Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 27 Jan 2026
Camat Medan Maimun Dicopot Usai Pakai Uang Pemerintah untuk Judi Online
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
Tembok City View Ilegal, DPRD Medan Desak Dibongkar
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Camat Medan Maimun Dicopot Usai Pakai Uang Pemerintah untuk Judi Online
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
Tembok City View Ilegal, DPRD Medan Desak Dibongkar
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 434
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Edy Rahmayadi, menerima donasi, Selasa (9/6), di Masjid Agung Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan.
Baca Juga
Masjid Agung Medan Terima Donasi Pembangunan Rp5 Miliar
09 Jun 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (7/1/2025).
Baca Juga
Komisi I DPRD Medan: Jangan Ada PHK Massal P3K Paruh Waktu
08 Jan 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Keteguhan Terakhir Camat Medan Amplas, Perintah Diterima dan Siap Dilaksanakan.
Alih Media Naskah Kuno Batak, Renward: Masyarakat Semakin Tahu Cara Pengobatan Opung-opung Kita Dulu
Dewan Rekomendasikan Biaya Kontribusi di Pasar Aksara Turun 15% Dari Yang Ditetapkan
September Ini Kejari Medan Selamatkan Aset Negara Sebesar Rp 76 Miliar
Pansus DPRD Medan Targetkan PAD 2026 Naik 30 Persen atau Lebih Rp1 Triliun
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Terinfeksi Corona Di Kapal Pesiar Diamond Princess

Pos Terkait

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi akan memulai aksinya di Piala Dunia 2022 saat melawan Arab Saudi
3 tahun  lalu
Argentina v Arab Saudi, Berapa Gol Messi?
Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman menyerahkan SK kepada Ilyan Chandra Simbolon
3 tahun  lalu
Frans Seno Dilantik Jadi Camat Medan Baru, Ilyan Simbolon Jadi Kabag
Seorang pencuri bersenjata tajam berinisial DA (25) menyekap dan mencabuli pelajar inisial S (18) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).
2 tahun  lalu
Pencuri Bersajam Cabuli Korbannya, Diringkus Polisi
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
2 tahun  lalu
Investasi Tinggi Masuk RI Tak Serap Tenaga Kerja karena High Tech
Jembatan Gantung Sungai Deli
1 tahun  lalu
Tahun Depan Jembatan Gantung Sungai Deli Rencananya Bisa Dilalui Mobil
Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Medan, R Muhammad Khalil Prasetyo
2 tahun  lalu
Perda Disahkan, Jangan Lagi Ada Kekerasan Terhadap Anak

Trending

01.
4 hari  lalu
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
02.
4 hari  lalu
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi
03.
2 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
04.
6 hari  lalu
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
05.
3 hari  lalu
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Home Trending Cari Bagikan Lainnya