Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 03 Mar 2026
Bupati Syah Afandin Sidak Pasar Baru, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idul Fitri
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Pemprov Sumut Anggarkan Perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muarasoma dan Lubukpakam–Galang Tahun 2026
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Dewan Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR Tepat Waktu, Tak Boleh Dicicil atau Terlambat
DPRD Medan Gas Revisi Perda Kesehatan, Dorong Transformasi Digital
Gubernur Bobby Tegaskan Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Tuntas Juli 2026
Bupati Syah Afandin Sidak Pasar Baru, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idul Fitri
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Pemprov Sumut Anggarkan Perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muarasoma dan Lubukpakam–Galang Tahun 2026
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Dewan Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR Tepat Waktu, Tak Boleh Dicicil atau Terlambat
DPRD Medan Gas Revisi Perda Kesehatan, Dorong Transformasi Digital
Gubernur Bobby Tegaskan Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Tuntas Juli 2026
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 491
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Kandidat nomor urut 1, Akhyar-Salman (AMAN)
Baca Juga
Jelang Debat Pilkada, AMAN Siapkan Kedai Hingga ATM Beras
06 Nov 2020

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berfoto bersama dengan Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudi Brando Hutabarat usai pertemuan keduanya di Aula T Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (20/11/2025). Foto: dokumen Dinas Kominfo Sumut
Baca Juga
Perkuat Pembiayaan Daerah, Gubernur Sumut Dorong Kolaborasi BPD se-Sumatera
21 Nov 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Eks Kepala Keuangan Kodam Jaya jadi Komut Bank Sumut
F-PDIP dan Gerindra Apresiasi Pengajuan Perubahan Perda No7/2023 tentang RPJMD 2021-2026
Direktur Reskrimum Polda Sumut ternyata Pengantin Baru
Tiorita Intruksikan PKK Langkat Bantu Sosialisasi Vaksinasi Covid- 19
Dilantik Jadi Ketua Korpri Langkat, Indra Ajak Semua Pihak Majukan Organisasi
Anies Miris Mendengar Fenomena Bayar Kuliah Pakai Pinjol

Pos Terkait

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto
5 tahun  lalu
Kebanyakan Pelaksana Tugas, Realisasi Program Pemprovsu Timpang
Pemain PSG berusaha menjebol gawang Bayern dalam laga leg kedua Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Kamis (9/3/2023). PSG kalah 0-2 dalam laga tersebut dan tersingkir dari kompetisi ini. 
2 tahun  lalu
Kalah Agregat 0-3, Langkah Lionel Messi cs Terhenti Liga Champions
Seleksi calon anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Kantor KPU Kota Medan.
6 tahun  lalu
Penyandang Disabilitas Bisa Jadi PPK
Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumatera Utara berhasil menyusun dan menerbitkan sebuah buku tentang Lapangan Merdeka Medan
4 tahun  lalu
Lusa, Buku Lapangan Merdeka Medan Diluncurkan
Kadin Sumut menyambut kehadiran para pengusaha dari India dalam dua agenda kegiatan. Yaitu welcome dinner yang diinisiasi Konjen India bersama delegasi dagang serta Kadin Sumut
2 tahun  lalu
Kadin Sumut Dan Delegasi Dagang India Lakukan Business Matching
Brigjend Pol Dadang Hartanto, Wakapolda Sumut yang baru.
5 tahun  lalu
Wakapoldasu Masih Dijabat Mantan Kapolrestabes, Dirlantas dan Irwasda juga Diganti

Trending

01.
3 hari  lalu
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
02.
6 hari  lalu
Datuk Iskandar Muda Dukung Penertiban Usaha, Minta Berlaku Adil untuk Semua
03.
1 hari  lalu
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
04.
5 hari  lalu
FKUB dan Majelis Agama Dukung Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan
05.
5 hari  lalu
Rico Waas Sorot Kinerja RPH Medan: Aset 5,2 Hektare Tak Sejalan dengan Pendapatan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubernur Bobby Tegaskan Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Tuntas Juli 2026
DPRD Medan Gas Revisi Perda Kesehatan, Dorong Transformasi Digital
Dewan Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR Tepat Waktu, Tak Boleh Dicicil atau Terlambat
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Home Trending Cari Bagikan Lainnya