Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 11 Mar 2026
Rico Waas Siagakan Kota Medan Jelang Lebaran, Pergerakan 1,3 Juta Warga Diantisipasi
Rico Waas Turun Langsung Sisir Sarang Narkoba di Belawan
Ali Sipahutar Pamit dari DPRD Medan, Ini Pesannya
Jelang Lebaran, Pemprov Sumut Targetkan Tidak Ada Pengungsi Tinggal di Tenda
Dorong Kesiagaan Bencana, HMJ Pendidikan Geografi Pandu Penyusunan SOP Kebencanaan Buat Warga Desa Salahaji
Balitbang Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
Rico Waas Tegaskan Benahi Belawan
Perubahan Perda Kesehatan, Pemko dan DPRD Medan Sepakat Benahi Sistem Layanan
Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun
Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Jangan Ada Pungli
Rico Waas Siagakan Kota Medan Jelang Lebaran, Pergerakan 1,3 Juta Warga Diantisipasi
Rico Waas Turun Langsung Sisir Sarang Narkoba di Belawan
Ali Sipahutar Pamit dari DPRD Medan, Ini Pesannya
Jelang Lebaran, Pemprov Sumut Targetkan Tidak Ada Pengungsi Tinggal di Tenda
Dorong Kesiagaan Bencana, HMJ Pendidikan Geografi Pandu Penyusunan SOP Kebencanaan Buat Warga Desa Salahaji
Balitbang Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
Rico Waas Tegaskan Benahi Belawan
Perubahan Perda Kesehatan, Pemko dan DPRD Medan Sepakat Benahi Sistem Layanan
Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun
Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Jangan Ada Pungli
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 500
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN, Sofyan Djalil menyerahkan sertifikat lahan Sport Centre yang berada di Desa Sena, Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang kepada Gubsu, Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (28/12/2021).
Baca Juga
Sertifikat Lahan Terbit, Kawasan Sport Centre Akan Dibangun
28 Des 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Biaya Haji Turun di Tengah Kenaikan Dolar, Bupati Tapsel Apresiasi Presiden Prabowo
14 Mei 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Soal Tambang Liar di Tapsel, Gubsu: Daerah Tak Mau, Provinsi yang Tutup
Event Gelar Melayu Serumpun Sukses, Bobby Terima Penghargaan Pariwisata
Refleksi 2024: USU Tambah 24 Guru Besar, Misi Tingkatkan Peringkat Global
Ketua Kadin Sumut Semangati Warga Kreatif Kota Medan Tentang Pentingnya Merek
Mbappe Resmi Merapat ke Madrid
ASN Pemko Netral di Pilkada Medan

Pos Terkait

Secara resmi, ke-12 pelajar tersebut diserahkan kepada orang tua asuh mereka dalam sebuah acara di Balai Kota Medan pada Rabu (12/2/2025).
1 tahun  lalu
Sebanyak 12 Pelajar dari Gwangju Belajar Budaya Medan Melalui Program Pertukaran
Banjir yang terjadi di Jalan Bahagia By Pass
4 tahun  lalu
Hujan Melanda Kota Medan, Sejumlah Kawasan Banjir
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)
5 tahun  lalu
Senin, 649 Mahasiswa UINSU Ikuti Wisuda Daring
Mahasiswa Sosiologi Agama FIS UINSU saat dilepas melaksanakan PKL.(ist)
4 tahun  lalu
Mahasiswa Sosiologi Agama FIS UINSU Laksanakan PKL
Kepala Bappeda Kota Medan, Irwan Ritonga
5 tahun  lalu
Anggaran Safari Ramadhan Dihapus, Pantauan Asmara Shubuh Diloloskan
Pengumuman penutupan kantor Dinas Perkim dan Tata Ruang Kota Medan. (reza/kaldera)
5 tahun  lalu
ASN Positif Covid-19, Dinas Perkim dan Tata Ruang Tutup 14 Hari

Trending

01.
4 hari  lalu
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
02.
3 hari  lalu
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
03.
3 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
04.
2 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
05.
5 hari  lalu
Rico Waas Targetkan 2.001 Poskamling Aktif di Medan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Ali Sipahutar Pamit dari DPRD Medan, Ini Pesannya
Rico Waas Siagakan Kota Medan Jelang Lebaran, Pergerakan 1,3 Juta Warga Diantisipasi
Jelang Lebaran, Pemprov Sumut Targetkan Tidak Ada Pengungsi Tinggal di Tenda
Rico Waas Turun Langsung Sisir Sarang Narkoba di Belawan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya