Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 04 Mei 2026
RDP DPRD Medan, Warga Keluhkan Sewa Lahan Rp22 Ribu Sejak 1975
Bobby Tekankan Peran LPS Perkuat Kepercayaan Perbankan di Sumut
May Day 2026 di Langkat Meriah, Buruh Ikuti Gerak Jalan Santai
Syah Afandin Hadiri Tabligh Akbar, Serukan Jihad Lawan Narkoba
Komisi 2: Program Tebus Ijazah Sejalan Semangat Hardiknas
Pengamat: NasDem Lirik Bobby Nasution ke Panggung Nasional
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
RDP DPRD Medan, Warga Keluhkan Sewa Lahan Rp22 Ribu Sejak 1975
Bobby Tekankan Peran LPS Perkuat Kepercayaan Perbankan di Sumut
May Day 2026 di Langkat Meriah, Buruh Ikuti Gerak Jalan Santai
Syah Afandin Hadiri Tabligh Akbar, Serukan Jihad Lawan Narkoba
Komisi 2: Program Tebus Ijazah Sejalan Semangat Hardiknas
Pengamat: NasDem Lirik Bobby Nasution ke Panggung Nasional
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 593
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

PT Pertamina (Persero) melalui Sub Holding Upstream Region 1 Zona 1 PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menghadirkan beragam pelatihan bagi para peserta Pertamina UMK Academy 2025 di Sumatera Utara dan sekitarnya.
Baca Juga
Pertamina Perkuat Pondasi Bisnis UMK Binaan di Sumut
25 Okt 2025

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Baca Juga
KPU Koordinasi dengan Gubsu Kesulitan Masuk TPS di PT Torganda Labusel untuk PSU
14 Apr 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Barcelona Mendominasi, Napoli Cuma Geli-geli
Karim “Wak Haji” Benzema Raih Ballon d’Or , Ini Daftar Lengkap Penerimanya
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
15.259 Napi di Sumut Terima Remisi 17 Agustus, 211 Orang Bebas
Harga Emas Antam Di Medan Mengalami kenaikan
Pemprovsu Batalkan PPPK, Puluhan Guru Mengadu ke DPRD Sumut

Pos Terkait

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
5 bulan  lalu
Perda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Disahkan, Pemko Medan Tegaskan Komitmen Perlindungan Warga
Ilustrasi kenaikan harga beras
2 tahun  lalu
Harga Beras Naik, Gus Irawan Imbau Pemerintah Operasi Stabilisasi Harga
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi hubungan baik dan kolaborasi antara pemerintah dan insan pers.
7 bulan  lalu
Bobby Nasution Harapkan Pers Ikut Sukseskan Program PHTC
Subdit Tipikor Bongkar Kantor BBPJN II
5 tahun  lalu
Subdit Tipikor Bongkar Kantor BBPJN II
Hendra DS
3 tahun  lalu
Sebagian Bangunan Tidak Memiliki SIMB, Pemilik Vrederik House Bakal Dipanggil Dewan
Muammad Naufal Zidan (19) ditemukan tewas di kosnya di kawasan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Mahasiswa Jurusan Sastra Rusia ini tewas di tangan seniornya sendiri, Altafasalya Ardnika Basya (23).
2 tahun  lalu
Pengakuan Senior Terjerat Pinjol yang Bunuh Mahasiswa Juniornya

Trending

01.
4 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
02.
6 hari  lalu
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
03.
3 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
04.
6 hari  lalu
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
05.
6 hari  lalu
Mendagri Apresiasi Sumut Salurkan Hibah Rp260 Miliar untuk Aceh

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Komisi 2: Program Tebus Ijazah Sejalan Semangat Hardiknas
Syah Afandin Hadiri Tabligh Akbar, Serukan Jihad Lawan Narkoba
May Day 2026 di Langkat Meriah, Buruh Ikuti Gerak Jalan Santai
Bobby Tekankan Peran LPS Perkuat Kepercayaan Perbankan di Sumut
RDP DPRD Medan, Warga Keluhkan Sewa Lahan Rp22 Ribu Sejak 1975
Home Trending Cari Bagikan Lainnya