Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 14 Feb 2026
PSMS Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Mental Juang Pemain
Bobby Tantang Desa Se-Sumut Berkompetisi, Dana hingga Rp50 Miliar Disiapkan
Susuri Sungai Babura, Rico Waas Janji Tuntaskan Keluhan Warga
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Bobby Dampingi Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru
Gubsu: Pejabat yang Mundur Punya Rapor Jelek
Rico Waas Gandeng Pakar Nasional, Re-design Medan Zoo Jadi Ikon Baru
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Investasi Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas: Hak Pekerja Medan Tak Boleh Dilanggar
PSMS Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Mental Juang Pemain
Bobby Tantang Desa Se-Sumut Berkompetisi, Dana hingga Rp50 Miliar Disiapkan
Susuri Sungai Babura, Rico Waas Janji Tuntaskan Keluhan Warga
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Bobby Dampingi Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru
Gubsu: Pejabat yang Mundur Punya Rapor Jelek
Rico Waas Gandeng Pakar Nasional, Re-design Medan Zoo Jadi Ikon Baru
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Investasi Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas: Hak Pekerja Medan Tak Boleh Dilanggar
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 461
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Dalam rangka menjalankan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, Bea Cukai Batam melaksanakan pemusnahan barang yang menjadi milik negara (BMMN) berupa pakaian bekas, sepatu bekas, dan tas bekas. Barang-barang tersebut merupakan barang yang berasal dari hasil penindakan kepabeanan dan cukai periode tahun 2018 sampai dengan 2022 yang sudah ditetapkan peruntukannya untuk dimusnahkan.
Baca Juga
Bea Cukai Batam Musnahkan 122,06 Ton BMMN
03 Apr 2023

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Walikota Medan, Bobby Nasution
Baca Juga
Cegah Tindak Kriminal, Bobby Nasution Instruksikan Camat, Lurah & Kepling Data Warga Usia Produktif
17 Jul 2023

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Fabio Quartararo Pilih Motor Bagus Daripada Kontrak Besar
Sampdoria dan Cremonese Degradasi ke Serie B
Hasan Sazali, Guru Besar Ilmu Komunikasi Kedua di UINSU Medan
Jelang Pilkada, Petugas KPPS di Aek Kuasan Jalani Rapid Test
Berikut Profile Reisa Broto Asmoro, Serta Ditunjuk Jadi Jubir Covid-19
Elektabilitas Prabowo – Gibran Terus Meningkat, Ade Jona Bangga Respon Positif Masyarakat

Pos Terkait

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi
2 tahun  lalu
Polda Sumut Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu
Ilustrasi pengerjaan jalur kereta api.
6 tahun  lalu
Jalur KA Trans Sumatera Besitang dan Rantauprapat Siap 2020
Italia memastikan diri menjadi juara Grup A dan maju ke fase berikutnya Euro 2020 dengan raihan sempurna, 9 poin
4 tahun  lalu
Swiss Berharap Keajaiban
Gambar Ilustrasi
3 tahun  lalu
Peluang dan Tantangan Konvergensi Media di Era Digital
Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap
1 bulan  lalu
Rico Waas Minta Dinas SDABMBK Miliki Data Mutakhir Drainase dan Sungai di Medan untuk Kendalikan Banjir
1 tahun  lalu
Pj. Bupati Langkat Bersama Wakapolda Sumut Ajak Warga Jaga Kesehatan Melalui Power Fit Party

Trending

01.
5 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
4 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
03.
4 hari  lalu
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah
04.
6 hari  lalu
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
05.
5 hari  lalu
Bank Sumut Cetak Sejarah Lewat Media Award HPN 2026

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Gandeng Pakar Nasional, Re-design Medan Zoo Jadi Ikon Baru
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru
Gubsu: Pejabat yang Mundur Punya Rapor Jelek
Bobby Dampingi Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Home Trending Cari Bagikan Lainnya