Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 31 Mar 2026
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Pindah ke Huntara dan Huntap
DPRD Medan Soroti Minim Perhatian, Desak Dispora Data Dojo Wadokai
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Pindah ke Huntara dan Huntap
DPRD Medan Soroti Minim Perhatian, Desak Dispora Data Dojo Wadokai
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 536
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau warga untuk tidak menggelar ajang lomba dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus nanti.
Baca Juga
Gubsu Imbau Warga Tak Gelar Lomba 17 Agustusan
12 Agu 2021

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Walikota Medan, Bobby Nasution
Baca Juga
Dewan Minta Kadis PU Segera Tuntaskan Komitmen Walikota Medan
04 Jan 2022

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Pembunuhan Cemara Asri, Siasat Keji Ibu dan Anak Habisi Elvina
Aulia Rachman Apresiasi Pameran Foto PON XXI Aceh-Sumut
Rico Waas: Sertifikasi Halal Harus Jadi Tren UMKM Naik Kelas
Sejarah Singkat Lahirnya Pancasila
Bobby Nasution Jenguk Guru Korban Penganiayaan, Tegaskan Perlindungan untuk Tenaga Pendidik
Tidak Diberi Uang untuk Beli Narkoba, Wanita Di Deli Serdang Bakar Rumah Orang Tuanya

Pos Terkait

Pimpinan DPRD Medan mengapresiasi kinerja Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution semenjak dilantik
5 tahun  lalu
Ditangan Bobby, DPRD Yakin SAKIP Pemko Medan Meningkat
Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar
4 tahun  lalu
Dari 6.223 Usulan Di Musrenbang RKPD Kota Medan 2023, Paling Banyak Rehabilitasi Jalan Lingkungan
Denny Wardhana
5 tahun  lalu
Musda PHRI Sumut: Denny Wardhana 54 Suara, Wesly 6
Sebanyak 11.600 personel gabungan akan disiagakan di beberapa titik penyekatan di Sumatera Utara (Sumut) jelang larangan Idul Fitri 2021 yang mulai efektif pada 6-17 Mei.
4 tahun  lalu
11.600 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Idul Fitri di Sumut
Walikota Medan, Bobby Nasution
2 tahun  lalu
Alexander Sinulingga Jadi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
Hari Anti Korupsi Sedunia, Dengan Pencegahan dan Penindakan Yang Maksimal Kejati Sumut Raih Peringkat I KPK Award se-Indonesia
1 tahun  lalu
Kejatisu Terima Award KPK, Yos Tarigan: Korupsi Hambat Investasi

Trending

01.
4 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
2 hari  lalu
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
03.
4 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
04.
6 hari  lalu
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
05.
5 hari  lalu
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
DPRD Medan Soroti Minim Perhatian, Desak Dispora Data Dojo Wadokai
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Pindah ke Huntara dan Huntap
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Home Trending Cari Bagikan Lainnya