Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 27 Feb 2026
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Rico Waas Buka Ramadhan Fair XX, 150 UMKM Ramaikan Taman Sri Deli
Syah Afandin Lepas Tim Safari Ramadhan 1447 H, Tegaskan Pemkab Langkat Harus Hadir untuk Rakyat
1.427 Huntara Dikebut, 40 Korban Bencana Sumut Masih Hilang
Menteri Desa Puji Keseriusan Gubernur Bobby Entaskan Nias Utara dari Status Tertinggal
Tarif Parkir Medan Turun, Motor Rp2.000 dan Mobil Rp4.000
Banjir Rusak 10 Jembatan, Sumut Kebut Perbaikan Akses ke Taput–Tapteng
Wagub Surya Tegaskan Aspirasi Reses DPRD Sumut Masuk Skala Prioritas Pembangunan
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Rico Waas Buka Ramadhan Fair XX, 150 UMKM Ramaikan Taman Sri Deli
Syah Afandin Lepas Tim Safari Ramadhan 1447 H, Tegaskan Pemkab Langkat Harus Hadir untuk Rakyat
1.427 Huntara Dikebut, 40 Korban Bencana Sumut Masih Hilang
Menteri Desa Puji Keseriusan Gubernur Bobby Entaskan Nias Utara dari Status Tertinggal
Tarif Parkir Medan Turun, Motor Rp2.000 dan Mobil Rp4.000
Banjir Rusak 10 Jembatan, Sumut Kebut Perbaikan Akses ke Taput–Tapteng
Wagub Surya Tegaskan Aspirasi Reses DPRD Sumut Masuk Skala Prioritas Pembangunan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 485
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman saat memimpin rapat terkait pelaksanaan program UHC di Ruang Rapat II Kantor Walikota Medan, Rabu (25/5/2022)
Baca Juga
Ditargetkan Sebelum 2024 Program UHC di Medan Terlaksana
26 Mei 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Dua anak penderita penyakit kulit asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yaitu Haikal (9) dan Zakira (3) saat ini sudah dibawa ke RS Haji Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Edy menduga, penyakit kulit yang diderita keduanya akibat merkuri.
Baca Juga
Gubsu Soal Kelainan Kulit 2 Bocah Asal Madina: Dugaan Awal karena Merkuri
05 Jul 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Ustadz dan Santri Ponpes Khaymah Al Mufaruddin Do’akan Syah Afandin
Sekda Lepas 24 Kafilah Langkat di Seleksi Tilawatil Quran Tingkat Sumut
INJI Warrior Camp 2 Digelar, Tantangan Jurnalis Ungkap Kejahatan Lingkungan dan Satwa
Tagihan PDAM Tirtanadi Warga Medan Helvetia Melonjak Hingga 8 Kali Lipat
Hina Profesi Wartawan di Media Sosial, PWI Kecam Anggota DPRD Sumut
Gubsu Edy Ultah ke 61: Suapan Tumpeng untuk Wagub Ijeck, Kedatangan Paris “Salam dari Binjai”

Pos Terkait

Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Kepala Daerah 2023, Selasa (17/1/2023). Jokowi mengingatkan soal kebebasan beragama dan beribadah.(kaldera/setneg)
3 tahun  lalu
Jokowi: Kadang Saya Berpikir, Sesusah Itukah Orang yang Akan Beribadah
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungannya kepada Komunitas Medan Teater yang akan tampil pada Festival Teater Sumatra III Tahun 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Sumatera Selatan, 24–25 September mendatang.
5 bulan  lalu
Wali Kota Medan Dukung Medan Teater ke Festival Sumatra III
Penyerahan Bantuan oleh Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution diwakili Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan M Edison Ginting di Sekretariat Tim Gugus Tugas Covid-19, Jalan Rotan, Medan Petisah.
5 tahun  lalu
Ikut Terdampak Covid-19, Pemko Medan Bantu Wartawan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta para korban kekerasan seksual, baik yang berusia anak maupun remaja, agar berani melaporkan kasus tindak pidana tersebut.
2 tahun  lalu
PPPA Minta Para Korban Kekerasan Seksual Harus Berani Speak Up Agar Dapat Perlindungan
Hendra DS
3 tahun  lalu
Tak ada IMB, Dewan Minta Proses Pengerjaan Rumah Makan di Marelan Dihentikan
5 tahun  lalu
Bapera Sumut Dilantik, Dukung Bobby – Aulia di Pilkada Medan

Trending

01.
6 hari  lalu
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
02.
5 hari  lalu
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
03.
3 hari  lalu
Setahun Bobby Nasution Pimpin Sumut, Kadin Nilai Ekonomi Tetap Tumbuh dan Respons Bencana Cepat
04.
3 hari  lalu
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas
05.
5 hari  lalu
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Home Trending Cari Bagikan Lainnya