Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 12 Mar 2026
INALUM Bantu Rehabilitasi Tiga Gereja Rusak Akibat Banjir di Humbang Hasundutan
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda
BPS Akan Sensus 2 Juta Pelaku Usaha di Sumut, Bisnis Online Ikut Didata
MPR RI Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Sumut
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
Bobby Nasution–KSAD Resmikan Jembatan Bailey di Nias Selatan, Akses Daerah Terisolir Akhirnya Terbuka
Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, KORMI Medan Buka Puasa Bersama KoJAM
Rico Waas Siagakan Kota Medan Jelang Lebaran, Pergerakan 1,3 Juta Warga Diantisipasi
INALUM Bantu Rehabilitasi Tiga Gereja Rusak Akibat Banjir di Humbang Hasundutan
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda
BPS Akan Sensus 2 Juta Pelaku Usaha di Sumut, Bisnis Online Ikut Didata
MPR RI Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Sumut
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
Bobby Nasution–KSAD Resmikan Jembatan Bailey di Nias Selatan, Akses Daerah Terisolir Akhirnya Terbuka
Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, KORMI Medan Buka Puasa Bersama KoJAM
Rico Waas Siagakan Kota Medan Jelang Lebaran, Pergerakan 1,3 Juta Warga Diantisipasi
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 503
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Pansus LKPj Walikota Medan 2021 mulai melakukan pembahasan dengan memanggil sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Medan, Senin (4/4/2022).
Baca Juga
LKPJ Walikota Medan 2021 Mulai Dibahas
04 Apr 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Zulham Efendi
Baca Juga
Dewan Apresiasi Aksi Cepat Polisi Ringkus Penculik Bocah di Marelan
02 Agu 2025

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Terbentur Aturan, Kolonel Azhar Urung Jadi Calon Kasatpol PP
Karung Beras 5 Kg Habis, Penyaluran Beras Bantuan Pemko Medan Tersendat
Guna Meningkatkan Pengawasan, Komisi 4 Gelar RDP Libatkan Perangkat Kecamatan dan Pemilik Bangunan
Siap-siap, Parkir Berlapis Pengelola dan Jukir Kena Tindak
Dapatkan Secara Gratis, Madrid Kontrak Rudiger Sampai 2026
Sore Ini, Uni Emirat Arab Gelar Salat Minta Hujan

Pos Terkait

Spanduk situs judi online yang Terpasang di Betor (becak motor).
6 tahun  lalu
Situs Judi di Tenda Becak, Diberi OTK tapi tak Dibayar
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah.
5 tahun  lalu
Tertinggi Satu Bulan Terakhir, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 15 Orang
Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan isteri (kiri) berfoto bersama mantan Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan isteri (kanan) berfoto bersama usai pelantikan.(kaldera/HO)
2 tahun  lalu
Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya: Area Publik Beradab, Iman dan Kebangsaan sebagai Pondasi
Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Drs M Syahrir MIKom saat menjadi pembicara dan motivator pada kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Jl SM Raja, Jumat (16/9).
3 tahun  lalu
Ketua DKP PWI Sumut Tantang Mahasiswa Temukan Jati Diri PKKMB STIK-P Medan
Prihatin mewabahnya Covid-19, Pengkot FORKI Medan salurkan ratusan paket makanan kepada 23 perguruan yang diserahkan langsung Ketua Umum Hasrul Benny Harahap SH MHum di kantornya Jalan Sei Galang Medan, Senin (20/4/2020).
5 tahun  lalu
Prihatin Covid-19, FORKI Medan Salurkan Ratusan Paket Makanan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
1 hari  lalu
Rico Waas Siagakan Kota Medan Jelang Lebaran, Pergerakan 1,3 Juta Warga Diantisipasi

Trending

01.
5 hari  lalu
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
02.
4 hari  lalu
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
03.
4 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
04.
4 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
05.
6 hari  lalu
Rico Waas Targetkan 2.001 Poskamling Aktif di Medan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
MPR RI Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Sumut
BPS Akan Sensus 2 Juta Pelaku Usaha di Sumut, Bisnis Online Ikut Didata
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda
Home Trending Cari Bagikan Lainnya