Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 03 Feb 2026
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Musda XI Golkar Sumut Dibuka, Ace Hasan Tegaskan Jangan Sekadar Cari Ketua
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Musda XI Golkar Sumut Dibuka, Ace Hasan Tegaskan Jangan Sekadar Cari Ketua
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 444
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution melantik empat pejabat eselon II dan satu orang pejabat eselon IIIa, Rabu (30/6/2021).
Baca Juga
Bobby Lantik 4 Pejabat Eselon II, Andi di Nonjobkan
30 Jun 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Ketua PD Al Washliyah Kota Medan Abdul Hafiz Harahap dan Walikota Medan Rico Waas
Baca Juga
Al Washliyah Medan Dukung Walikota Rico Hentikan Ramadhan Fair Saat Tarawih di Masjid Raya
10 Mar 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Ketua Golkar Sumut: Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang
Di Seputaran Rumah Sakit Murni Teguh, Kutipan Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum Diduga Melebihi Tarif
Dihadapan Urusan Pempov dan Kabupaten/Kota, Faisal Paparkan RDTR Tanjung Pura
Ini Hasil Rapat Sekber PON XXI 2024 Aceh-Sumut
Relawan Terus Bertambah, Kemenangan Prabowo-Gibran Satu Putaran Semakin Nyata
PSG Anti Klimaks: Pemainnya Blunder, Kalah 3-1 dari Real Madrid.

Pos Terkait

Garuda Plaza Hotel (GPH).
5 tahun  lalu
Garuda Plaza Hotel Mulai Operasional Terbatas Senin
1 tahun  lalu
Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Tinjau Lokasi Banjir di Tanjung Pura, Salurkan Bantuan dan Siapkan Langkah Penanganan Terpadu
Para Pengurus JPRMI Berpose Bersama di Hotel Madani Medan, Kamis (17/3/2022). Foto;Reza
3 tahun  lalu
JPRMI Sumut Bakal Jadikan Masjid Pusat Kegiatan Dakwah
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tiga calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.
11 bulan  lalu
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution di dampingi Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis berdialog dengan salah satu personil yang bertugas dalam mengatur arus lalu lintas pada saat natal dan tahun baru di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/12/2019). (Foto :ist)
6 tahun  lalu
Mulai 1 Januari 2020 Tidak Ada Parkir Berlapis di Medan
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. (Foto Humas Sumut)
5 tahun  lalu
Satgas Sumut Ambil Alih Penanganan Covid-19 di Mebidang

Trending

01.
4 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
4 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
6 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
04.
6 hari  lalu
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
05.
6 hari  lalu
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya