Yayasan Matauli.
4 tahun  lalu
Kolaborasi UIN Sumut – Yayasan Matauli, Islam di Barus jadi Model Moderasi Beragama
KESEHATAN: Walikota Medan Terpilih, Rico Waas (tengah depan) bersalaman dalam jamuan makan malam bersama Konsulat Jenderal (Konjen) India di acara India-Indonesia Business Meeting di D Heritage Grand City Hall Hotel, Jumat malam (17/1/2025)
1 tahun  lalu
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Rico Waas Ajak India untuk Bawa Inovasi ke Medan
Fase kepulangan jemaah, hingga tanggal 26 Juli 2023 pukul 24.00 WIB jemaah haji yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 159.212 orang, tergabung dalam 415 kelompok terbang (kloter).
2 tahun  lalu
Update Kepulangan Jemaah, 159.212 Orang Telah Tiba di Tanah Air
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution
3 tahun  lalu
Dianggap Hambat Investasi, Kasat Satpol PP Diminta Siapkan Program Atasi Premanisme
Samera Expo lewat Samera Propertindo menargetkan terjual 100 unit selama dua minggu atau sepanjang pameran berlangsung di Sun Plaza dari 3-15 Maret 2020.
5 tahun  lalu
Samera Expo Targetkan Jual 100 Rumah Dalam Dua Minggu

Trending

01.
4 hari  lalu
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
02.
3 hari  lalu
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
03.
6 hari  lalu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
04.
6 hari  lalu
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
05.
6 hari  lalu
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Datuk Iskandar Muda Dukung Penertiban Usaha, Minta Berlaku Adil untuk Semua
Cegah Lonjakan Harga Jelang Idulfitri, Sumut Gencarkan Operasi Pasar
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair 2026, Desak Transparansi Anggaran Rp3 Miliar
Bupati Langkat Tekankan Sinergi DPRD–Pemkab Demi Percepatan Pembangunan
Pemprov Sumut Raih Opini Tertinggi, Wagub Surya Bidik Level Maksimal 2026
Home Trending Cari Bagikan Lainnya