Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 16 Jan 2026
Gubernur Bobby Nasution Terus Kebut Pemulihan Pascabencana Sumut
Rico Waas: Jangan Ada Lagi Proyek Dikerjakan Setengah – setengah
Gubsu Sarankan Lahan Eks HGU PTPN Digratiskan untuk Huntap
Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih
Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Motor Ekonomi, Bobby Nasution Targetkan Daya Saing Sumut Meningkat di 2026
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Gubernur Bobby Nasution Terus Kebut Pemulihan Pascabencana Sumut
Rico Waas: Jangan Ada Lagi Proyek Dikerjakan Setengah – setengah
Gubsu Sarankan Lahan Eks HGU PTPN Digratiskan untuk Huntap
Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih
Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Motor Ekonomi, Bobby Nasution Targetkan Daya Saing Sumut Meningkat di 2026
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 419
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat, Muslim Harahap
Baca Juga
Dewan Minta Pengerjaan Pengorekan Jalan Sutomo Perhatikan Keselamatan Pengendara
08 Okt 2024

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Gus Irawan Desak Pemerintah Kucurkan Bansos Selama PPKM Darurat
02 Jul 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Bobby Dipecat PDIP, Ini Kata Gibran
Heru Budi Hartono Dilantik sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta
Yusdarlina Pensiun, Arief Tunjuk Benny Jadi Sekretaris BP2RD Medan
Daftar 10 Hari Cuti Bersama di 2025, Dimulai dari Cuti Tahun Baru Imlek
72 TKI Ilegal Ditelantarkan
Gubsu Telepon Direktur PTPN II Minta Tanah Eks HGU Jadi Pemakaman

Pos Terkait

ilustrasi barang palsu
2 tahun  lalu
DJKI Kemenkumham Sesalkan Pengunaan Barang KW Di Kalangan Pejabat Pemerintah
Debat Publik Pilkada Langkat
1 tahun  lalu
Pj Bupati Langkat Ingatkan Pentingnya Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada Langkat
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin bercengkrama dengan Sekdakab Langkat, Amril usai pelantikan
3 tahun  lalu
Lantik Amril Jadi Sekda, Syah Afandin Sampaikan 3 Pesan
Robi Barus
1 tahun  lalu
Komisi 1 Dukung Penyidik Kejari Medan Periksa Kadis Kesehatan Medan Non Akrif
Biaya Penguburan Jenazah Akibat corona Rp4 Juta Sekali Pemakaman
5 tahun  lalu
Proses Pemakaman Jenazah Korban Virus Corona Pakai Lampu Sorot
Paul Mei Anton
8 bulan  lalu
PBG di Medan Lambat, DPRD Desak Pemko Belajar ke Deliserdang dan Tebing Tinggi

Trending

01.
5 hari  lalu
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
02.
6 hari  lalu
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
03.
3 hari  lalu
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
04.
6 hari  lalu
RE Nainggolan: Raih Satya Lencana dari Presiden Bukti Negara Akui Kerja Nyata Bobby Nasution
05.
6 hari  lalu
Fraksi Gerindra : Pilkada Melalui Legislatif Lebih Banyak Positifnya

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubsu Sarankan Lahan Eks HGU PTPN Digratiskan untuk Huntap
Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Motor Ekonomi, Bobby Nasution Targetkan Daya Saing Sumut Meningkat di 2026
Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih
Rico Waas: Jangan Ada Lagi Proyek Dikerjakan Setengah – setengah
Gubernur Bobby Nasution Terus Kebut Pemulihan Pascabencana Sumut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya