Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 03 Jan 2026
Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Bobby Nasution Tekankan Percepatan Penanganan Pascabencana
Sudah Lama Dijabat Plt, Komisi 1 Minta Wali Kota Segera Lantik Kadis SDABMBK Definitif
Polri Mulai Gunakan KUHP dan KUHAP Baru Hari Ini
Duel Sengit Papan Tengah: PSMS Medan Tantang Persikad Depok di Pakansari
Setujui Perda KTR, Pemko Medan Wajibkan Edukasi Bahaya Rokok di Sekolah
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Apresiasi Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
Makna Tahun Baru Prabowo–Bobby di Pengungsian Tapsel: Simbol Kolaborasi Negara Hadir Pasca Bencana
Sambut Tahun Baru 2026 di Posko Pengungsian Batuhula, Presiden Prabowo dan Bobby Nasution Kuatkan Mental Warga Terdampak Bencana
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Bobby Nasution Tekankan Percepatan Penanganan Pascabencana
Sudah Lama Dijabat Plt, Komisi 1 Minta Wali Kota Segera Lantik Kadis SDABMBK Definitif
Polri Mulai Gunakan KUHP dan KUHAP Baru Hari Ini
Duel Sengit Papan Tengah: PSMS Medan Tantang Persikad Depok di Pakansari
Setujui Perda KTR, Pemko Medan Wajibkan Edukasi Bahaya Rokok di Sekolah
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Apresiasi Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
Makna Tahun Baru Prabowo–Bobby di Pengungsian Tapsel: Simbol Kolaborasi Negara Hadir Pasca Bencana
Sambut Tahun Baru 2026 di Posko Pengungsian Batuhula, Presiden Prabowo dan Bobby Nasution Kuatkan Mental Warga Terdampak Bencana
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 400
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) meluncurkan tiga bus ambulance yang akan menangani operasi- operasi kecil yang diperuntukkan untuk masyarakat Sumut. Program ini disebut dengan Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB).
Baca Juga
Pemprovsu Luncurkan 3 Bus Bergerak untuk Tangani Operasi Kecil
09 Mar 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Mulia Syahputra Nasution
Baca Juga
Dewan Terus Dorong Perolehan PAD Sektor PPJ Tembus Angka Ro40 Miliar/Bulan
03 Nov 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Pas Rapat Banggar, Dewan Minta Posyandu Lansia Segera Dimaksimalkan
Kapolda Sumut Incar Penyebar Situs Judi di Tenda Becak
Membandal, Pengelola IXNIne KTV Diberi Peringatan Keras
Gubernur Sumut dan Menteri Imipas Resmikan Autogate dan Lounge PMI di Bandara Kualanamu
Gempa 5.3 M Guncang Padang Lawas Utara
Niat Mau Ambil Kusen Jendela, Dedi Meninggal Ditimpa Material Bangunan

Pos Terkait

Gus Irawan Pasaribu
1 tahun  lalu
Gus Irawan Minta Pemerintah Perhatikan Kelas Menengah
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu membuka lomba mancing dalam rangka peringatan Hari Jadi Tapsel ke-75 di Bendungan Batang Angkola, Kecamatan Sayurmatinggi, Minggu (2/11/2025).
2 bulan  lalu
Rangkaian HUT Tapsel Ke 75, Bupati Gus Irawan Meriahkan Lomba Mancing
Ilustrasi Pemilu 2024
3 tahun  lalu
KPU Gelar Pengundian Nomor, Berikut Daftar Peserta Pemilu 2024 Beserta Nomor Urutnya
Pelatih PSMS Medan, Miftahuddin Mukson bersama Pelatih Persiraja
2 tahun  lalu
Hadapi Persiraja, Ketajaman Jose Valencia Kembali Diuji
Sebanyak 22 kab/kota di Sumatera Utara (Sumut) masuk dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang diperpanjang mulai 26 Juli- 2 Agustus 2021.
4 tahun  lalu
22 Kab/kota di Sumut Masuk PPKM Level 3, Ini Daftarnya
Bupati Langkat Syah Afandin saat menemui warga Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Foto; dokumen Dinas Kominfo Langkat
4 minggu  lalu
Lewati Akses Terputus, Bupati Syah Afandin Temui Warga Terisolir di Pantai Cermin dan Pastikan Bantuan Merata

Trending

01.
3 hari  lalu
Yakopi Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Aceh Terdampak Bencana
02.
3 hari  lalu
Pemprov Sumut Bantah Tahan Bantuan Relawan Jatim, Kepala Posko Jelaskan Kronologi
03.
6 hari  lalu
PSMS Medan Bungkam Sriwijaya FC 3-1 di Jakabaring, Rudiyana Borong 2 Gol
04.
5 hari  lalu
BPBD Sumut Tegaskan Bantuan Relawan Tidak Ditahan, Kendala Akibat Miskomunikasi Pengiriman
05.
6 hari  lalu
Gubsu Bobby Tuntaskan Permasalahan FORNAS 2025, Akhiri Keresahan Pegiat Olahraga

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Duel Sengit Papan Tengah: PSMS Medan Tantang Persikad Depok di Pakansari
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
Setujui Perda KTR, Pemko Medan Wajibkan Edukasi Bahaya Rokok di Sekolah
Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Apresiasi Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
Sudah Lama Dijabat Plt, Komisi 1 Minta Wali Kota Segera Lantik Kadis SDABMBK Definitif
Home Trending Cari Bagikan Lainnya