Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 21 Jan 2026
Sumut Dapat Tambahan TKD 2026, Pemerintah Pusat Longgarkan Penyaluran Anggaran hingga Pinjaman PEN
Blue Night Tetap Beroperasi Meski Tak Berizin, Pemkab Langkat Layangkan SP2
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
DPRD Medan Resmi Ubah Tata Tertib, Atur Ulang Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Panen Raya di Karo, Wagub Sumut Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Petani
Bertemu Wamenkes, Wakil Wali Kota Medan Amankan Alat Medis Strategis untuk RSU Pirngadi
Rico Waas Soroti Lemahnya Kurasi UMKM, Pengusaha Perempuan Medan Diminta Lebih Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi
Fiskal Daerah Menyempit, Bank Sumut Didorong Jadi Penopang Ekonomi Sumut
Medan Utara Terpinggirkan, DPRD Desak 35 Persen APBD untuk Normalisasi Sungai dan Atasi Banjir
Fraksi PKS DPRD Medan Ubah Komposisi, Zulham Efendi Ditunjuk sebagai Ketua
Sumut Dapat Tambahan TKD 2026, Pemerintah Pusat Longgarkan Penyaluran Anggaran hingga Pinjaman PEN
Blue Night Tetap Beroperasi Meski Tak Berizin, Pemkab Langkat Layangkan SP2
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
DPRD Medan Resmi Ubah Tata Tertib, Atur Ulang Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Panen Raya di Karo, Wagub Sumut Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Petani
Bertemu Wamenkes, Wakil Wali Kota Medan Amankan Alat Medis Strategis untuk RSU Pirngadi
Rico Waas Soroti Lemahnya Kurasi UMKM, Pengusaha Perempuan Medan Diminta Lebih Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi
Fiskal Daerah Menyempit, Bank Sumut Didorong Jadi Penopang Ekonomi Sumut
Medan Utara Terpinggirkan, DPRD Desak 35 Persen APBD untuk Normalisasi Sungai dan Atasi Banjir
Fraksi PKS DPRD Medan Ubah Komposisi, Zulham Efendi Ditunjuk sebagai Ketua
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 428
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ternyata sangat diminati para lulusan Sekolah Menegah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) Muhammadiyah di Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga
Peminat IKOM UINSU Makin Tinggi
25 Mei 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Sumatera Utara kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan kejuaraan bukutangkis tingkat internasional. Kegiatan yang bertajuk Xpora Indonesia Internasional Challenge 2023 itu merupakan kali kedua perhelatan bulutangkis di gelar di Sumut. Pertama kali merupakan Indonesia Open 1997 lalu.
Baca Juga
Sumut Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Badminton 2023
28 Agu 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Kedan Anak Medan Diangkat jadi Kazidam XVIII/Kasuari
Akhyar Nomor Urut 1, Bobby Nomor Urut 2
Taman Teladan Butuh Perhatian Lebih
Gubernur Sumut Minta Sinergi Semua Pihak untuk Cegah Karhutla di Kawasan Danau Toba
Tiba di Belawan, Tiga ABK KM Kelud Positif Covid-19
Bobby Nasution Minta Bangun Medan Metropolitan Berlandaskan Budaya

Pos Terkait

Seorang warga berjalan di genangan banjir di Jalan Marelan Raya, Sabtu (26/12/2020). Warga berharap walikota medan punya solusi untuk banjir di sana.(mustivan/kaldera)
5 tahun  lalu
Harapan Warga, Walikota Terpilih Punya Solusi Atasi Banjir di Marelan
Para pemain bola volly Putera Timnas Indonesia Sea Games 2021
3 tahun  lalu
Bantai Vietnam 3-0, Tim Bola Volly Putera Indonesia Kumandangkan Indonesia Raya di Dai Yen Arena
Sekdakab Langkat, Indra Salahudin saat membuka kegiatan supervisi saber pungli di Ruang Pola, Kantor Bupati Langkat, Selasa (24/3/2022)
3 tahun  lalu
Sekdakab Langkat Warning Dunia Pendidikan di Langkat Jangan Sampai Dirusak Praktik Pungli
Operasi senyap Densus 88 Antiteror Mabes Polri hingga saat ini sudah menangkap sebanyak 18 terduga teroris dari berbagai wilayah di Sumatera Utara (Sumut)
4 tahun  lalu
Densus 88 Tangkap 18 Terduga Teroris di Empat Wilayah Sumut
Striker Brazil, Richarlison, merayakan medali emas Olimpiade 2020 dengan rekannya usai mengalahkan Spanyol 2-1. (cbf_futebol/kaldera)
4 tahun  lalu
Goyang Spanyol, Tim Samba Brazil Pertahankan Emas Sepakbola Olimpade
Warga Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura terlihat berjalan di tengah banjir untuk menyelamatkan diri. Banjir di Tanjung Pura disebabkan tanggul sungai yang jebol. Foto: Reza Sahab/kaldera.id
1 bulan  lalu
Gubernur Sumut Tinjau Banjir di Tanjung Pura, Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul Jebol

Trending

01.
2 hari  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
02.
4 hari  lalu
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
03.
3 hari  lalu
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
04.
2 hari  lalu
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
05.
2 hari  lalu
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
DPRD Medan Resmi Ubah Tata Tertib, Atur Ulang Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Blue Night Tetap Beroperasi Meski Tak Berizin, Pemkab Langkat Layangkan SP2
Sumut Dapat Tambahan TKD 2026, Pemerintah Pusat Longgarkan Penyaluran Anggaran hingga Pinjaman PEN
Home Trending Cari Bagikan Lainnya