Pengabdian Masyarakat USU Kembangkan Lifeskill Santri

Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Kwala Bingai Stabat Kabupaten Langkat dengan tema “Peningkatan Keterampilan Santri Melalui Pengembangan Life Skill sebagai Upaya Pengembangan Potensi Diri”.
Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Kwala Bingai Stabat Kabupaten Langkat dengan tema “Peningkatan Keterampilan Santri Melalui Pengembangan Life Skill sebagai Upaya Pengembangan Potensi Diri”.

 

LANGKAT, kaldera.id – Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Kwala Bingai Stabat Kabupaten Langkat dengan tema “Peningkatan Keterampilan Santri Melalui Pengembangan Life Skill sebagai Upaya Pengembangan Potensi Diri”.

Pengabdian kepada masyarakat tersebut di ketuai oleh Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP dan Husni Thamrin, S.Sos, MSP sebagai anggota. Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wujud dari Tridharma perguruan tinggi yaitu sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat khususnya untuk pemberdayaan pemuda yang disini merupakan para santri dalam menumbuhkan potensi diri dan life skill agar dapat meningkatkan keterampilan.

“Kegiatan peningkatan keterampilan santri tersebut berupa seminar tentang entrepreneurship dan pentingnya pengembangan life skill sebagai upaya pengembangan potensi diri kemudian dilanjutkan dengan pelatihan sablon digital yang merupakan salah satu pengembangan life skill yang dapat di jadikan peningkatan keterampilan para santri,” kata Hatta Ridho.

Kegiatan tersebut dilakukan pada 8 September 2023 di salah satu aula pondok pesantren Ulumul Qur’an Stabat dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesanten Ulumul Qur’an, yaitu H. Muhammad Iqbal.

Dalam kegiatan ini juga melibatkan alumni FISIP USU yaitu Harry Cahya Pratama Purwanto dan dipandu oleh instruktur Hamikros La Satria yang merupakan pemilik Workshop SKS Project Creative Studio yang berada di Jl. Beringin No. 13 Pasar 7 Tembung. Kegiatan seminar ini disambut para santri dengan antusias.

Hasil dari seminar pemberdayaan kelompok santri memfokuskan kepada dua hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan, yaitu pelatihan sablon digital dan screen grafic.

Kemampuan sablon digital membuat para santri dapat berkreasi

Kemampuan sablon digital membuat para santri dapat berkreasi dengan baju atau media lain yang mereka miliki sehingga dapat menumbuhkan kreativitas.

Selain itu, mereka juga dapat berinovasi dengan membuat hal-hal yang dapat memberikan dampak usaha dan entrepreneurship.

Kemampuan screen grafic akan membuat para santri dapat menguasai desain grafis. Skill desain grafis dapat dimanfaatkan untuk membuat kaligrafi dalam format digital. Selain itu, para santri juga akan diberikan pemahaman tentang screen printing yang dapat mencetak kaligrafi yang telah dibuat dalam format digital tersebut. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan para santri terutama dalam dunia digital.

Seperti kita ketauhi sekarang ini digitalisasi sudah masuk di segala bidang termasuk dapat dimanfaatkan dalam digitalisasi kaligrafi sehingga para santri dapat berinovasi dengan membuat kaligrafi dalam format desain grafis.

Kegiatan ini di tutup dengan foto bersama dengan para peserta yaitu para santri Pesantren Ulumul Qur’an Stabat. Ketua Yayasan Pesanten Ulumul Qur’an, yaitu H. Muhammad Iqbal mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan para santri terutama dalam digitalisasi sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat.

Kegiatan ini juga dapat meningkatkan keterampilan para santri dan mengupayakan pengembangan potensi diri para santri serta dapat menumbuhkan jiwa inovatif para santri.(efri surbakti/red)