Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 30 Nov 2025
Dampak Banjir Medan, 85.591 Warga Mengungsi, Pemko Fokus Evakuasi dan Distribusi Logistik
Pemprov Sumut Terima Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp5 Miliar dari Pemprov Jatim
Bupati Syah Afandin Kirim Satu Truk Fuso Logistik untuk Warga Tanjung Pura
PKK Sumut Salurkan Bantuan Korban Bencana di Tapteng–Sibolga
Gubernur Bobby Salurkan Bantuan Melalui Heli, Pastikan Distribusi Logistik ke Wilayah Terisolasi di Tapanuli Berjalan Lancar
Kelangkaan BBM di Medan Akibat Distribusi Terganggu, Wali Kota Rico Waas Imbau Warga Tidak Panik
Gubernur Bobby Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng
BBM Langka, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Medan
Adhyaksa Peduli Korban Banjir Madina, Plt Kajari Yos Ajak Pulihkan Keadaan Bersama
Gubernur Bobby Tinjau Pengungsi di Tapteng, Pastikan Kebutuhan Anak dan Perempuan Jadi Prioritas
Dampak Banjir Medan, 85.591 Warga Mengungsi, Pemko Fokus Evakuasi dan Distribusi Logistik
Pemprov Sumut Terima Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp5 Miliar dari Pemprov Jatim
Bupati Syah Afandin Kirim Satu Truk Fuso Logistik untuk Warga Tanjung Pura
PKK Sumut Salurkan Bantuan Korban Bencana di Tapteng–Sibolga
Gubernur Bobby Salurkan Bantuan Melalui Heli, Pastikan Distribusi Logistik ke Wilayah Terisolasi di Tapanuli Berjalan Lancar
Kelangkaan BBM di Medan Akibat Distribusi Terganggu, Wali Kota Rico Waas Imbau Warga Tidak Panik
Gubernur Bobby Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng
BBM Langka, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Medan
Adhyaksa Peduli Korban Banjir Madina, Plt Kajari Yos Ajak Pulihkan Keadaan Bersama
Gubernur Bobby Tinjau Pengungsi di Tapteng, Pastikan Kebutuhan Anak dan Perempuan Jadi Prioritas
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 223
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Andre Melano Meliala sesegukan saat dipeluk ayahnya, Wisma Sartika Meliala di Kejari Langkat, Selasa (28/3/2023).
Baca Juga
Kala Andre Meliala Menangis di Pelukan Maaf Ayah..
29 Mar 2023

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Para warga dan wisatawan yang berkunjung ke daerah Danau Toba kini tak perlu khawatir lagi blank spot. XL Axiata memastikan telah menyelimuti sekitar 70 desa di sekeliling Danau Toba dengan jaringan mereka.
Baca Juga
Sekitar 70 Desa Seputaran Danau Toba Dikover 4G XL
27 Sep 2021

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Niat Sejak Maret, Pembunuhan Hakim PN Medan Direncanakan di Kafe
20 Tempat Wisata di Sekitar Danau Toba Yang Menakjubkan Mata Dengan Keindahannya
KNPI Siap Wujudkan Visi Pemuda Milenial dan Bermartabat
Prokes Ketat, Pelaksanaan MTQ ke-55 Kota Medan Tanpa Penonton
Prof Indra Maipita Moderatori Seminar Game Changer dan Resiliensi Ekonomi
Pjs Bupati Asahan Suspect Covid-19

Pos Terkait

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Erick Thohir
3 tahun  lalu
PT Kertas Kraft Aceh Resmi Dibubarkan
Armin Nasution
2 tahun  lalu
Kesombongan Akademik
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dari 22 Juni hingga 5 Juli 2021 di 10 kab/kota.
4 tahun  lalu
Ini 10 Kab/kota se-Sumut Terapkan PPKM Mikro Hingga 5 Juli 2021
Pelaksanaan Pekan Olahraga Arung Jeram Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Medan 2021, yang dilaksanakan, Selasa (6/4/2021), di Kanal Sungai Deli, Kecamatan Medan Johor berlangsung sukses.
4 tahun  lalu
Medan Denai Dominasi Medali Porwil Arung Jeram FAJI 2021
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menuntut mati 57 terdakwa dalam perkara tindak pidana narkotika dan zat adiktif lainnya pada periode Januari hingga September 2023 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ada di beberapa Kejari dibawah wilayah hukum Kejati Sumut.
2 tahun  lalu
Hingga September 2023, Kejati Sumut Tuntut Mati 57 Terdakwa Narkoba
Penerbangan Domestik Terakhir Beroperasi Hari Ini
5 tahun  lalu
Penerbangan Domestik Terakhir Beroperasi Hari Ini

Trending

01.
3 hari  lalu
Dirjen PRL Kunjungi Desa Pengudang, Wujudkan Penguatan Konservasi Pesisir dan Ekonomi Masyarakat
02.
1 hari  lalu
APBD Sumut 2026 Sebesar Rp11,67 Triliun, Bobby Nasution: Fokuskan untuk Penguatan Ekonomi Daerah
03.
1 hari  lalu
BBM Langka, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Medan
04.
1 hari  lalu
Gubernur Bobby Tinjau Pengungsi di Tapteng, Pastikan Kebutuhan Anak dan Perempuan Jadi Prioritas
05.
20 jam  lalu
Kelangkaan BBM di Medan Akibat Distribusi Terganggu, Wali Kota Rico Waas Imbau Warga Tidak Panik

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Kelangkaan BBM di Medan Akibat Distribusi Terganggu, Wali Kota Rico Waas Imbau Warga Tidak Panik
Gubernur Bobby Salurkan Bantuan Melalui Heli, Pastikan Distribusi Logistik ke Wilayah Terisolasi di Tapanuli Berjalan Lancar
Bupati Syah Afandin Kirim Satu Truk Fuso Logistik untuk Warga Tanjung Pura
Dampak Banjir Medan, 85.591 Warga Mengungsi, Pemko Fokus Evakuasi dan Distribusi Logistik
PKK Sumut Salurkan Bantuan Korban Bencana di Tapteng–Sibolga
Home Trending Cari Bagikan Lainnya