Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 31 Jan 2026
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 438
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi
Baca Juga
Jabatan Sekdaprovsu Segera Habis, Gubsu: Kita Plt Kan Dulu
22 Apr 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Ilustrasi Penganiayaan.
Baca Juga
Abang Adik Bunuh Ayah dari Anak yang Dicabulinya
22 Apr 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Dewan Minta Walikota Evaluasi Kepala OPD Lemah Serap Anggaran
"Siap, Mainkan!", dan Wahyu pun Tersangka
Diskusi Pemko Medan Dengan USU, Agustus Nanti Puncak Covid-19
Sah, DPT Pilkada Medan Sebanyak 1.601.001
Stop Mudik, 34 Bandara Tutup Mulai Sabtu
Ketua KPU RI Imbau Mahasiswa Isi KPPS, UINSU Diajak jadi Mitra

Pos Terkait

Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis
3 tahun  lalu
Menjawab Keluhan Driver Ojol, Kadishub Tegaskan Penetapan Tarif e-Parkir Berdasarkan Perda
5 tahun  lalu
RSUP Adam Malik Buka Lowongan Non PNS, Ini Rinciannya Kalau Mau Daftar
Azis Syamsuddin (tengah) berfoto bersama dengan Walikota Tj Balai M Syahrial (kanan) pada November 2020. Ketua KPK menyebut peran Az dalam mengenalkan Syahrial pada penyidik KPK yang berujung dugaan penyuapan. (Sumber: Instagram HM Syahrial)
4 tahun  lalu
Firli: Anggota DPR RI Inisial Az Kenalkan Walikota Tanjungbalai ke Penyidik KPK
Sebagai wujud komitmen membenahi dan memajukan PSMS Medan, Walikota Medan, Bobby Nasution akan merenovasi total Stadion Teladan.
3 tahun  lalu
Komitmen Benahi PSMS, Stadion Teladan dan Kebun Bunga Bakal Direnovasi Total
Striker andalan Manchester City, E Haaland memborong dua gol saat timnya menang 3-1 atas Leeds United di Elland Road dalam lanjutan Liga Inggris, Kamis (29/12/2022).
3 tahun  lalu
Haaland Sumbang 2 Gol Kemenangan City di Elland Road
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat mengunjungi markas The Wild Brain Workshop (TWBW).
5 tahun  lalu
Ketemu Komunitas Anak Motor, Akhyar Bercerita Hobi Bermotor

Trending

01.
2 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
2 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
6 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
04.
4 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
05.
4 hari  lalu
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
Home Trending Cari Bagikan Lainnya