Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 10 Feb 2026
Pemkab Langkat Siap Realisasikan Pokir DPRD 2026
Syah Afandin Minta ASN Fokus Garap 30 Desa Wisata Langkat
Bank Sumut Cetak Sejarah Lewat Media Award HPN 2026
Video Siswa SMP Merokok Viral, Bupati Deli Serdang Perintahkan Sanksi Tegas
Pasar Murah Imlek Dibuka di Medan, Rico Waas Tegaskan Toleransi dan Kendali Harga
Bobby Nasution Dorong Kepala Daerah Dukung Data Tunggal Sosial Ekonomi
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Dukung Pawai Obor di Kota Medan
Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai US$7 Miliar, Serap 6.000 Tenaga Kerja
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
Pemkab Langkat Siap Realisasikan Pokir DPRD 2026
Syah Afandin Minta ASN Fokus Garap 30 Desa Wisata Langkat
Bank Sumut Cetak Sejarah Lewat Media Award HPN 2026
Video Siswa SMP Merokok Viral, Bupati Deli Serdang Perintahkan Sanksi Tegas
Pasar Murah Imlek Dibuka di Medan, Rico Waas Tegaskan Toleransi dan Kendali Harga
Bobby Nasution Dorong Kepala Daerah Dukung Data Tunggal Sosial Ekonomi
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Dukung Pawai Obor di Kota Medan
Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai US$7 Miliar, Serap 6.000 Tenaga Kerja
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 452
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Sabrina, pihaknya harus menyegerakan jabatan yang sudah mendapat rekomendasi dari KASN
Baca Juga
Eselon II Pemprovsu Dilantik Pekan Ini Kecuali Kadisdukcapil
15 Feb 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Para pemain Barcelona merayakan kemenangannya atas Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu 4-0, Senin (21/3/2022). Foto:google
Baca Juga
Di Santiago Bernabeu, Real Madrid Dibantai Barca 4 Gol Tanpa Balas
21 Mar 2022

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Komisi XI Minta LPDP Cetak Alumni Unggul
Ini 2 Pesan Pj Bupati Langkat ke ASN Saat Apel Gabungan
Ketum Kampak FC Heran Masih Ada Eks Pemain PSMS Tuntut Gaji
Semua Kalangan Deklarasi Hermansjah Pimpin PWI Sumut Lagi
Kemendagri Apresiasi Kinerja Tinggi Pemko Medan
Dilantik Jadi Sekda, Arief Harus Bisa Bedakan Kepentingan Pribadi dengan Kelompok

Pos Terkait

Ketua DPRD Medan, Hasyim
1 tahun  lalu
Ketua DPRD Medan imbau Momentum Waisak Rajut Kerukunan Umat Beragama
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Foto: Dinas Kominfo Sumut
2 bulan  lalu
Bobby Nasution Rapat Darurat Bersama Menteri ESDM, Bahlil: Jumat Listrik Normal Kembali
Majelis Wali amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) melantik lima wakil rektor yang akan mendampingi Muryanto Amin selaku rektor periode 2021-2026.
4 tahun  lalu
Ini Profil 5 Wakil Rektor USU yang Baru Dilantik
5 tahun  lalu
Danau Toba Super Prioritas, Ini Janji Kementerian Pimpinan Wishnutama
Direktur Utama PT Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, Jumat (8/5/2020), saat bertemu wartawan di Gedung Utama Bank Sumut.
5 tahun  lalu
Debitur Terdampak Covid-19, Bank Sumut Proses Relaksasi Kredit Senilai Rp1,3 Triliun
Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) New York akan melaksanakan pemungutan suara untuk Pemilu 2024 dengan metode TPS pada Sabtu, 10 Februari 2024, empat hari lebih awal dari pemungutan suara di Indonesia.
2 tahun  lalu
PPLN New York Akan Laksanakan Pemungutan Suara Pemilu 2024 Pada 10 Februari 2024

Trending

01.
6 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
5 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
03.
5 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
04.
5 hari  lalu
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Dukungan Program KPID 2026 dan Seleksi Anggota
05.
3 hari  lalu
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai US$7 Miliar, Serap 6.000 Tenaga Kerja
Bobby Nasution Dorong Kepala Daerah Dukung Data Tunggal Sosial Ekonomi
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
Pasar Murah Imlek Dibuka di Medan, Rico Waas Tegaskan Toleransi dan Kendali Harga
Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Dukung Pawai Obor di Kota Medan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya