Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 17 Apr 2026
Pemprov Sumut Sepakati Relokasi SMAN 5 Pematangsiantar, Target Lahan Ditemukan Sepekan
Lantik 76 Pejabat, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan Tunjukkan Kinerja
DPRD Medan Nilai Realisasi PAD Triwulan I Belum Maksimal, Minta Pengawasan Diperketat
Cegah Penyalahgunaan Mobil Dinas, Gubernur Bobby Imbau Pemasangan Stiker Kolaborasi
Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027
Gubsu Bobby Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Langsung Gandeng Bank Sumut Lepaskan Warga Tapsel Dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
Pemprov Sumut Sepakati Relokasi SMAN 5 Pematangsiantar, Target Lahan Ditemukan Sepekan
Lantik 76 Pejabat, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan Tunjukkan Kinerja
DPRD Medan Nilai Realisasi PAD Triwulan I Belum Maksimal, Minta Pengawasan Diperketat
Cegah Penyalahgunaan Mobil Dinas, Gubernur Bobby Imbau Pemasangan Stiker Kolaborasi
Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027
Gubsu Bobby Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Langsung Gandeng Bank Sumut Lepaskan Warga Tapsel Dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 563
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Ricky Alanda, kanan dan Ridwan (tengah) saat berbincang dengan redaksi kaldera.id di Jl. Laksana Medan, Rabu (13/5/2020), terkait PHK sepihak hotel Arya Duta terhadap 136 karyawan.
Baca Juga
Di PHK Sepihak, 92 Karyawan Aryaduta Hotel Medan Berjuang Cari Keadilan
13 Mei 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution saat bersilaturahmi dengan para warga aliran Sungai Babura.
Baca Juga
Kurangi Dampak Banjir, Akhyar Sebut Pemko Sudah Korek Sungai Babura
27 Okt 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Diguyur Hujan Deras, Medan Dikepung Banjir
Selesaikan Persoalan Parkir di RSU Pirngadi, Komisi 3 Segera Panggil Bapenda
PMPHI Angkat Bicara Soal Sirekap, Sebut Dugaan Tindak Pidana
Lantik OSIS SMAN 1 Tanjung Tiram, Ini Harapan untuk Pengurus Baru
Viral Video Siswi SMK di Tulungagung Diduga Cekoki Bocah 7 Tahun Dengan Miras
Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengerjaan Jalan di Humbahas Ditahan

Pos Terkait

Presiden Jokowi saat ratas dengan Gubernur se Indonesia lewat teleconference, Selasa (24/3/2020)
6 tahun  lalu
Jokowi: Kita Harus Disiplinkan Rakyat untuk Tekan Corona
Sekdakab Langkat, Amril
2 tahun  lalu
MTQ ke-56 Langkat Resmi Ditutup, Kecamatan Sawit Sebrang Juara Umum
KONI Sumatera Utara (Sumut) segera menggelar musyawarah olahraga provinsi (Musorprov) bentuk kepengurusan baru dengan pemilihan Ketua Umum periode 2025-2028.
1 tahun  lalu
Proses Pemilihan Ketua KONI Sumut Mulai 8 April 2025, Ini Kata Panitianya
Warga Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, dihebohkan dengan penemuan mayat di sebuah lahan kosong
4 tahun  lalu
Warga Tj Selamat Ditemukan Tewas Tanpa Pakaian di Lahan Kosong
Pendaftaran calon Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Medan resmi ditutup pada Senin (3/7/2023). OK Muhammad Iqbal Fahreza SH menjadi salah satu kandidat yang mendaftar.
2 tahun  lalu
OK Iqbal Siap Pimpin SAPMA PP Kota Medan
Kejaksaan Negeri Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara pencurian dengan kekerasan yaitu Perampokan Toko Emas Simpang Limun Medan, Rabu (5 /1/2022)
4 tahun  lalu
Tersangka Rampok Toko Emas Simpang Limun Ditahan Jaksa, 197 Peluru Jadi Barang Bukti

Trending

01.
4 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
4 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
03.
6 hari  lalu
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
04.
4 hari  lalu
Hamdani Nasution Juara Catur Porwasu 2026, Menang Tipis di Klasemen Akhir
05.
4 hari  lalu
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
Gubsu Bobby Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Langsung Gandeng Bank Sumut Lepaskan Warga Tapsel Dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya